Kamis, 29 Juni 2017

Open House

HATI-HATI DENGAN PROPAGANDA SESAT TOKO SEBELAH!

Open House artinya terbuka kepada siapapun. Siralurahmi biasa. Tak ada pembicaraan khusus apapun. 

Jokowi adalah Presiden semua rakyat Indonesia, termasuk mereka yang jahat, culas, dan perlu dijewer. 

Jokowi juga berbudi-pekerti yang halus. Dia tak mengatakan 'cuih!' atau 'emangnya lo siapa?' ketika ada yg sok penting dan merasa pantas dapat akses khusus berkomunikasi. Jawaban 'mari kita buka komunikasi' itu sebetulnya tamparan keras bagi yg bisa mikir. 

Demikian untuk dimengerti! 

Jilal Mardhani, 25-6-2017

+++

KLARIFIKASI PRESIDEN

Presiden 'katanya' Menerima Perwakilan GNPF MUI

Presiden Joko Widodo pada Minggu, 25 Juni 2017, menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) di Istana Merdeka. Pertemuan yang diselenggarakan beberapa lama setelah kegiatan _open house_ berakhir tersebut merupakan permintaan dari pihak GNPF MUI yang disampaikan dan dikoordinasikan melalui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

"Pada saat open house tadi, saya dihubungi oleh Pak Menteri Agama bahwa ini Pak Bachtiar Nasir dan kawan-kawan ingin menghadap Pak Presiden. Tadi Pak Presiden kami laporkan dan beliau mengatakan, "Ya, ini kan open house. Siapa saja kita tunggu," Menteri Sekretaris Negara Pratikno menerangkan kepada jurnalis.

Dalam open house itu, selain Pratikno, Kepala Negara juga didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sementara dari pihak GNPF MUI, turut hadir bersama Bachtiar Nasir ialah Kapitra Ampera, Yusuf Marta, Muhammad Lutfi Hakim, Habib Muchsin, Zaitun Rasmin, dan Denny.

Pratikno menyampaikan bahwa tidak ada pembahasan khusus yang dilakukan antara Presiden dan GNPF MUI. Pertemuan itu murni dilakukan untuk silaturahmi semata.

"Intinya tidak ada acara yang diperbincangkan, hanya silaturahmi saja," ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan bahwa GNPF MUI menyampaikan apresiasi mengenai apa yang dilakukan pemerintah selama ini. Mereka juga menyatakan mendukung kebijakan pemerintah.

"Mereka juga mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah, pembangunan bangsa ini, dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pak Presiden, serta meminta untuk punya akses komunikasi. Yang disampaikan Presiden, 'Mari kita buka komunikasi.' Itu saja," ia menjelaskan.

Sementara itu usai pertemuan kepada jurnalis, Bachtiar Nasir mengatakan bahwa kunjungannya bertemu Presiden untuk bersilaturahmi. “Alhamdullilah tadi kami diterima Presiden dalam rangka silaturahim halal-bihalal, hari raya dan bagi kami ini kesempatan dalam rangka momen halal bihalal,” ucap Nasir.

Nasir mengakui bahwa Presiden Joko Widodo mengemban amanat yang cukup berat dan selalu berusaha menjalankan setiap program-programnya dengan berbagai macam cara pandang.  

“Ada yang suka dan tidak suka, kemudian bagaimana presiden juga harus konsisten dalam program yang dijalankannya. Dan presiden mengatakan 'saya harus berani mengambil risiko itu',” kata Nasir.

Nasir juga memuji upaya Presiden Jokowi dalam keberpihakan untuk ekonomi kerakyatan. “Hal yang cukup bagus adalah bagaimana kita dengar sekian belas juta hektar tanah diperuntukkan untuk masyarakat,” ujar Nasir.

Jakarta, 25 Juni 2017
Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.