Minggu, 19 Maret 2017

Islam Gila

Jenazah Nenek 78 Tahun Ini Dilarang Dishalatkan di Mushala Karena Semasa Hidup Mendukung Ahok

Setelah sakit cukup lama, Hindun binti Raisman meninggal dunia di usia 78 tahun pada Selasa (7/3) lalu.

Mirisnya, nenek yang tinggal di Jl. Karet Karya 2, RT 009 RW 02, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan, ini tak bisa dishalatkan di mushalla sekitar tempat tinggalnya.

Padahal jarak antara rumah dan mushalla hanya berjarak beberapa meter saja.

Penyebabnya hanya karena almarhumah mencoblos pasangan Ahok- Djarot pada pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta 15 Februari lalu. 

"Ibu saya kan sakit ya. Dia memang terbuka waktu mencoblos nomor 2 kemarin," kata Neneng, anak almarhumah, kepada tabloidbintang.com.

Diceritakan Neneng, awal mula ibunya tidak boleh dishalatkan di mushalla setelah berbicara dengan salah satu pemuka agama setempat. 

"Saya ngomong sama ustadz di sini, minta untuk dishalatin di musholla karena dekat dari rumah. Pak ustadz-nya ngomong gini. 'Enggak usah mending di rumah aja percuma enggak ada orang'. Kata dia gitu," ceritanya.

"Keponakan saya ngadu ke saya. Mereka habis ngomongin Ahok itu. Ibu saya kan jelas-jelas nyoblos itu nomor 2. Nah di sini anti itu (Ahok)," imbuhnya.

Meski akhirnya almarhumah hanya dishalatkan di rumah, tetangga tak banyak yang ikut melaksanakan shalat jenazah. Lagi-lagi alasannya karena almarhumah memilih Ahok.

"Akhirnya anak cucunya aja yang shalatin," beritahu Neneng.

Merasa diperlakukan tidak adil, keluarga nenek Hindun merasa kecewa.

"Merasa sakit hati ya, masalah gini kok dihubungin sama yang itu (pilkada), gitu lho," katanya.

Hingga Kamis (9/3) malam, Ketua RT 009 RW 02, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan belum bisa dihubungi.



(man/gur)
Jumat, 10 Maret 2017 05:45:08 WIB | 
Abdul Rahman Syaukani
TABLOIDBINTANG.COM -  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.