Senin, 22 Mei 2017

Konflik Negeri

BELAJAR dari SEBUAH KONFLIK NEGERI

● Tadinya Suriah itu aman aman saja. Tidak ada konflik.
Namun ketika di temukan blok gas di Basin Levant  wilayah yang berada di Estern Mediteranian yang punya deposit sekitar 122 trilun kaki kubik gas dan minyak 1,7 miliar barel. 
Maka jadilah Suriah sebagai target sengketa perebutan SDA
Mengapa ?  .....
Suriah tidak mengizinkan exploitasi blok Gas itu di bawah Kendali USA, namun bermain mata dengan China dan Rusia melalui Aliansi dengan Iran.

● Tadinya Myanmar itu juga aman aman saja di bawah Junta Militer.
Namun ketika tahun 2004 Ditemukan gas bumi diShwe (Emas) Blok A1-Teluk Benga
Prakiraan deposit gas mencapai 5,6 triliun kubik yang tidak akan habis di Eksploitasi hingga 30  tahun, maka semenjak itulah bentangan Pantai sepanjang 1.500 km antara Teluk Bengal - Batas laut Andaman, Thailand menjadi ;incaran Negara Negara besar seperi China, Rusia dan USA, Eropa - Frances.

● Baik Suriah maupun Myanmar issue yang di kedepankan untuk memecah belah Bangsa itu adalah Masalah Agama dan Mazhab.

~ Di Suriah, 
Sunni dan Syiah di benturkan....

~ Di Myanmar 
Budha dan Islam di benturkan....
Hanya saja Myanmar mampu mengendalikan Konflik karena kekuasaan di bawah Junta Militer yang di dukung penuh oleh China dan Rusia. 

Sementara Suriah, China dan Rusia tidak langsung mendukung tapi menggunakan Iran sebagai Proxy, yang justru semakin mengobarkan Api perpecahan. 

● Jadi issue Agama atau Mazhab, itu salah satu yg harus di waspadai..

Semua karena Uang dan Uang. 
Dan hanya orang Bodoh dan Terbelakang sangat mudah di jadikan Kayu bakar hanya karena Issue Agama dan Mazhab. 

● Lalu Bagaimana dengan INDONESIA...?

Rencana Pemerintah Jokowi tidak memperpanjang kontrak Freeport, New Mont, blok Gas di Natuna dan Ambalat dengan USA adalah sarana empuk untuk membuat isu sara dan pertikaian antar golongan di negeri ini 

Semoga ini jadi pelajaran bagi Kita Semua....

Karena sejak Blok Masela di kuasai Pemerintah dan tekad Pemerintah tidak akan memperpanjang Freeport di Papua, maka keadaan politik dalam Negeri berpotensi di obok obok oleh asing melalui issue SARA....

Kita harus sadar ini dan harus jadi Garda terdepan melawan segala Provokasi yang bisa mengadu domba kita....

Mari, Perkuat Persatuan dan Kesatuan untuk Kejayaan Negara dan Bangsa. ❤


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.