Kamis, 25 Mei 2017

Ki Lapidin

SARWA KI LAPIDIN, GELARAN PEMBUKA FESTIVAL KI LAPIDIN DIMULAI HARI INI.

Gaung Festival Ki Lapidin tokoh pahlawan folklore lokal Pakaleran yang diangkat kisahnya dalam fiksimini karya Aan Ikhsan Gumelar berjudul Ki Lapidin terus menggema.

Kisah Ki Lapidin menguak perjuangan heroik romantik seorang jawara Sunda saat membebaskan rakyat Subang dari cengkeraman penjajahan berkedok bisnis Kolonialis VOC melalui perusahaan Pamanukan & Tjiasem Land (P&T Land).

Rakyat Subang yang pada saat itu tidak dapat melakukan perlawanan langsung terhadap penindasan Kolonialis Imperium Belanda, menaruh harapan kepada Ki Lapidin yang menanamkan sikap Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh dalam pergerakannya, untuk membebaskan masyarakat dari jerat belenggu penjajahan.

Namun apa daya penghianatan terhadap perjuangan Ki Lapidin justru datang dari Urang Subang sendiri yaitu Sarkawi. Bukan jawara namanya jika Ki Lapidin tidak lihai menghadapi ancaman Sarkawi dan intrik Kolonialis.

Ki Lapidin bisa mengakhiri penghianatan Sarkawi harus menebus perjuangan dengan nyawa. Ki Lapidin dihukum gantung dengan dakwaan sebagai ekstrimis. Permintaan terakhir Ki Lapidin diperdengarkan lagu Kembang Gadung, hingga saat ini menjadi lagu sakral seniman Subang dan Jawa Barat di setiap pentas sebagai penghormatan kepada Ki Lapidin.

Festival Ki Lapidin yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu Workshop Penulisan Basa Sunda, Bedah Buku Ki Lapidin, dan Revitalisasi Pantun digelar di Subang hingga Juli 2017 mendatang.

Acara pembukaan sendiri dilaksanakan hari ini (24/5) pukul 19.30 malam di Sanggar Seni Ringkang Nonoman, Jalan Panji, Blok Kartadara no 215 Kelurahan Cigadung Subang.

Acara ini digelar sebagai partisipasi para pegiat budaya yang menaruh perhatian khusus kepada kebutuhan dibentuknya identitas budaya Kabupaten Subang. Diharapkan melalui kegiatan Festival Ki Lapidin mampu merangsang inspirasi kreativitas dan inovasi semua pihak untuk bersama menegakkan pondasi budaya. "Mari budayakan budaya Subang Berbudaya," papar Nandang Kusnandar, Project Director Festival Ki Lapidin, Selasa (23/5) malam.

Bagi para peserta dan pengunjung yang hendak menghadiri acara pembukaan Festival Ki Lapidin dihimbau untuk mengenakan busana dan aksesoris yang mewakili identitas budaya Sunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.