Rabu, 26 April 2017

Ko Hary

Ko Hary, 15 tahun lalu waktu ketemu dirimu pertama kali, kamu adalah salah satu pengusaha yang saya kagumi. Kamu bangun RCTI dengan tangan kosong. Kamu wong ndeso, Tulungagung cuk, yang membanggakan. Memulai bisnismu dengan naik motor dan angkot bersama ce Liliana yang cantik ...kalian pasangan serasi dunia dongeng. Meski lek pas ngomong Jowo bosomu koyo tukang becak ndek prapatan pasar, saya terinspirasi dengan kerja kerasmu.

Tapi ko setelah melihat kiprahmu di Pilkada DKI, saya ngeri ko. Demi kekuasaan kamu lakukan segala cara yang jauh dari ajaran Yesus yang dulu selalu kamu kotbahkan. Kamu pakai isu anti Cina, tegone ko, kowe dewe lak wong Cino. Mengorbankan orang Cino kere untuk diganyang tidak apa-apa ya? Situ enak ko, kalau ada huru hara aman. Iso miber numpak heli. Wong Cino seng njogo toko ndek pasar seng untung mak cepek nopektun seng dadi sasaran.

Selain itu Ko, untuk memuluskan jalanmu menuju kursi RI 1 teganya kamu MERUSAK agama orang lain untuk jadi alat politikmu. Kamu pasti cekikinan sama Trump dan kronimu melihat orang membela agama sampai nangis nangis. Kamu pasti mesam mesem minum cognac seharga 50 juta ambek konco-koncomu melihat orang Islam saling cakar, saling tonjok. Umat kamu pakai untuk mainan. Hatimu terbuat dari apa? Kamu memang pemilik 60 stasiun TV daerah, 4 TV Nasional, dan berbagai media lain untuk mencekoki rakyat Indonesia dengan propagandamu. Tapi kenapa bawa bawa agama?

Kamu tahu tanpa uang untuk menggerakkan masa tidak akan ada masa yang protes marah kepadamu. Kamu juga tahu rakyat itu punya herd mentality, boso Jowone mental wedhus, yang bisa kamu dan konco koncomu giring. Kamu juga tahu rakyat itu mudah amnesia, lalian. Tahu nggak ko, bahkan sampai ada para perempuan yang nyetus percaya kamu bakal masuk Islam dan bakal berpoligami sebelum maju menjadi RI 1 (mungkin mereka berharap bisa jadi mboknom mu). Saya marah ko. Saya marah atas nama sahabat-sahabat muslim saya yang agamanya kamu pakai dagelan.

Di depan media asing kamu berani buka bukaan karena kamu tahu ko mayoritas rakyat Indonesia ora iso boso Enggres, ora ngerti blas. Yo wes, akhir kata....terserah karepmu. Wong sak negoro nyotone iso mbok akali. Tidak takut neraka? Pasti tidak karena para "ahli surga" sudah bertekuk lutut di bawah kehangatan ketiakmu.


Copas dari postingnya Mbak Ines Setiawan.
Orang Jatim pasti ngerti 😛
===================================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.