Rabu, 14 Juni 2017

Polri - MUI

Poin penting sambutan Kapolri Jenderal Tito dan Ketum MUI Kyai Makruf Amin, dalam Silaturrahmi, Bukber dan Shalat Tarawih bersama MUI-Polri, Selasa Malam, di rumdin Kapolri:

KAPOLRI:
1. Sinergi ulama-umaro sangat penting. Kerjasama dlm hal ini Pemerintah diwakili Polri dan ulama diwakili MUI, sangat dibutuhkan untuk membangun Indonesia.

2. Keberadaan ulama sangat penting dan strategis. Sejarah menyebutkan, ulama menjadi pelopor terdepan dlm perjuangan melawan penjajah dan meraih kemerdekaan, selain Polri, TNI dan unsur masyarakat lain. Ulama bahkan menjadi pemilik saham NKRI.

3. Kita mengenang dan mengena perjuangan ulama di masa lalu dgn resolusi jihadnya mengobarkan perjuangan masyarakat. Resolusi jihad di masa kini tak lain dgn bersama umaro mengisi kemerdekaan dgn pembangunan.

4. Kepolisian Indonesia adalah yg terbesar kedua di dunia setelah China. Dgn total personel 420 ribu lebih, hanya Indonesia dan China yg memiliki Kepala Kepolisian Nasional/Pusat. 

5. Kami butuh dukungan dan bantuan dari ulama, khususnya MUI, dalam mengembang tugas dan amanah, tentu selagi dalam koridor hukum dan konstitusi. Kami juga minta tolong diingatkan/ditegur jika ada yg melenceng atau keliru.

6. Tantangan Modern saat ini yg makin berat tdk bisa dipikul sendiri. Diperlukan kebersamaan semua pihak.

7. Polri akan terus dan tetap berkomitmen mendukung kebijakan Pemerintah termasuk program yg dilakukan MUI. Kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia adalah tujuan kita bersama.

8. Tidak fair jika pemerintahan yg baru berjalan 2.5 tahun ini, permasalahan di masa Lau ditimpakan kpd pemerintahan skrng. Kita hrs jernih dan rasional menilai apa yg terjadi kini dan apa yg sdng dilakukan Pemerintah dlm segala aspek yg tengah giat melakukan upaya pembangunan.

9. Untuk suksesnya dan kelancaran pembangunan, dibutuhkan stabilitas keamanan dan iklim yg mendukung. Demokrasi yg kita rasakan saat ini patut disyukuri. Meski begitu tetap diperlukan proses penyempurnaan demokrasi hingga tetap dlm koridor konstitusi nasional dan tdk kebablasan.

10. Sekali lg sy atas nama pribadi dan Keluarga Beat Polri, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yg tinggi dan sebesar besarnya atas kiprah MUI selama ini. Kami berharap MUI terus meningkatkan kontribusinya bagi bangsa dan negara, dan ingin sinergi Polri-MUI lbh meningkat lg.

KETUM MUI:

1. Terima kasih kpd Kapolri atas kesediaannya dlm kegiatan yg sangat mulia ini.

2. Kapolri telah menjadi sohibul makan Wal makan. Makan yg pertama dlm bahasa Arab adalah Tempat, makan yg kedua memberi makan kpd para ulama malam ini.

3. Td Pak Kapolri mengatakan peran dan keberadaan strategis ulama sangat penting. Ulama dan Polri sangat vital. Menurut sy, Indonesia kedepan ini ditentukan oleh baik buruknya Ulama dan Umaro. Umaro dlm hal ini Polri harus baik, begitu pula ulama. Kalo Polri dan ulama buruk, buruk lah/hancurlah Indonesia. Tp sy yakin, polri dan ulama saat ini Sdh baik dan bersinergi untuk bangsa.

4. Kami MUI akan selalu mendukung Polri untuk pembangunan bangsa. Polri punya tugas himayatul daulah (menjaga negara), ulama bertugas himayatu ummah (menjaga umat). Dua hal yg sangat tepat dan sinergis.

5. Radikalisme ada dua: radikalisme agama dimana kelompok yg berupaya membawa negara pd pemahaman agama yg mono, tunggal dan negara didasarkan pd satu agama juga aliran tertentu dgn pemaksaan. Radikalisme lainnya adalah Sekulerisme, dimana agama dijauhkan dr kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat. Konteks Indonesia, Ruh agama tetap menjiwai bernegara termasuk dlm politik. Ananiyah atau fanatisme golongan juga hrs dijauhkan.

6. Indonesia beruntung punya Pancasila, sehingga Indonesia bukan menjadi negara agama, Tp negara dgn spirit agama. Ruh agama Terakomodir dlm Pancasila dan mewarnai kehidupan bangsa, saat sama tdk ada tempat bagi dua radikalisme di atas tersebut. Jadi Indonesia dgn begitu adalah dar Al ahdi, muahadah, negara kesepakatan, dimana semua agama damai di dalamnya. Pancasila adalah kesepakatan bersama. Indonesia bukan negara perang, juga bukan negara kuffar, kafir. Indonesia dar ahdi wa syahadah, kesepakatan dan kesaksian.

7. Kita punya Bung Karno, Bung Hatta, Yamin dan lainnya yg telah merumuskan Pancasila. Dan demi tegaknya NKRI, Umat Islam berjuang hingga titik terakhir, termasuk rela menghapus 7 kata dlm Piagam Jakarta. Ini bukti komisi men dan kiprah nyata umat Islam demi NKRI. Tdk boleh ada yg mengganti Pancasila dgn ideologi lain.

8. Dlm negara kesepakatan, mutlak dibutuhkan saling kasih sayang, tolong menolong dan gotong royong. Tanpa itu sulit mewujudkan kebersamaan dlm bingkai kebhinnekaan. Karena kita ditakdirkan saling berbeda dan beragam, Tp perbedaan dan keragaman itulah yg menguatkan kita, bukan justru menjadi titik lemah atau perpecahan.

9. Kepedulian MUI untuk bangsa jelas dan tegas, termasuk dgn Polri. Kita prihatin era Medsos skrng. Atas dasar itulah, MUI keluarkan Fatwa Bermuamalah di Medsos (Fatwa Medsosiyah). Medsos ini bisa menghancurkan berbagai pihak, mengacaukan kamtibmas, dan bisa disintegrasi antar masyarakat dan bangsa. Sdh lama sy sampaikan ke Pak Kapolri soal fatwa tersebut dan beliau sangat mendukung. Alhamdulillah skrng Sdh ada dan sdng giat disosialisasikan berbagai pihak termasuk Polri. Medsos hrs menjadi alat kemaslahatan, bukan alat kemafsadatan, kerusakan.

10. Tak lupa sy sampaikan apresiasi yg tinggi kpd Polri. Pak Kapolri ini orang cerdas dan tegas, sy yakin akan mampu membawa Polri lbh baik dan maju. Kuta sudah melihat kiprah nyata itu dimana Polri kian dipercaya masyarakat. Sy berharap jalinan kerjasama ini Trus berlangsung di masa mendatang.

11. Demikian dan terima kasih.

Penyimpul: Hery S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.