Senin, 05 Juni 2017

Boikot Indosat

Tanggapan Indosat atas Seruan Boikot di Twitter


Hashtag #BoikotIndosat mendadak muncul di lini massa Twitter. Ini berawal dari pernyataan seorang pegawai di Facebook mengenai rezim di Indonesia.

Rangkaian peristiwa yang memicu seruan itu bermula dari posting-an seseorang berinisial RMF di laman Facebook miliknya. Dia mem-posting pernyataan mengenai rezim kekuasaan yang paling busuk di Indonesia. Dia juga berharap orang-orang yang berkuasa dapat diadili karena mengkriminalisasi ulama.

Kemudian ada sejumlah netizen yang mempersoalkan posting-an tersebut. Ada netizen yang membuka identitas RMF, termasuk tempat kerjanya, yakni di Indosat.

Dari situ, beberapa netizen bertanya dan ada pula yang mendesak CEO Indosat Alexander Rusli memproses RMF karena posting-an yang dianggap di luar batas. Alexander Rusli lantas angkat bicara melalui akun Twitter-nya.

"Bukan hoax Pak. Langkah sudah diambil. Spt yg disampaikan terpisah kami tdk tolerir staf yg terbukti tdk sejalan dgn negara dan pemerintah," demikian pernyataan Alexander melalui akun @alexanderrusli pada Sabtu (3/6/2017) lalu.

"Sebagai perusahaan kami tdk tolerate sama sekali pegawai yang anti NKRI," kata Alexander di bagian lain Twitter-nya pada Jumat (2/6).

Jawaban Alexander ini lantas memicu 'diskusi' ke arah lain. Banyak yang tidak setuju dan mengecam kicauan Alexander tersebut. Imbasnya, muncul seruan memboikot Indosat dengan tagar #BoikotIndosat.

detikcom mencoba meminta tanggapan terkait dengan seruan di Twitter ini ke Head of Corporate Communications Group of Indosat Ooredoo Deva Rachman. Ia meminta redaksi mengutip pernyataan resmi Indosat.

"Terkait hal itu, kami sudah memberikan pernyataan resmi di website Indosat," kata Deva.

Berikut ini pernyataan Indosat itu:

Pernyataan Indosat Ooredoo terkait Penyampaian Pendapat secara Bijaksana

Indosat Ooredoo adalah perusahaan yang selalu mentaati seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Secara internal perusahaan juga konsisten menerapkan good corporate governance di dalam kegiatan bisnisnya.

Indosat Ooredoo berdiri di Indonesia untuk memberikan layanan kepada masyarakat dan mendukung pemerintah Republik Indonesia dalam melakukan pembangunannya melalui medium teknologi dan komunikasi sesuai dengan UUD 45, Pancasila dan hukum serta perundangan yang berlaku.

Perusahaan menghargai hak setiap pegawai dalam berpendapat, maupun menyalurkan aspirasi politik. Setiap pendapat pribadi dan aspirasi politik pegawai, merupakan tanggung jawab dan hak pribadi masing-masing, termasuk pengungkapan dan penyebarannya di sosial media namun patut diketahui bahwa hal tersebut harus sesuai dengan etika, peraturan dan perundangan yang berlaku serta mendukung persatuan masyarakat dan berbangsa

Penyampaian pendapat dan aspirasi politik oleh pegawai Indosat Ooredoo di sosial media, merupakan hak dan tanggungjawab individu bersangkutan, serta TIDAK ada kaitannya dengan sikap perusahaan. Indosat Ooredoo memiliki mekanisme internal yang secara tegas menghimbau seluruh pegawai agar senantiasa bijak dalam menggunakan sosial media.

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang merupakan pedoman internal perusahaan secara tegas melarang pegawai untuk menyebarkan konten atau informasi yang bersifat provokatif atau menghasut. Pegawai Indosat Ooredoo juga tidak diperbolehkan mengatasnamakan perusahaan dan memakai atribut perusahaan dalam bentuk apapun saat mengemukakan opini pribadi di sosial media, maupun pada saat melakukan kegiatan politik.

Perusahaan juga secara aktif dan berkala mengingatkan pegawainya terhadap peraturan-peraturan dan himbauan perusahaan terkait hal ini. (fjp/van)



Fajar Pratama -
detikNews
Jakarta - 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.