Sabtu, 27 Mei 2017

Nyawa

lantai yang putih rumah sakit
halimun dingin menyusup lorong panjang
getar kompresor AC
detak sepatu dari kejauhan
ibu-ibu berbisik
menanyakan sejak kapan dia sakit
dokter, selamatkanlah anak kami
stetoskop yang bergelantung pada seragam putih 
tak dapat menjawab
malaikat dengan sayapnya sudah menunggu di pojokan
alat pencabut nyawa sudah dikeluarkan dari tas kerjanya
dia masih muda, tuanku
jangan diambil dulu
namun dia hanya meredupkan matanya, 
pura-pura tak mendengar
saya hanya menjalankan perintah, dia berusaha menjelaskan
nyawa itu dimasukkan dalam toples
pelan-pelan atap rumah sakit itu terbuka,
memberi jalan untuk makhluk bersayap itu terbang dengan toplesnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.