Senin, 05 Juni 2017

Hasil Survey

MEMBACA DATA SYAIFULMUJANI

Ringkasan survey tentang penilaian masyarakat soal NKRI dan ISIS  dipublikasikannya akhir pekan lalu. Fakta temuan yang dikemukakan sangat layak disimak. 

Beberapa hal berikut ini adalah bagian yang mestinya sangat mengusik 'para Indonesia yang Pancasila dan NKRI!' 

(mohon jangan nyinyir mengomentari tata bahasa ungkapan dalam tanda petik di atas; kita fokus pada hal-hal penting dulu!) 

+++

PERTAMA, 1 dari 7 Indonesia (baca: responden) menganggap negara ini sedang melemah dan terancam bubar! (1.9% sangat setuju, 12.6% setuju). 

Kalau mengabaikan jumlah yang  'tidak menjawab / tidak tahu' (23.7%) maka sebetulnya 1 dari 5 Indonesia (baca: responden) yang sependapat dengan pernyataan di atas tadi. 

Artinya, hampir di setiap keluarga di Indonesia ini, selalu ada anggotanya yang pesimis thd NKRI dan khawatir negara ini pecah! 

+++ 

KEDUA, 1 dari 11 Indonesia (baca: responden) setuju dengan khilafah (9.2%). Kalau yg tidak tahu/tidak jawab diabaikan (11.5%) maka rasio tersebut menjadi 1/10 ! 

Artinya, jika penduduk Indonesia 260 juta, sekitar 24 juta setuju khilafah. Jumlah itu hampir sama dengan gabungan seluruh penduduk 10 kota terbesar kita (Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Makassar, Semarang, Palembang, Bandar Lampung, Batam, dan Padang)!

+++

KETIGA, Indonesia (baca: responden) yang berusia 22-25 memiliki kecenderung positif terhadap ISIS dan perjuangannya yang cukup ekstrim. 9% dari kelompok usia tersebut yang mengetahui ISIS juga menyetujui perjuangannya. Bandingkan dgn kelompok-kelompok usia lain yang hanya berkisar antara 1.3 hingga 2.4 persen! 

Begitu pula terhadap HTI. 20.4% dari responden usia 22-25 yang tahu tentang HTI, setuju dengan perjuangannya. Sekitar 2 hingga 3 kali lipat dari prosentase pada kelompok usia lain yang berkisar antara 7.3 - 13.4 persen.

Usia 22-25 tahun berada di sekitar mahasiswa S1 yang sedang menyelesaikan tahap akhir kuliahnya, atau baru lulus, dan baru memasuki dunia kerja. 

+++

KEEMPAT, terjadi hubungan garis lurus antara tingkat pendidikan, pemahaman tentang ISIS/HTI, dan tingkat pesetujuan terhadap cita-citanya! 

Hampir semua responden yg mengenyam pendidikan tinggi (93.6%) mengetahui ISIS dan 3.4% diantaranya setuju dengan hal yg diperjuangkan. Sementara itu, hampir setengah responden yg berpendidikan SD (48.3%) yang memahami ISIS tapi diantaranya hanya 1.6% yang setuju dengan garis perjuangannya. 

Begitu pula hubungan tingkat pendidikan terhadap pengetahuan tentang HTI dan cita-cita perjuangannya. Hampir 2/3 yang berpendidikan tinggi mengetahui HTI. Sementara yang SLTA 1/3 lebih, SLTP 1/4, sedang yang SD hanya 1/8 nya saja. Diantara mereka yg mengetahui itu, lulusan PT yang setuju dengan cita-cita HTI 13.6%, hampir 2 kali lipat lulusan SLTP (7.6%). Anehnya, lulusan SD yang mengetahui HTI dan setuju dengan perjuangannya (11.1%) lebih tinggi dibanding SLTP, bahkan hampir sama dengan SLTA (11.6%). 

+++

Hasil survey yang dikemukakan Syaiful Mujani sebetulnya menguak 'kengerian' yang lebih dasyat yang sedang berlangsung di tanah air saat ini.

Angka-angka yang disajikan adalah peringatan yang sungguh serius. Jangan katakan 'cuma' atau 'hanya' sebagian kecil lagi! 

Jilal Mardhani, Ramadan #10, 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.