Sabtu, 13 Mei 2017

Hands on Heart

Video ini saya rekam 31 Maret 2017 di Singapura, salah satu pemimpin umat Agama Islam Imam Nalla Mohamed Abdul Jameel di Singapore melakukan kesalahan dan meminta maaf karena telah berkhotbah dengan isi khotbah yang menebar kebencian kepada penganut agama lain. 

Saya dan rekan saya Noor Huda Ismail atas Izin Imam Masjid Baalwi Imam Habib Hassan one of respected Muslim leader di singapore kami bergabung masuk langsung bersama Tim Mediasi Perdamaian antar umat beragama pada Kasus Khotbah Penyebar kebencian yang dilakukan oleh Imam Masjid tersebut. 
Imam Nalla Mohamed Abdul Jameel (47), seorang guru agama yang membuat pernyataan ofensif terhadap umat Kristen dan Yahudi saat khotbah, didenda US$4.000 (setara Rp53,3 juta) oleh Pengadilan Negeri Distrik Jasvinder Kaur, Singapura.

Ia mengaku bersalah karena telah mempromosikan permusuhan antara kelompok yang berbeda atas dasar agama, serta melakukan perbuatan merugikan yang menyebabkan disharmoni.
Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Singapura, seperti dikutip situs Straitstimes, Senin, 3 April 2017, Imam Nalla bisa saja dipenjara selama tiga tahun plus denda. Namun, karena langsung meminta maaf dan mengakui perbuataannnya, maka hukuman Imam Nalla hanya denda administrasi.

Pada Februari 2017, dalam video yang diunggah ke Facebook memperlihatkan ia sedang membaca doa dalam bahasa Arab yang mengatakan “Tuhan membantu kita melawan Yahudi dan Kristen.”

Sementara, Dewan Agama Islam Singapura (MUIS), yang dibantu kepolisian dalam penyelidikan, mengatakan tidak ada ruang untuk mempromosikan intoleransi, permusuhan atau kekerasan terhadap komunitas lainnya.   

Ketika Imam meminta maaf ia menangis, 6 pemimpin agama yang lain yg diminta maaf pun terharu biru, kesedihan seperti ditanggung bersama sama oleh mereka.

Kalau peluk pelukan gini kan enak. adem. dan tidak dimanfaatkan pihak pihak tertentu yg mengambil keuntungan dr kesalahan sang Imam.

Tidak perlu turun ke jalan, semua dapat diselesaikan dengan baik didalam ruangan, tidak perlu gaduh bila mau saling memahami. 

Percayalah Semua konflik bisa diselesaikan karena antar umat apabila kita saling Menghargai dan saling Menghormati. 

Acara ditutup dengan makan pagi bersama. Denda yang dikenakan kepada sang Imam oleh pemerintah Singapore kemudian dibayarkan dengan sumbangan beramai ramai warga singapore lintas agama secara swadaya yang menginginkan perdamaian selalu hadir di Singapura. 

"semua yang baik kita harus contoh, yang jelek jangan."

salam Perdamaian,
Sahala MT. Pandjaitan

#handsonheart

http://www.channelnewsasia.com/news/singapore/police-report-lodged-over-remarks-made-by-imam-on-christians-and-7616186


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.