Senin, 08 Mei 2017

Sabtu

hari sabtu tak ada puisi
bunga-bunga juga prei
cuma ada speaker tahu bulat dari seberang jalan
dia terus salesa
padahal yang ku tunggu bunyi burung
atau tik-tik air bekas gerimis dini hari
bukan pasukan longdress putih menguasai jalan
berteriak karena tuhan menurutnya jauh
padahal tuhan sedang duduk di dahan pohon 
mendengarkan keluhan remeh-temeh manusia
sambil makan es krim
"hei tuhan, apa kabar?"
- aku menyapanya sok akrab
dia cuek, sambil tetap perhatiannya ke arah sisa sirup pada wadah plastik
"kan sudah ku bilang, 
hidup ini sia-sia, 
tapi kalian terus asyik berkelahi dari abad ke abad. 
tak ada yang dapat ku lakukan,
kecuali mendaur ulang kalian dari tanah"
- dia ngomong sendiri, bersungut-sungut
nampaknya pagi ini bukan hari yang baik
untuk menyapa tuhan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.