Sabtu, 11 Februari 2017

Sjafroeddin

Perpisahan dua sahabat.

Foto ini adalah arsip keluarga. Saya peroleh dari seorang teman. Kejadiannya di Jogja sebelum clash kedua, Desember 1948.

Sjafroeddin Prawiranegara putra Banten-Minang. Jenderal Sudirman putra Banyumas. Keduanya bertemu pertama kali di Jogja. Dalam waktu singkat persahabatan segera terjalin. Perhatikan pandangan mata keduanya pada foto ini, penuh rasa saling percaya dan kasih sayang.

Keduanya mengemban beban terberat pada masa republik ini dalam kondisi terburuk, setelah clash kedua ketika seluruh pimpinan negara lainnya ditahan pihak kolonial.

Sjafroeddin sebagai pimpinan PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia), berkedudukan di Sumatra dan Sudirman sebagai panglima TRI (Tentara Republik Indonesia), bergerilya di Jawa. Walaupun berjauhan dan berbeda kepentingan, keduanya dapat berkoordinasi dengan baik. Bayangkan, jika keduanya mendahulukan ego dan daerah masing2, tentu nasib republik ini akan berbeda.

Setelah republik pulih, keduanya menyerahkan kekuasaan kepada yang berhak dan kembali menjadi orang biasa tanpa berambisi berkuasa kembali.

Sekarang sedikit sekali orang yang mengenal Sjafroeddin, walaupun belakangan diangkat sebagai pahlawan nasional. Sedangkan Sudirman dikenal sebagai nama jalan, tanpa tahu jasanya bagi republik.

Keduanya patut kita teladani tentang persahabatan. Lebih jauh dari itu, keduanya mendahulukan kepentingan bangsa yang jauh lebih besar dari kepentingan pribadi untuk berkuasa atau kepentingan  golongannya. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat atas keduanya, aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.