Kamis, 29 Juni 2017

Rokok vs Kanker

27-6-1957: Inggris Ungkap Hubungan Merokok dan Kanker Paru-Paru


Tepat 60 tahun lalu, yakni pada 27 Juni 1957, Medical Research Council Inggris mengumumkan bahwa ada hubungan langsung antara kanker paru-paru dengan merokok.

Laporan tersebut mempelajari peningkatan drastis kematian akibat kanker paru-paru selama 25 tahun dan menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah merokok. Namun perusahaan tembakau membantah temuan tersebut dan mengatakan bahwa hal tersebut adalah 'masalah soal opini'.

Sementara itu pemerintah menyatakan bahwa kampanye pendidikan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya merokok akan diadakan melalui otoritas kesehatan setempat.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pada tahun 1945 bahwa terdapat 188 kematian akibat kanker paru-paru di setiap satu juta. Sepuluh tahun kemudian, angka tersebut hampir meningkat dua kali lipat menjadi 388 di setiap satu juta kematian.


Dilansir BBC On This Day, laporan yang melihat bukti dari 21 penyelidikan di enam negara, menemukan bahwa merokok merupakan penyebab utama kenaikan tersebut.

"Pemerintah merasa bahwa merupakan hal tepat untuk memastikan bahwa pendapat otoritatif terbaru ini akan dibawa secara efektif untuk pemberitahuan publik, sehingga setiap orang dapat mengetahui risikonya," ujar Sekretaris Parlemen untuk Kementerian Kesehatan kala itu, Vaughan-Morgan.

Namun ia memastikan bahwa masyarakat diperbolehkan untuk mengambil keputusannya sendiri dan tidak ada larangan merokok. Ia menambahkan, tidak ada rencana untuk melarang merokok di teater, bioskop, dan transportasi publik.

Masyarakat yang mengetahui hasil laporan tersebut terlihat tak terpengaruh. Seorang perokok mengatakan bahwa, meski dirinya tak mempertimbangkan untuk berhenti merokok, namun ia berpikir bahwa generasi muda tak disarankan untuk melakukan hal tersebut.

Seorang pria lain mengatakan bahwa ia sama sekali tak takut dengan laporan itu. Bahkan ia mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah rokoknya setiap hari.

Pandangan ini tercermin pada pasar saham, di mana sebagian besar saham-saham perusahaan rokok terkemuka tidak terpengaruh oleh laporan tersebut.



Citra Dewi 
27 Jun 2017, 06:00 WIB
Liputan6.com, London - T

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.