Rabu, 21 Juni 2017

Jengis Khan

Sehabis berperang, Jengis Khan, Raja Mongol yg termasyhur itu memutuskan untuk berburu ke hutan bersama pejabat kerajaannya. Selain membawa anjing pemburu, raja juga membawa burung rajawalinya yg sdh terlatih untuk berburu dan dapat menuntun raja pulang ke istana bila mereka tersesat di tengah hutan.

Saat perjalanan pulang, raja kehausan, Ia menemukan tetesan air bening di bebatuan. Raja kemudian menampung tetesan air itu dalam sebuah mangkuk. Ketika ia hendak minum, tiba2 burung Rajawali nya datang menukik dan memukul tangan raja dengan sayapnya, sehingga air dalam gelas itu tumpah.

Beberapa kali hal itu terulang kembali.

Hal ini membuat raja marah, maka ketika terakhir kali sang rajawali hendak menumpahkan air yang diminumnya, raja kemudian menebas leher rajawali dgn pedangnya sampai rajawali tergeletak di kakinya, dan mati seketika.

Rasa hausnya hilang seketika. Dengan rasa penasaran yg sangat membuat raja bergegas mendaki ke atas lagi untuk mencari sumber air dari bebatuan itu. Ketika sampai di sumber tetesan air itu, yaitu sebuah telaga kecil, sang raja terkejut karena ia melihat seekor ular berbisa mati dgn luka terganga di pinggiran telaga, dan 'bisa' mayat ular itu mencemari air telaga yg mengalir ke arah batu tersebut.

Hati raja seketika sesak mengingat kematian rajawali yg berusaha keras menyelamatkannya. Raja menuruni bukit dan menggendong burung rajawalinya yang sudah mati, hatinya menjerit.
"Hari ini aku mendapat pelajaran berharga yg sangat menyedihkan. Di kemudian hari aku tidak akan melakukan apapun jika sdg marah."

Kemudian ia memanggil seluruh pasukannya. Dan dilakukanlah upacara penguburan sang rajawali. Burung rajawali yg sudah tewas ini dibungkus dgn baju perang milik Jengis Khan. Kemudian Jengis Khan berpidato di hadapan para pasukannya:

"Hari ini kita bisa memenangkan satu pertempuran yg besar. Kita bisa mengalahkan musuh. Tapi pada saat ini ternyata aku tidak bisa mengalahkan diriku sendiri. Dan aku baru belajar dari seekor rajawali.”


Kemudian dia memerintahkan seorang seniman membuatkan patung emas burung itu. Di salah satu sayap patung tersebut tertulis:

"Saat seorang sahabat melakukan hal yg tdk berkenan di hatimu sekalipun, dia tetaplah sahabatmu."


Dalam keadaan marah, lebih baik redakan dulu amarah anda atau tundalah dulu keputusan2 penting yg harus anda ambil.

Semoga bermanfaat...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.