Minggu, 19 Maret 2017

Tembakau & Ciu

Tembakau dan Ciu dari Teater Kedai

TEATER Kedai (Jakarta) menghadirkan dua naskah pertunjukan tunggal berjudul Tembakau dan Ciu. Dua naskah itu dipentaskan di ujung Hari Teater Dunia yang diselenggarakan di Solo pada 25-27 Maret 2017. Teater Kedai dijadwalkan naik panggung pada hari terakhir festival yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut tersebut. Tahun ini, acara tahunan yang berlangsung sejak tiga tahun silam tersebut diikuti oleh puluhan kelompok teater dari berbagai kota di Indonesia. 

Tembakau adalah adaptasi dari On The Harmful Effects of Tobacco karya Anton Chekhov. Naskah ini dipentaskan oleh Rizqy Aditya dan disutradarai oleh Gladhys Elliona. Sebagai sebuah adaptasi, Tembakau banyak mengalami penyesuaian dengan situasi hari ini. Dengan tetap berusaha setia pada naskah aslinya, Tembakau disajikan dengan tidak mengubah bangunan utama cerita karya Chekhov yang ditulis pada 1902 itu.

Lalu, Ciu adalah naskah yang ditulis oleh Hendromasto dan dipentaskan oleh Fitria Sari dengan sutradara Arief Sufyan. Pada Ciu, kelindan presentasi tentang ciu dan representasi paparan minuman keras tersebut kepada peminumnya menjadi nadi pertunjukan ini. Presentasi Ciu sedikit memaparkan sejarah minuman tersebut dan situasinya kini, sedangkan representasi dalam naskah ini menyitir 10 tingkat kemabukan yang dicukil dari Serat Centhini. 

Dua naskah ini menjadi pertunjukan pertama Teater Kedai di tahun 2017. Tahun lalu, Teater Kedai pernah membawakan Barabah (Motinggo Busye) dan Penagih Hutang (Chekhov) di Teater Salihara dan Taman Budaya Lampung. Lalu, pada akhir 2016 dua anggota Teater Kedai menyajikan pertunjukan tunggal Kucing Hitam adaptasi dari The Black Cat karya Edgar Allan Poe di Sala Monolog. 

Teater Kedai adalah kelompok amatir yang berdiri pada 2016 di Jakarta. Sehari-hari, sebagian besar anggota Teater Kedai tidak memiliki aktivitas yang berdekatan dengan dunia seni peran. Kehadiran mereka di atas panggung pertunjukan menunjukkan bahwa sejatinya teater adalah milik publik yang memberikemungkinan kepada semua orang untuk dapat bersentuhan langsung dengan seni peran. (*)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.