Selasa, 07 Maret 2017

Cerdas

*KECERDASAN SESEORANG MEMILIKI KEUNIKAN*

Di SMA dilakukan penjurusan IPA dan IPS.  Jurusan apa yang sebenarnya dikatagorikan cerdas? Bukan rahasia umum lagi jika para siswa IPS terasa diperlakukan jadi siswa yang terpinggirkan.
Bagaimana kira-kira perasaan buat anak IPS? Duh menyedihkan......

Berdasarkan ilmu psykologi, setiap anak  memiliki keecerdasan yang sangat unik, tidak dapat di-banding2kan. 

Coba kita perhatikan kisah Ruri yang seorang psykolog sedang menjelaskan makna kecerdasan pada para siswa dalam satu kelas sebagai berikut : 

Ruri menggambar di papan tulis, sebuah pohon kelapa di tepi pantai dengan sebutir kelapa sudah tergeletak di pasir pantai.   

Kemudian dia bercerita tentang fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu yang di respon oleh 4 anak yaitu Rudi, Rini, Rama dan Rosa secara berlainan. 

*Respon Rudi :* Dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat 
bidang segi tiga, menentukan sudut, memperkiraka berat kelapa, dan dengan rumus matematikanya anak ini menjelaskan hasil perhitungan ketinggian pohon kelapa, dan energi potensial yang  dihasilkan dari kelapa yang jatuh 
lengkap dengan persamaan matematika dan fisika. 

Kemudian Ruri melempar pertanyaan pada para siswa di kelas,  Apakah Rudi anak yang cerdas?... dijawab serentak siswa sekelas ... iya ... Dia anak yang cerdas. 

Lalu Ruri melanjutkan cerita ... 

*Respon Rini :* Dengan gesit Rini datang memungut kelapa yang 
jatuh dan bergegas membawanya ke pasar, lalu menawarkan ke pedagang dan dia bersorak ... yesss ... laku Rp 5.000. 

Kembali Ruri bertanya pada para siswa di kelas ... apakah Rini anak cerdas?... 
Semua siswa menjawab iyaa ... Rini anak yang cerdas. 

Kemidian Ruri melanjutkan cerita...

*Respon Rama:* Dengan cekatan, Rama mengambil kelapa yang jatuh tersebut kemudian dia bawa keliling sambil menanyakan, pohon kelapa itu milik siapa? _Ini kelapanya jatuh, mau saya kembalikan kepada yang punya pohon._

Ruri kembali bertanya kepada para siswa ... apakah Rama anak yang cerdas?... Dengan serentak dan  mantap di jawab ... iya ... Rama anak yang cerdas. 

Ruripun melanjutkan cerita kembali ... 

*Respon Rosa :* Dengan cekatan, Rosa mengambil kelapa tersebut kemudian dia 
melihat ada seorang kakek yang tengah kepanasan dan berteduh dipinggir 
jalan. _"Kek, ini ada kelapa jatuh, tadi saya menemukannya, kakek boleh meminum dan memakan buah kelapanya"._

Kembali Ruri bertanya ... apakah Rosa anak yang cerdas? Para siswa   menjawab, iya ... Rosa anak yang  cerdas.

Dari penjelasan Ruri tentang makna kecerdasan pada para siswa tersebut ternyata semua mengakui bahwa setiap anak memiliki *"Kecerdas-unikan-nya"* yaitu _kecerdasan *Akademik* (respon Rudi), *Finansial* (respon Rini), *Karakter* (respon Rama), dan *Sosial* (respon Rosa)_.

Namun ... yang sering terjadi ... di dunia kita, dunia para orang tua dan pendidik, menilai kecerdasan anak hanya dari satu sisi, yakni : hanya pada 
*Kecerdasan Akademik"*. 

Lebih parahnya, kecerdasan yang dianggap oleh negara adalah _kecerdasan akademik_ diukur dari nilai saat mengerjakan UN. 
Sedangkan ... *_Kecerdasan "Finansial", "Karakter", "Sosial"_* belum ada ruang yang diberikan Negara untuk diakui. 

Bagaimana dengan Anak Anda,  termasuk kategori memiliki kecerdasan apa?

Anak anda semuanya adalah anak-anak yang cerdas dengan *"Keunikan dan Kecerdasan-nya"* masing-masing... hargai dan jangan samakan dengan orang lain atau bahkan dengan diri anda sendiri. 

Mari hargai kecerdasan anak kita masing-masing,  dan siapkan mereka dengan *keempat kecerdasan*  _*(Akademik, Finansial, Karakter, dan Sosial)*_  sebagai pedoman dimana mereka akan mengarungi lautan hidup kelak. 

Selamat siang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.