Minggu, 11 Juni 2017

70 + 80

Nostalgia masa remaja tahun 70 sampai 80-an


Tahun 1970-an :

Teve yang bisa ditonton Cuma TVRI.
Nungguin film seri Mannix, Rin Tin Tin, Bonanza, Hawaii Five-O, The Avengers, yang cewe ikut nangis nonton Little House on The Prairie.

Hapal siaran iklan TVRI Mana Suka Siaran Niaga.
Seperti iklan obat batuk Formula 44 yang bintangnya orang gendut mukul pager.
Suka nonton drama keluarga Marlia Hardi yang ada Kak Didu.
Indonesia punya film detektif sendiri judulnya Metro 77.
Kalau yang suka Badminton, akan kenal pasangan TjunTjun - Johan Wahyudi atau Christian - Ade Chandra, dan juga kenal Svend Pri, musuhnya Rudy Hartono.
Sempet maen gambaran sama dan adu biji asem kranji.
yang SD pernah sekolah setengah hari, gara-gara nonton tinju Muhammad Ali.
Koleksi kertas surat yang kosong atau tukeran stiker label nama.
Naik bis kota pakai karcis pelajar yang belinya sebuku, 
Top-topnya lagu anak-anak yang dilantunkan Adi Bing Slamet, Chicha Koeswoyo dan sempet ngefans kepada Dina Mariana.
Sempet punya sepatu Bigboss warna hitam tipis. 
Ikut-ikutan baca majalah musik Aktuil yang selalu kasih bonus poster penyanyi atau gambar tempel strika.
Majalah cewe yang top adalah majalah Gadis, yang sering ngadain pemilihan gadis sampul.
Ikutan masang poster David Cassidy dari Aktuil atau Suzy Quatro dari Gadis.
Lagu Nona Anna dari Ade Manuhutu pasti ikut masuk kuping.
Dirumahnya ada kaset Koes Plus album Nusantara I – X
Ngalamin perpanjangan tahun ajaran nasional.
Sempet ngalamin Disko rumahan, perpisahan kelas dan pesta ulang tahun dirayain di rumah, setelah makan, bangku-bangku disingkirin, biar lantainya bisa dipakai ajojing.
Disko rumahan paling top saat itu Madlod, dan Merindink Disco.
Album Saturday Night Fever, ngetop gara-gara John Travolta.
Tahu film “Private Teacher”-nya Edwidge Fenech.
Ari Suzana ditusuk oleh anak genk. 
Ada issue bakmi GM pake daging bayi yang menghebohkan Jakarta.
Tahu Mario Kempes, hero juara dunia bola tahun '78, Argentina. 
Ngefans Ali Topan Anak Jalanan, jadi idola dan novel Edy D. ISkandar.
Apal bahasa prokem seperti: Bokap, Gara Dae, Spokat,
Tahu siapa Galih dan Ratna, Rano Karno dan Yessy Gusman
Pernah digeledah guru gara-gara razia komik stensilan dan buku porno, novel semi porno Nick Carter.
Ngerasa top banget kalau pake sepatu Kickers yang dibawah sol nya ada bulatan warna hijau dan merah, Puma atau Adidas.
Kagum sama Walkman Sony keluaran pertama, warnanya biru,
Tergila-gila nonton video betamax..,
Ikutan olahraga Skateboard yang mulai ngetop.
Ikutan ngebreak pakai CB atau dua meteran, roger2 cherio, 73, 51, 88
Lagu Camelia-nya Ebiet G Ade, sempet juga masuk kuping.
Sempet ngalamin nonton drive-in di Ancol sama temen2.
Kalo ke Blok M, maen ke Aldiron atau maen pin-ball di KIA pojok.
Ikut beli kaset lagu lomba cipta Prambors, Badai Pasti Berlalu dan Prambors Band.


Tahun 1980-an:

Ngalamin tawuran antar SMA, akibat paling parah: SMA 9 dan SMA 11 Bulungan digabung jadi satu menjadi SMA 70.
Hampir semua kelas di sekolah membentuk vokal group.
Ampe bosen dengerin lagu Celebrate (Lake) atau Lady Valentine (David Gates), Susanna (Art Company).
Seragam sekolah, lengannya dilinting, pakai sepatu kets yang bagian belakangnya diinjak, model celananya baggy.
Bela-belain nonton Punk Modern Band, Acid Speed Band dan Solid 80 manggung, walau pas acara sering rusuh.
Kena wabah musik New Wave dan Punk, gara-gara The Police, The Mo, Madness
Yang cowok rambutnya gondrong Punk Rock, keriting diatas lurus dibawah, yang cewek rambutnya model talang
Yang cewek tergila-gila sama produknya Sanrio, Hello Kitty
Sering makan di roti bakar Edi atau Bakso Tennis Kumis di Jl. Darmawangsa.
Kenal idiom “ni yeee..”,
Yang SMA-nya tahun 1980 merasa wajib ikutan bimbingan tes Siky Mulyono, Teknos atau KSM, biar lolos ujian masuk perguruan tinggi yang disebut Proyek Perintis, yang kemudian diganti jadi Sipenmaru, ujiannya di Stadion Senayan.
Yang ABG suka nongkrong di Lipstik diskotek (disko pakai sepatu roda) atau Happy Day di Aldiron Plaza Blok M, yang rada gede nongkrongnya di Oriental, Stardust atau Ebony pas Ladies Nite,
Jadi pendengar setia acara radio Playboy Kabel, 12 Pas, Catatan si Boy di Prambors yang dibawakan oleh Epri, Artha Bangun, Iwan Haryono dan Ida Arimurti,
Ikut rush ngeborong kaset di Aquarius atau Duta Suara pada malam 31 Juni 1988, karena esok harinya harga kaset naik dari Rp.2.500 jadi Rp.4.500 atau Rp.5.000, setelah kaset bajakan dilarang.
Rokoknya Filtra atau Jarum rocker.
Mobil banyak diceperin, plus pakai stiker Turbo atau Mugen Power.
Tahu persis rute gaul, Sabtu sore di jalan Sabang hingga Menteng, sambil nungguin mobil ngebut. Minggu pagi ke Parkir Timur, Minggu sore JJS ke Melawai (sempet lihat yang jualan hamburger nggak).
Ikut naik ke atap rumah nonton gudang Marinir Cilandak meledak.
Permen karet jadi cemilan favorit niru gaya Lupus
Penyanyi Ria Angelina dan penyanyi JK Record lainnya naik daun.
Drama Losmen jadi tontonan favorit,
Kalau ke disko suka pesen lagu Break out atau Word Up ...

yang ngalamin ini semua pasti udah cogap ++ 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.