Sabtu, 11 Februari 2017

Trans Papua

Dream come true..Trans Papua..

Teman saya direksi BUMN mengatakan bahwa satu satunya obsesi gila dari Jokowi adalah membangun Trasn Papua. Sangking gilanya pemerintah sebelumnya tidak pernah memikirkan untuk melaksanakan obsesi ini. Ini benar benar mission impossible. Bagaimana tidak ? Di samping medan yang rumit sehingga tidak mudah melakukan rekayasa kontruksi nya, juga secara ekonomi memang ini proyek tidak menguntungkan. Karena  jumlah dana yang dikeluarkan tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang ada.Belum lagi resiko nyawa bagi pekerja. Tapi dengan keyakinan penuh , Jokowi bisa menginspirasi semua orang agar demi keadilan kita harus berbuat. Now or never...

Ada banyak insinyur terbaik anak negeri yang membenamkan dirinya dalam pekerjaan besar tersebut. Mereka membelah bukit dan menerbos hutan. Mencari solusi setiap problem rekayasa kontruksi jalan. Ini membutuhhkan metodelogi pembangunan yang tepat agar biaya logistik bisa di tekan dan tingkat kesalahan yang rendah. Maklum negara tidak punya uang berlebih. Di saat para anak muda sibuk dengan agitasi kepada pemerintah, mereka bertarung menghadang resiko terkena penyakit malaria dan lain di tengah medan proyek yang berat.

Para insinyur itu juga di bantu oleh TNI yang punya kemampuan zeni dalam menghadapi medan yang rumit. Mereka bahu membahu dari hari kehari, minggu ke minggu, dari bulan ke bulan agar target yang ditetapkan Jokowi sepanjang 4330 kilometer jalan Trans Papua tersambung pada tahun 2018. Proyek tersebut terdiri dari jalan yang tembus di provinsi Papua sepanjang 2.792 kilometer dan Papua Barat sepanjang 1.058 kilometer. Saat sekarang 85% project telah selesai. Bila semua rampung maka jalan itu bisa tembus hingga Pegunungan Mulia. Gila! Dana yang di gelontorkan keproyek ini mencapai Rp. 40 triliun. 

Bicara cinta NKRI memang gampang tapi meng-implementasikannya tidak mudah. Alangkah jahatnya orang bicara seenaknya untuk memecah NKRI sementara yang lain berjuang menghadang resiko demi keadilan bagi daerah tertinggal untuk merasakan kemerdekaan negeri ini. Kalau belum mampu berbuat untuk negeri ini maka jangan ganggu negeri ini dengan isyu murahan , yang dapat merusak perdamaian. Kalau ingin kekuasaan, tunggulah Pemilu yang akan datang. Buktikan bahwa anda pantas terpilih lewat pemilu yang bebas. Kini beri ruang kepada Jokowi untuk bekerja dengan tenang agar agendanya untuk negeri yang dia cintai ini dream come true..

Erizeli Bandaro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.