Minggu, 09 Juli 2017

Perobohan Patung

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – 

Perobohan Patung Ikan yang dikenal sebagai ikon kawasan wisata Pantai Pangandaran memicu kritik dari para seniman nasional. Pasalnya, terungkap kemudian patung berbentuk tiga ikan tersebut merupakan karya pematung nasional Nyoman Nuarta.

Sejumlah seniman dan warganet menyampaikan kekecewaan mereka melalui media sosial. Kolektor seni terkemuka Syakieb Sungkar melalui laman Facebook-nya mempertanyakan dasar penghancuran tugu berbahan serat fiber tersebut.

“Patung tentang penghasil ikan di Pangandaran, karya Nyoman Nuarta dirubuhkan…. ISIS ??” tulis Syakieb di laman Facebooknya, lantas memicu respons negatif rekan-rekannya di media sosial.

Efek ramai di media sosial, media daring nasional detik.com juga mengangkat isu ini dengan judul “Patung Ikan Karya Nyoman Nuarta di Pangandaran Dirobohkan”. Dikutip detik.com, pesan kekecewaan sang perupa (Nyoman Nuarta) disampaikan kepada rekannya sesama seniman, Tisna Sanjaya.

Dari Tisna Sanjaya, pesan kekecewaan Nuarta diteruskan ke berbagai grup WhatsApp para seniman. Kepada Tisna, Nuarta menceritkan bahwa karya yang dibuatnya pada dekade 1970-an itu merupakan salah satu karya klasik tersisa yang pernah ia buat.

Menurut Tisna Sanjaya, seharusnya sebagai etika, pihak Nuarta dikabari soal rencana penghancuran karya yang ia buat. “Apapun yang terjadi itu adalah karya seni. Hasil panjang dari perenungan dan riset Nyoman Nuarta. Nggak sembarangan dirobohkan,” ujar Tisna, dilansir detik.com.

I Nyoman Nuarta merupakan perupa kenamaan Indonesia. Sejumlah karya monumental seniman berdarah Bali ini, di antaranya Patung Garuda Wisnu Kencana (Badung, Bali), Monumen Jalesveva Jayamahe (Surabaya), serta Monumen Proklamasi Indonesia (Jakarta).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.