Jumat, 23 Juni 2017

Poligami

Mbah mau bercerita sama Sahabat2 di Group ini.

Usai solat tarawih di masjid Agung Sunda Kelapa saya mau pulang. Tapi saya menghentikan langkah ketika  bahwa ada sebuah tas tergolek di belakang saya. 

Dengan hati-hati saya angkat tas itu. Bagus. Sedikit agak berat. Tapi saya tidak tahu siapa pemilik tas ini.

Dengan terpaksa saya buka tas itu dan menemukan sebuah bungkusan dari suatu bank. 

Saya baca ada nama dan alamatnya serta tulisan sejumlah uang. Rp. 150 juta. Saya kaget. 

Antara bingung dan rasa amanah saya keluar masjid. Uang ini harus dikembalikan ke pemiliknya.

Saya bergegas memacu motor ke alamat yang ada dibungkusan uang itu. Ketika sampai, saya beri salam dan mengetuk pintu rumah.

Keluar lah seorang laki-laki yang menanyakan mau ketemu siapa? Saya bertanya, "Saya mau bertemu pak Syahrul. Apakah ada?"

"Saya nama yang saudara cari. Ada apa?"

"Bapak tadi sholat di masjid Sunda Kelapa ya?", tanya saya.

"Ya."

"Bapak tadi bawa apa ketika sholat?"

Laki-laki itu menjawab, "Bawa tas dan ketinggalan. Saya lupa dimana nyimpannya."

Saya mengeluarkan tas yang tadi diketemukan di masjid. "Tas yang ini bukan pak?"

"Ya yang ini. Aduh terima kasih nak. Dalam tas ini bapak nyimpan uang dari Bank."

Saya serahkan tas itu dan minta diri untuk pulang. Tapi saya ditahan pak Syahrul, "Tunggu nak, ada yang ingin bapak sampaikan padamu sebagai rasa terima kasih bapak."

Pak Syahrul lalu memanggil nama seorang wanita. Tidak lama kemudian muncul seorang wanita cantik dengan pakaian berhijab. 

"Nak ini anak saya. Dia belum menikah. Dia janji akan menikah dengan laki-laki yang baik dan jujur seperti kamu."

Saya kaget. Dengan tergagap saya berkata, "Maaf pak, saya sudah beristri. Saya belum bilang apa-apa ke istri saya tentang rencana bapak ini."

Pak Syahrul tersenyum, dia bertanya, "Tenang nak, bapak nanti yang minta idzin ke istrimu. Ada no hpnya?"

Saya mengangguk lalu memberikan no hp tsb. Pak Syahrul mencatat no tsb dan langsung menelpon ke istri saya. 

Tubuh saya tiba-tiba gemetar saking gemetarnya sampai seperti diguncang-guncang apalagi saat telpon diberikan kepada saya katanya istri saya mau bicara, kemudian terdengar suara istri saya sambil menggoyang2 tubuh saya dengan lirih :  Pak... bangun... Pak ...sahurrrr"

Haduuhh rupanya Mbah hanya bermimpi....😂😂😂

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.