Minggu, 19 Maret 2017

Mabuk Cinta

Berikut adalah sebuah kisah tentang Laila dan Majnun.

Pada suatu hari orang tua Laila mengadakan acara tasyakuran dirumahnya, semua penduduk kampung diundang tak terkecuali juga Majnun yang menaruh hati sangat dalam pada Layla.

Setibanya Majnun di acara tersebut, dia langsung ikut antrean sebagaimana tamu lainnya untuk mengambil sajian yang disediakan keluarga Layla. Kebetulan yang melayani tamu di meja makan tak lain adalah Layla sendiri.

Satu demi satu langkah Majnun semakin dekat dengan meja makanan itu dan jantung majnun semakin berdegup kencang ketika melihat paras cantik sang kekasihnya yang sedang melayani para tamu itu.

Sambil kedua tangannya memegang piring, Majnun terus pelan melangkah mengikuti antrean dan sampailah ketika didepan Layla kekasihnya.

Jantung Majnun tambah berdegup kencang bagaikan genderang perang serasa ingin copot saking gemetarnya Majnun saat bertemu kekasihnya itu.

Lalu Majnun menyodorkan piringnya kepada Layla dan hal yang tidak diduga pun terjadi.

Layla mengambil piring itu lalu memecahkannya di lantai sampai semua tamu kaget dan tidak sedikit yang menertawakan Majnun dalam hati apalagi keluarga Layla yang sama sekali tidak merestui cinta Majnun terhadap Layla.

Kemudian salah satu diantara para tamu ada yang memberanikan diri bertanya kepada Majnun apakah kamu tidak malu dengan kejadian tadi padahal Layla telah mempermalukanmu dihadapan khalayak ramai? Apakah kamu masih mencintainya?

Dengan penuh senyum dan bahagia Majnun balik bertanya : " Kapan saya dipermalukan? "

" Ketika Layla memecahkan piringmu, wahai Majnun. "

"Kalian salah paham tentang kejadian tadi. Layla lakukan itu bukan ingin mempermalukan saya, justru dia menginginkan supaya saya bisa mengantri lagi dan bertemu dengannya untuk yang kedua kali."

Itulah cinta, yang tidak pernah melihat kesalahan. Tidak pernah merasa kecewa melainkan selalu berperasangka baik kepada yang dicintai.

Ketika Allah memberikan cobaan dalam kehidupan. 
Berperasangka baiklah kepada Allah. Sesungguhnya kita mendapat cobaan karena cintaNya kepada kita. Allah memilih kita, agar kita sering dan selalu mengingatNya dan mendekat kepadaNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.