Selasa, 16 Mei 2017

Buku bukan Agama

Beberapa tahun yang lalu, ada kejadian dimana seorang tentara Amerika tanpa sengaja merobek dan membuang Kitab Suci agama tertentu begitu saja ke dalam Toilet.
Berita tersebut masuk ke media di seluruh dunia. Seakan2 si Tentara telah melakukan Kejahatan Extrem.

Tak lama kemudian Ajahn Brahm (seorang Biksu Kepala di Australia) ditelepon seorang wartawan Australia, yang sudah menanyai semua pemimpin berbagai aliran agama & kepercayaan dgn pertanyaan yg sama, yaitu soal kitab suci dirobek dan dibuang ke Toilet.

Si wartawan bertanya hal yang sama pada Ajahn Brahm.
"Ajahn Brahm, apa yang akan Anda lakukan seandainya ada orang yang merobek lembaran Tipitaka & membuangnya ke Toilet ??"

Beliau menjawab, saya akan panggil tukang untuk membersihkan toilet dan mengangkat kitab suci itu. Supaya toilet tidak buntu.
Wartawan itu tertawa dan mengatakan ini baru jawaban yang masuk akal.

Selanjutnya beliau mengatakan:
"Saya menjelaskan, seseorang mungkin bisa meledakkan banyak patung Buddha, membakar Vihara atau membunuh Bhiksu dan Bhiksuni, mereka mungkin menghancurkan semuanya, tetapi saya tidak akan pernah membiarkan mereka menghancurkan Ajaran Buddha.

Kalian bisa saja membuang Kitab Suci ke dalam toilet, tetapi saya tidak akan membiarkan kalian membuang pengampunan, kedamaian, dan welas asih ke dalam toilet.

Buku bukanlah Agama, demikian juga dengan patung, bangunan dan para pemuka agama. Ini semua hanyalah "kontainer"

Apa yang telah buku ajarkan kepada kita? Patung itu merepresentasikan apa?
Kualitas apa yang seharusnya diwujudkan para pemuka agama? Inilah yang disebut dengan "isi"

Ketika kita dapat mengetahui perbedaan antara "kontainer" dan "isi", maka kita akan mampu mempertahankan "isi" meskipun kontainernya telah dihancurkan.

Kita dapat mencetak lebih banyak buku, membangun lebih banyak Vihara dan patung-patung, bahkan melatih lebih banyak Bhiksu dan Bhiksuni, tetapi ketika kita kehilangan cinta kasih dan rasa hormat kepada sesama dan diri kita sendiri dan menggantinya dengan kebencian, maka keseluruhan agama itu telah jatuh ke dalam toilet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.