Senin, 10 Juli 2017

Jenang & Jeneng

Duwe Jeneng Lan Jenang

Mempunyai nama dan jenang.

Jeneng, orang yang mempunyai jeneng maksudnya adalah orang yang nama banyak dikenal, tenar, terkenal,  populer, masyur, nge-top,  orang jawa menyebutnya _kondhang._

Jenang, nama sebuah makanan terdiri dari bahan pokok, misalnya beras, jagung, maizena, katul, ketan dan sebagainya dengan santan dan gula dan bumbu lainnya. Ada berbagai macam masakan jenang dengan jenis dan namanya yang berbeda. Masyarakat Jawa akrab dengan makanan jenang. 
Jenang dalam konteks ini bermakna penghasilan.

Duwe jeneng ra duwe jenang, orang yang kondang namun penghasilannya pas-pasan, tidak sebanding dengan kepopulerannya. Zaman sekarang lebih terbuka menjadi orang kondang, orang yang banyak mendapat kesempatan tampil di media, seperti tv, radio, koran, medsos dsb. akan cepat terkenal, namun jika tidak diimbangi profesionalisme, ketenarannya tidak menambah penghasilannya.

Ra duwe jeneng, duwe jenang; orang yang tidak dikenal banyak orang, tidak pernah terlibat dalam kegiatan apapun di masyarakat, semua hari-harinya untuk kerja dan kerja, semua demi uang. Uang dan materi melimpah, namun tidak bergaul sama sekali dengan tetangga kiri-kanan, tidak mempunyai teman apalagi sahabat.

Ra duwe jeneng, ra duwe jenang; orang yang betul-betul serba berkekurangan sehingga rendah diri dan tidak mau mengenal dan dikenal orang lain.

Duwe jeneng ya duwe jenang, orang yang kondang dan juga kaya raya. Orang yang serba berkecukupan, namun masih mau bergaul di masyarakat. Ketenaran dan profesinya saling mendukung, ketenarannya mendukung usahanya, usahanya mendukung ketenarannya.

Ada juga paribasan - peribahasa yang berbunyi; golek jeneng, kelangan jenang, golek jenang kelangan jeneng.

Ngendikane Simbah: "Yen kondang, kondhanga amerga kabecikan, yen sugih bandha, sugih kanthi tumindak jujur"

Sugeng enjing 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.