Kamis, 08 Juni 2017

Nazarrudin II

Rizieq Shihab Bisa Jadi Nazaruddin II. Benarkan Prabowo, Anies dan Amien Umroh Juga?

Membaca dan menelaah begitu banyak komen-komen yang masuk terhadap kasus Balada Cinta Rizieq Shihab dan berita terakhir yang saya baca adalah adanya sayembara yang diadakah seorang petani yang akan merelakan sebuah mobil fortunernya jika video (memangnya ada videonya ya?) dan percakapan mesum sang pujaan terbukti nyata adanya, kasus ini terus bergulir ibarat bola yang ditendang kesana kemari dilapangan.

Saya berpikir dan ini analisa saya:

Dari sembilan kasus yang Rizieq Shihab miliki, hanya satu yang begitu digaungkan. Keabsahan dan kebenaran atas tuduhan dipertanyakan oleh banyak kalangan. Buat saya pribadi, baik kasus ini sah ataupun hanya rekayasa, yang pasti hasil akhir dan tujuan yang diharapkan tercapai!

Tapi analisa saya mengatakan kubu yang mengusung khilafah pengguncang pemerintah, sekarang dalam keadaan buah simalakama.

Kemenangan Anies Baswedan sama sekali bukan yang diharapkan! Mereka tidak mengira bahwa warga Jakarta sebegitu bodohnya. Mereka mengira bahwa rayuan akan kapling di surga tidak akan membuat warga Jakarta bergeming dan tetap akan membuka mata untuk memilih Paslon yang jelas-jelas bekerja teruji dan terbukti.

Apa yang mereka harapkan adalah, Ahok memenangkan Pilkada, lalu mereka akan menggelar demo besar-besaran dengan tuduhan yang diarahkan kepada Istana. Bahwa Jokowi yang berada dibalik kemenangan Ahok dan mencela pemerintah yang akan melantik seorang terdakwa kembali menjadi gubernur Jakarta dan sebagainya dan sebagainnya.

Analisa saya bisa dibuktikan dengan ketidak-siapan Gubernur terpilih untuk menyikapi setiap masalah yang ada. Dia seratus persen menggantungkan harapan pengaturan rancangan rencana pelaksanaan kerja pada tim sinkronisasi. 
Sementara dia sendiri masih keasyikan nyinyirin Ahok dan Jokowi. Sementara sang wakil Gubernur masih bersuara tentang keberpihakan pada warga. Dia lupa kalau keberpihakan dia sekarang akan menjadi peluru yang menembak kakinya sendiri nanti.

Pada awalnya mungkin orang berpikir bahwa dengan menguasai Jakarta, mereka bisa menguasai Indonesia.

Bukan sodara! 
Bukan itu!

Mereka memang ingin menguasa Indonesia tapi bukan dengan menguasai Jakarta. Analisa saya melihat bahwa sebenarnya rencana awal mereka ingin menguasai Indonesia dengan cara mengguncang Jakarta yang mengakibatkan lengsernya penguasa Istana.

Mereka berpikir, Jokowi akan termakan jebakan mereka! Mereka lupa, JOKOWI BUKAN MANUSIA INDONESIA BIASA!

Setelah kemenangan Anies Baswedan diumumkan, mereka berpikir, “Ah masih ada harapan! Kasus Ahok belum diputuskan! Ini masih bisa dijadikan alasan untuk mengguncang Istana!”

Lagi-lagi mereka salah duga!

Vonis hakim 2 tahun penjara juga diluar dugaan mereka. Mereka mengharapkan vonis hakim akan sesuai dengan tuntutan Jaksa. Lalu mereka akan menggelar demo besar-besar dengan tuduhan hukuman yang dijatuhkan adalah dagelan persis seperti yang dikoarkan pemuda Muhammadiyah, Pedri, yang melaporkan kasus penistaan agama mewakili umat Islam diseluruh dunia. Mereka bisa menggunakan alasan ketidak adilan atas hukuman yang dijatuhkan untuk mengundang simpatisan FPI, GNPF-MUI, FUI, HTI, dan semua massa yang mendukung gerakaran mereka dan membenci Sang Petahana.
Jumlah ini mungkin bisa lebih banyak dari hanya 7 juta!

Pendukung Ahok shock! Sulit move on menerima fakta Ahok akan dipenjara untuk 2 tahun lamanya. Mereka tidak melihat bahwa kebebasan Ahok justru jauh lebih berbahaya. Hakim Dwiarso rela menerima segala tuduhan dan hujatan tidak hanya dari bangsa Indonesia tapi dari dunia internasional juga.

Kita tahu, sekali Hakim memutuskan hukuman, hanya langkah banding yang bisa merubahnya. Mereka senang ketika Ahok dengan spontan mengatakan “Saya akan banding pak Hakim”.

Yes! 

Ini yang kami harapkan, itu kata mereka. Mereka benar-benar menunggu kapan proses banding akan dilakukan dan diputuskan agar rencana demo besar-besaran bisa dilaksanakan.

Namun lagi-lagi mereka lupa, Jokowi sepertinya bisa membaca jalan pikiran mereka. Kata orang, ini adalah usulan Pakde kepada Ahok untuk membatalkan rencana pengajuan banding dia. Dan ketika surat pembatalan banding diterima oleh pihak pengadilan, merekapun kelimpungan. Alasan terakhir yang akan digunakan untuk mendemo Istana hilang seketika!!

Oh masih ada Jaksa Penuntut Umum yang keukeuh mengajukan banding walaupun banyak pihak melihat ini sebuah kelucuan. Anyway.. . biarkan mereka punya kahayang!

Sementara pada waktu yang bersamaan, polisi terus menelisik dan menggelitik kasus Balada Cinta. Saya yakin, seyakin-yakinnya, Rizieq Shihab adalah kunci dari semua kekacauan yang terjadi di bumi Nusantara. Sama persis seperti Nazaruddin sebagai kunci dari kasus Hambalang.

Kepanikan dikubu mereka terjadi. Mereka melihat laras pemerintah mulai dibidikan pada Imam Besar FPI. Jika tembakan pemerintah benar-benar mengena pada Rizieq Shihab, maka hancurlah tameng mereka dan terbongkarlah semua pat gulipat yang mereka lipat.

Itu sebabnya, cerita tentang sniper dan penembakan di kediaman pribadi Sang Imam Besar diviralkan.

Lucunya polisi dengan enteng mengomentari, “Kalau bener ada penembakan, ya dilaporkan saja. Mereka tidak melaporkan berarti tidak ada penembakan!” 
Masuk akal juga kan…?

Hanya berbekal kebohongan alasan keamanan adanya orang yang mencoba melakukan pembunuhan terhadap Imam Besar, rencana umroh seluruh keluarga yang berjumlah delapan belas orangpun MENDADAK dilaksanakan.

Jokowi tertawa ! Ha ha ha
Kubu lawan masuk jebakan!

Kegagalan mengambil keuntungan dari ajang Pilkada dan kegagalan mengambil keuntungan dari vonis kasus penistaan agama membuat mereka benar-benar berada di posisi buah simalakama.

Jika semua usaha menggoncang Istana untuk melengserkan sang penguasa dihentikan, tarohannya, ajang Pilpres 2019 besar kemungkinan dimenangkan sang Petahana artinya, untuk lima tahun ke depan, perubahan Indonesia akan sangat siginfikan menuju kemajuan dan mengubah tatanan kehidupan bangsa dan negara menjadi 10 langkah lebih maju, lebih cerdas lebih tidak bisa dikadalin.
Ini bahaya buat mereka. 

Jokowi bisa dengan leluasa melibat semua usaha ilegal mereka.

Jika semua usaha menggoncang Istana untuk melengserkan sang penguasa diteruskan, kerugian yang nilainya jauh lebih besar akan mereka dapatkan.

Jokowi tidak akan tinggal diam, itu sudah pasti. 
Semakin mereka menantang-nantang semakin Jokowi akan menelanjangi mereka dengan cara senyapnya.

Kekalahan sudah terlihat.

Rizieq Shihab tidak akan rela harus mendekam sendiri dipenjara. 

Dia mulai menebar pesona. Ada beberapa komentar dari artikel lain di Seword yang mengabarkan bahwa Rizieq Shihab menuntut pendana untuk menanggung biaya bagi 1 juta umat yang akan menyambut kedatangan dia dibandara.

Dia sepertinya berpikir untuk membuat barikade manusia. 

Jika tidak, maka dia akan membongkar keterlibatan mereka di ajang Pilkada Jakarta 2017.

See?

Seperti Nazaruddin kan, yang membongkar beberapa aktor dibalik kasus Hambalang…?

Saya berharap pemerintah bisa mengantipasi kemungkinan-kemungkinan yang Rizieq mampu lakukan. 
Seperti persekusi dan kebrutalan lain.

Semoga Pak Jokowi akan bertindak cepat dan tidak menunggu sampai ada korban lagi.

Yang terakhir yang saya baca, entah benar atau hoax, Rizieq meminta para pendana untuk datang ke Arab Saudi karena Rizieq tidak berani pulang ke Indonesia. Pertanyaannya, apa benar Prabowo dan Anies Baswedan sudah bertolak ke Saudi Arabia dan Amien Rais akan menyusul tanggal 9 Juni nanti?

Saya tidak tahu.

ref. http://www.gerilyapolitik.com/anies-prabowo-amien-mendadak-umroh-mau-menemui-rizieq/

****
Penulis : ERIKA EBENER

Link : https://seword.com/umum/rizieq-shihab-bisa-jadi-nazaruddin-ii-benarkan-prabowo-anies-dan-amien-umroh-juga/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.