Jumat, 05 Mei 2017

Gila & Bajingan

Dibaca sampai tuntas ya .......... Naiknya Jokowi menjadi RI-1 adalah sesuatu yang ajaib (Miracle). Tak banyak pihak yang yakin jika Jokowi berhasil menjadi Presiden.

Menjelang Pilpres 2014 lalu, Singapura, negara2 Eropa dan Amerika, sangat yakin bahwa Prabowolah yang menjadi penguasa Indonesia selanjutnya

Prediksi itu membuat Singapura lebih banyak diam, kurang agresif dan enggan ikut ‘berMain’ di Pilpres 2014 lalu.

Dalam Strategi dan kebijakan politik luar negeri Singapura, Indonesia diPrediksi hingga sepuluh tahun ke depan, tidak akan banyak berUbah.

Dalam Analisis para pengambil kebijakan politik negeri Singa itu, Prabowo tidak akan Mampu membuat terobosan2 baru untuk memajukan Indonesia.

Hal itu karena orang2 di sekitarnya dan lebih2 para Elit pendukungnya, adalah orang2 Lama & Khianat yang terbiasa dengan Gaya hidup Priyayi dan Akrab dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Jika keadaan Indonesia seperti itu, maka Singapura tetap Jaya dan posisinya sebagai Number One Pengendali Ekonomi ASEAN tak tergoyahkan dan tanpa takut diSaingi oleh Indonesia.

Selama ini, Singapura sangat Nyaman dan menikmati keMakmuran yang setara dengan Negara2 Barat.

Salah satu penyebabnya adalah karena keBodohan Negara tetangganya, Indonesia.

Kendatipun Singapura adalah negara yang Miskin Sumber Daya Alam, namun berkat keLihaiannya, Singapura berhasil keluar sebagai Negara Maju dengan pendapatan perkapita $ 40.000 dollar per tahun.

Sekarang Singapura dikenal sebagai salah satu Pelabuhan tersibuk di Dunia, pusat Bisnis, pusat Teknologi dan tempat penukaran mata uang Asing terbesar ke Empat di Dunia dan menjadi negara yang terkenal Inovatif dan Efisien dalam pengelolaan Ekspor dan Pariwisata.

Penduduk yang menetap di Singapura, sebagian kaum2 Eksekutif Elit dari berbagai perusahaan2 Multinasional kelas Dunia.

Bagi kaum Kaya dan para Pejabat2 Korup Indonesia, Singapura adalah Surga Belanja, berObat dan Jalan2. Ada 4,5 juta Wisatawan Indonesia dari total 15 juta Wisatawan yang disedot oleh Singapura setiap Tahun.

Para Pejabat dan orang2 Kaya Indonesia menJadikan Singapura sebagai tujuan Wisata Luar Negeri yang Utama.

Mereka Umumnya tinggal di Hotel2 Mewah atau tinggal di Apartemen2 dan Kondominium2 dg Harga seLangit yang telah mereka Beli.

Fakta menunjukkan bahwa sepertiga Lebih Pemilik Property2 di Singapura adalah orang Indonesia.

Singapura dalam dua dekade terakhir telah berhasil menyulap berbagai Perguruan Tingginya menjadi yang terkemuka di Dunia.

Hal itu membuat 20 ribu an pelajar Indonesia memilih menempuh Studi di berbagai Universitas Singapura.

Selain itu, Singapura telah berhasil menyulap berbagai Rumah Sakitnya menjadi Pusat pengObatan terkemuka di Asia.

Hal yang kemudian membuat Jutaan Masyarakat Indonesia ber Bondong2 ke Singapura setiap Tahun untuk berObat.

Berkat keMajuan perAlatan Navigasinya, Singapura berhasil memperdayai Indonesia untuk menguasai Zona Terbang yang menCakup Wilayah Indonesia.

Menurut data dari Kementerian KeSehatan, 50% Lebih Pasien Asing di Singapura berasal dari Indonesia. Itu berarti bahwa Duit Indonesia terus meNgalir ke Singapura tiap Tahun.

Karena Singapura sangat melindungi para Investor2nya, maka tak Heran jika ada 4 ribu Triliun Rupiah Lebih duit WNI diparkir di sana, termasuk Aset2 para Koruptor.

Bagi Singapura yang tidak mempunyai Sumber keKayaan Alam, Aset2 Koruptor yang diSimpan di Negaranya merupakan Investasi Penting.

Itulah sebabnya Singapura tidak pernah mau meNandatangani perJanjian Ekstradisi para Koruptor dari Negerinya ke Indonesia.

Situasi Politik yang kurang Stabil di Indonesia, justru diInginkan dan akan diManfaatkan Betul oleh Singapura.

Jika terjadi huru-hara yang meNgerikan di Indonesia, pasti Tujuan pertama WNI untuk meNyelamatkan diri adalah Singapura.

Selain karena letak Geografisnya yang dekat dengan Indonesia, juga tingkat keAmanan Super Tinggi yang diJamin oleh Pemerintah Singapura.

Fakta2 pesta pora Singapura ketika Indonesia dilanda Krisis dapat dilihat dari Sejarah kelabu Indonesia tahun 1998.

Ketika Indonesia dilanda Krisis 1997-1998, Singapura Benar2 Untung Besar di tengah penDeritaan Indonesia ketika itu.

Pada saat itu, Singapura berhasil menJarah Aset2 Indonesia yang kemudian mendatangkan keUntungan luar biasa bagi Negeri itu.

Aset2 Indonesia yang berhasil diEmbat oleh Singapura antara lain, Telkomsel, Indosat, BII, Bank Danamon, DLL .

Lewat Bank Internasional Indonesia (BII), Singapura untung Rp 8,15 triliun karena menjual Sahamnya ke Maybank senilai Rp 13,5 Triliun.

Padahal ketika Temasek membeli BII pada tahun 2003, Temasek hanya mengeluarkan modal Rp 2,2 Triliun. Hal yang Sama dengan bank Danamon.

Nilai jual bank Danamon sekarang sudah menCapai Rp 50 triliun.

Padahal ketika Temasek memBelinya pada tahun 2003 lalu, hanya senilai Rp 3,08 Triliun.

Tentu saja Singapura sangat Girang jika Indonesia bangkrut, karena akan meNambah Duit2 WNI yang terSimpan di perBankannya.

KeSuksesan Singapura memPecundangi Indonesia pada Krisis tahun 1998 itu, dicoba diUlangi kembali pada tahun 2015, ketika Jokowi telah menjadi RI-1.

Singapura kembali menCoba untuk mengGoyang perEkonomian Indonesia dengan berBagai cara.

Salah satu Ekonom ternama Nanyang Business School Singapore, Lee Boon Keng, meLempar Isu2 meNakutkan dengan mengatakan bahwa bahwa nilai tukar Rupiah bisa Ambruk hingga Rp 25 ribu/dolar AS jika Federal Reserve mulai melakukan Normalisasi keBijakan Moneternya.

Pernyataan Lee Boon Keng itu, kemudian meNimbulkan keKhawatiran di Masyarakat Indonesia.

Di bulan Juli-Agustus 2015, masyarakat Indonesia Ramai2 memBeli dollar SGP & Amerika.

Akibatnya, Nilai tukar Rupiah berhadapan dengan US$ Dollar pada akhir September 2015  menyentuh angka Rp. 15.000 Rupiah per Dollar.

Nah keadaan inilah yang diInginkan Singapura. Jika Indonesia Bangkrut, lalu warga Kaya Indonesia akan Khawatir dan diPastikan terus meMarkirkan Dananya ke Singapura.

Aksi2 Busuk yang dilakukan Singapura tidak hanya sekali saja seperti yang dilakukan oleh Lee Boon Keng di atas. Pada 17 Juni 2015, Business Times, koran milik Strait Times yang dikelola Pemerintah Singapura secara terang menurunkan sebuah artikel berJudul ‘Indonesia, Malaysia at risk of Repeating 1997-98 Meltdown.

Isinya kurang lebih meNegaskan bahwa Indonesia bersama Malaysia akan mengAlami Krisis Parah seperti pada tahun 1998.

Jelas Isu ini Sengaja diLempar dengan Motif2 Ekonomi. Karena jika Indonesia terkena Krisis, Singapura bisa Kembali berpesta-pora menJarah Aset2 Indonesia yang Luar biasa dan Vital itu.

Skenario Singapura untuk kembali memBangkrutkan Indonesia di tahun 2015, ternyata Gagal Berkat keJelian, keUletan dan Optimistis Besar Jokowi.

Singapura rupanya Lupa bahwa Jokowi yang berhasil mengalahkan Prabowo, diDukung Luar biasa Jutaan Rakyat Indonesia dari Dalam dan Luar Negeri.

Saat Pilpres 2014 lalu, Jutaan Rakyat dilanda Euforia Gegap-Gempita Rela mengGerakkan Kaki2 Mereka menuju Kotak Suara dan Sntre untuk memBerikan Suaranya kepada Jokowi.

Daya pikat Jokowi sebagai ‘Sang Harapan Baru’ (new Hope) sebagaimana ditulis oleh majalah Times itu, adalah Harapan Baru Rakyat Indonesia yang sudah Lama diHina Negara2 lain termasuk Negara Kecil Singapura.

Kini mereka ingin perUbahan, ingin merUbah Basib lewat seorang Pemimpin Ndeso yang meRakyat, Bersih, Tulus dan punya Impian Besar ke Depan.

KeMenangan Prabowo yang sudah di depan mata pun, diAmbil Alih secara Heroik oleh Jokowi lewat People Power.

Sesaat setelah Jokowi diLantik menjadi Presiden, maka saat itu juga maka Perang Heroik ala Jokowi Mulai.

Lewat ‘Jenderal’ Wanita berMental Baja, Susi Pudjiastuti, Jokowi langsung menghajar perUsahaan2 ikan di Thailand, Singapura, Philipina , China, Vietnam yang banyak berGantung pada Hasil ikan Indonesia.

Negara2 itu sekarang menJerit. Hingga kini sudah lebih 700 kapal milik Negara Asing telah diTangkap dan diTenggelamkan oleh Menteri Susi.

Jokowi meLancarkan Perang gila yang berSejarah untuk meNyelamatkan keKayaan2 Alam Indonesia yang berNilai 200 Triliun Lebih per Tahun dari penCurian2 ikan.

Wajar jika ada Isu bahwa Menteri Susi Mau diSuap 5 Triliun agar Mau Mundur dari Kursi Menteri keLautan.

Integritas Menteri Susi pun telah meLuluh Lantahkan para Mafia2 ikan di dalam & Luar Negeri yang sebelumnya telah Lama berPesta-Pora atas hasil keKayaan Laut Indonesia.

Pun Jokowi Berani memBubarkan Petral yang Sangat2 tidak Efisien yang berKantor di Singapura, memBekukan PSSI dan meLawan berBagai Mafia2  Pangan.

KeTertinggalan jauh Indonesia dari Singapura semakin meMICU Semangat *Gila* Jokowi untuk meMacu Pembangunan2 Infrastruktur.

Jokowi kemudian secara Masif memBangun Jalan2 Kereta Api, jalan Tol, Jalan Negara, Tol Laut, Pelabuhan2 Udara dan Laut.

DiBangunnya Infrastruktur yang mengHubungkan seluruh Pulau2 Besar di Indonesia Jelas akan membuat Geliat perEkonomian Indonesia kembali Lancar.

Biaya2 akan banyak terPangkas, waktu bisa lebih diPerkirakan dan Jauh lebih Efsien yang Dampaknya Ekonomi akan berKembang Pesat.

Dalam Impian Jokowi, jika waktu Bongkar muat (Dwelling Time) sudah Setara Efisiennya dengan Singapura, maka Goyahlah perEkonomian Negara itu.

Ketika Efisiensi Bongkar muat terCapai dan Setara dengan Singapura saja, maka bisa diPastikan Julukan Pelabuhan di Singapura sebagai Pelabuhan terSibuk akan Pelan2 Pudar.

Selain itu, ketika Infrastruktur pada Sektor2 Pariwisata Selesai, maka Wisatawan2 Luar PASTI akan Banyak terSedot ke Indonesia yang Kaya akan Budaya & Lokasi2 Eksotik sementara Singapura mulai Pudar yang Miskin Budaya.

Kemudian dalam Hitungan Tahun ke Depan, Jokowi akan kembali mengAmbil Alih peNguasaan Zona Terbang yang Sekarang diKuasai oleh Singapura.

Jokowi jelas geleng2 kepala dan tidak habis berPikir, mengapa Indonesia setiap kali Terbang di Wilayah Sendiri harus Lapor ke Otoritas Penerbangan Singapura.

Ini Jelas2 & Benar2 telah meng Injak2 Harga Diri Bangsa.

Gebrakan2 Hebat Jokowi dalam memBangun Infrastruktur2 , memBasmi dan mengHukum Gantung para Pengedar Narkoba dan meLawan para Koruptor2 mulai meNunjukkan Hasil.

Lewat berbagai keBijakan2 memangkas Birokrasi2 Konyol yang memperMudah Investasi, Indonesia Jelas2 kini menjadi Idola Baru diDunia Investasi dan bukan lagi Singapura.

Sebagai tindak lanjut dari Julukan Idola itu, Jokowi sekarang Terus meNyiapkan & MeNgembangkan Bandar Udara Soekarno Hatta dengan meLipat Gandakan Kapasitasnya, memBuka berbagai Pelabuhan2 Udara lain berSkala Dunia.

Pelabuhan Laut Khusus Barang Sei Mangke berTaraf Internasional di Sumatera Utara, adalah salah satu upaya meNyaingi Singapura di Selat Malaka.

Ketika Ekonomi Indonesia Bangkit, maka akan diIkuti oleh keKuatan Militer yang Hebat.

Jika Militer Indonesia Kuat, maka Bangsa2 Lain seperti Singapura dan Malaysia Dll tidak lagi Berani meMandang Remeh Indonesia.

Sekarang, dengan Anggaran yang masih Minim, Indonesia sudah Bisa menJadi Negara dengan keKuatan Militer terKuat di ASEAN dan Urutan terKuat nomor 12 di Dunia.

Bisa diBayangkan jika Undang2 Tax Amnesty yg DiPastikan Sukses , maka ada keMungkinan Duit2 WNI sebesar 4.000 Triliun di Singapura dan 11,4 ribu Triliun di seluruh Dunia akan Kembali ke Indonesia.

Itu jelas akan memBuat perTumbuhan Ekonomi Dalam Negeri meLonjak Tinggi di atas 12%, meNgalahkan India dan China seKaligus TerHapus peNgiriman TKI2 yg Kerap diSiksa di LN .

Sepak terjang Jokowi di Kancah Internasional & Nasional beSerta Jajarannya , terus diIkuti oleh Para Pemimpin2 Daerah yg Mulai Clean seperti Sosok2 Ahok di Ibu Kota Jakarta , Risma di Surabaya , Ridwan Kamil di Bandung jg Bakal diIkuti Pemimpin2 Lain yang (Mudah2an) Rakyatnya mulai Smart meMilih nya diBarengi Semangat Aparatur2 KeAdilan yg Bersih  .

Ahok jelas2 tidak keberatan ketika ada sebuah buku berjudul: “Ahok Sang Pemimpin Bajingan” karya Maksimus Ramses Lalongkoe dan Syaefurrahman Al-Banjary menjuluki Ahok dengan julukan ‘Bajingan’.

Dalam buku itu, diBeberkan bagaimana Ahok sebagai Pemimpin Bajingan dalam tanda petik menjadi Pemimpin para Bajingan2 di Jakarta.

Gaya Ahok dalam meMimpin ibu kota Jakarta memang Luar Biasa.

Ia sama sekali tidak mengenal Takut untuk mengGusur Pemukiman2 Kumuh Illegal yg berdiri di atas Tanah2 Negara, meLawan para Preman2 , PKL liar, meLawan Anggota2 DPRD yang Korup dan meNegakkan Aturan2 Pro Rakyat & Negara .

Ahok dengan keGilaan2nya dan ‘keBajingannya’, berUsaha memBangun Jakarta dg Tatanan Benar meNyaingi Singapura.

Impian Ahok untuk mendirikan Rumah Sakit Kanker di Sumber Waras terus mengGebu walaupun terus diTentang oleh Lawan2 Politiknya.

Jelas dalam meNata Wilayah Jakarta, Ahok memang harus Gila dan harus Bajingan.

Kelompok2 yang selama ini Nyaman berPesta-Pora atas uang APBD Jakarta terus meNembaki dan meNyerang Ahok.

Padahal Misi Besar JOKOWI - AHOK adalah menJadikan Jakarta sebagai salah satu Kota Standar Dunia (the World Class City).

Impian untuk membangun Giant Sea Wall di Teluk Jakarta agar Jakarta tidak Tenggelam menjadi Misi Besar Ahok.

Jika Impian itu menjadi keNyataan dalam Hitungan tahun ke Depan, maka Jakarta akan meNyaingi Singapura dengan seGudang Fasilitas2 Standar Dunia.

Kelak, jika Semua2nya sudah ada di Jakarta, maka Rakyat Indonesia tidak perlu lagi berObat ke Singapura, tidak perlu Studi ke Negara Mana pun karena Kwalitas yang Sama ada di REPUBLIKπŸ‡²πŸ‡¨

Impian Gila Jokowi menJadikan Indonesia Negara Maju bukan hanya Mimpi atau Isapan Jempol.

Pada tahun 2030 mendatang, Indonesia Sangat berPeluang menjadi Negara Tujuh Besar kekuatan Ekonomi Dunia meBgalahkan Jerman dan Inggris.

Berdasarkan Tiset the Economist 2012, Indonesia diRamalkan akan menJadi salah satu Negara Maju dengan penDapatan perKapita 34 ribu US$ πŸ™.

PerTumbuhan Ekonomi Indonesia tahun 2015 lalu sebesar 4,8 persen, menjadi Salah satu Indikator bahwa Negara ini memang sedang Tumbuh.

Bila Indonesia berhasil memBangun Infrastruktur jalan Darat dan Laut , Berhasil meNgelola Sumber2 Daya Alam dengan Efisien, maka Indonesia di Mata Dunia adalah Masa Depan.

Sebuah Investasi yang Menarik dan mengUntungkan dan akan berPeran sangat Besar di Kawasan.

Nah inilah yang meNakutkan Singapura. Jelas bukan Sekarang, tetapi 5-20 tahun lagi.

Singapura jelas keTakutan jika keJayaannya Hilang sebagai pengendali perEkonomian di Kawasan ASEAN.

Jelas jika Semua2 telah diMiliki oleh Indonesia, maka Peta peNguasaan Ekonomi ASEAN bahkan sampai Asia Pasifik akan berada di Tangan Indonesia.

Maka tak Heran jika Singapura mulai berTindak & berPikir Keras Bagaimana meNina-Bobokan Indonesia Lg .

Para Agen2 , Intelijen Singapura terus Sibuk berPikir dan Sibuk meNgeluarkan Dana Besar untuk memBeli Pejabat2  yang Bisa diBeli supaya meLemahkan Pemerintahan yang Ada.

Mereka juga mempunyai Koneksi LSM2 Lapar & Jahat di Indonesia yang bisa berTeriak2 Keras yang terus meNyerang & meLemahkan yPemerintahannya.

Singapura Berani untuk meLemahkan Indonesia karena Negara Kecil ini diBekingi oleh Sekutu2nya Amerika dan Inggris.

Singapura-pun Belajar dari Israel di Timur-Tengah yang telah Mampu menDikte Negara2 Tetangganya.

Caranya, Indonesia terus2an diGanggu dengan mengHidupkan Isu2 Sektarian, Teroris dan Radikalisme melalui Dana2 yang diSalurkan di berBagai LSM2 dan Ormas2.

Singapura bekerja sama dengan Barat akan Terus berUpaya agar Indonesia Terus Ribut , berAntem , Kacau , Rusuh , Agar Lemah dan keHabisan Energi.

Dengan begitu Indonesia Sulit Fokus meMajukan perEkonomian & meMakmurkan Rakyat2nya. Indonesia seperti Sejarahnya pada masa lalu, Sibuk berKelahi , diAdu Domba ,  berTengkar dan Lupa memBangun Bangsa & Negaranya.

Selama ini Pemerintah Sulit memBubarkan Ormas2 atau berbagai Organisasi itu karena Mereka meMakai Agama sebagai Tamengnya.

Jika Isu2 Busuk (Rasisme , Sektarian Dll) itu berhasil diPadamkan Pemerintahan Jokowi, maka Pemerintah akan Bisa Fokus memBangun tanpa Gangguan2.

Maka ketika Saya melihat Etos Kerja Jokowi dan Ahok yang Luar Biasa dalam memBangun Bangsanya Dlm 1-2 tahun ini , Saya akan Berani meNyebut keDuanya GILA dan BAJINGAN, dalam tanda Petik.

Jika keDua orang itu sudah Gila dan Bajingan dalam memBangun Bangsa ini, maka kepada yang lain2, diHarapkan Bangun dari Tidurnya.
πŸ‡²πŸ‡¨πŸ‘ŒM E R D E K A πŸ’―%πŸ‡²πŸ‡¨

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.