Selasa, 30 Mei 2017

Minta Maaf

Salah satu ajudan Bung Karno (BK) bernama Maulwi Saelan mempunyai kisah menarik. 

Suatu hari ia berbantah-bantahan dengan BK. “Kalau marah, mata Bung Karno merah. Ia langsung masuk kamar,” katanya. 

Tak lama kemudian BK keluar kamar dan memanggil Maulwi  dalam bahasa Belanda “Komm je hier maar (Kemarilah kamu),” kata BK. 

“Mampus, saya pasti dipecat,” pikir Maulwi. Namun apa yang terjadi kemudian? 

“Kamu benar, maafkan saya,” kata BK meminta maaf pada Maulwi.

Kesediaan untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan, menandakan kebesaran hati si pemimpin.

Suatu saat jika kita dipercaya untuk menjadi pemimpin,  apakah kita sudah siap untuk rendah hati dan mau melayani?

Orang yang rendah hati tidak akan bersikap membenarkan diri. Ia menyadari dirinya toh masih manusia yang bisa saja khilaf. 

Jiwa yang kerdil melemparkan kesalahan pada orang lain, namun 
JIWA YANG BESAR mengakui KESALAHAN DAN MEMINTA MAAF

"Be civil to all, sociable to many, familiar with view, friend to one, enemy to none"
--- Benjamin Franklin

Selamat pagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.