Sabtu, 27 Mei 2017

Terselip Hutan

ketika tubuhmu terikat pada bulu babi hutan
kau terombang-ambing seiring dengan lincahnya celeng itu blusukan

badanmu lecet dan kepalamu memar 
terkena ranting pohon
baru kau bisa tenang setelah dia tergoler dalam kubangan lumpur
dan kau pun demikian, mandi becek tanah
terselip dalam serat rambutnya yang kasar

baru kau tau gelapnya hutan 
dan tidur pun tak nyenyak
karena ada kutu sebesar dirimu
yang merasa terganggu denganmu yang menyelusup dan bertengger pada kulit babi

tangan dan kakimu yang berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari jeratan bulunya,
membuat berisik
kutu menjadi tidak tenang saat mulai mengebor untuk mendapat darah babi yang segar

demikian berat usahamu untuk bisa menyelundup ke dalam hutan
menyelidiki kehidupan para peri
yang hidup tersembunyi pada lereng gunung

berharap dedemit tidak tau kehadiranmu dengan cara menyelinap,
adalah suatu usaha yang sia-sia
dengan penciumannya yang tajam,
dia bisa melihat ada yang tidak beres terselip dalam bulu babi yang panjang itu

malam kian larut 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.