Senin, 20 Februari 2017

Ras

Saya lahir di Singkawang, Kalbar, sampai umur 6 thn dipanggil Bong Lui Kung (Guntur dlm bahasa Hakka) karena mayoritas penduduk Singkawang adalah keturunan Cina Hakka. Ortu saya adalah pendatang dan yg disebut pribumi di Singkawang adalah orang Hakka. Pemilik toko adalah orang Hakka, dealer Indosat adalah orang Hakka, pegawai negeri adalah orang Hakka, petani adalah orang Hakka, tukang becak adalah orang Hakka dan pengemis adalah orang Hakka.

Dikotomi  dan definisi pribumi dan pendatang menjadi kacau balau, sama seperti orang Cina Benteng disekitaran Serpong yg dianggap sebagai pribumi bersama orang Betawi. Orang Batak, Lampung dan Toraja adalah contoh orang Proto Melayu yg datang dari Tiongkok Selatan pada zaman batu sementara orang Melayu, orang Minang, orang Sunda dan orang Jawa adalah contoh Deutro Melayu yg datang kemudian. Kabar jeleknya kita semua adalah ras Cina ...... hahaha.

Studi antropologi selalu menarik karena dengan demikian kita  semakin bisa mengerti bahwa kita semua bersaudara dalam ras. Banyak orang Inggris (Anglo Saxon) yg "benci" terhadap orang Perancis tanpa menyadari pendiri kerajaan Inggris adalah William the Conqueror yg datang dari Normandy, Perancis pada abad ke 11.

Hal lain yg menarik adalah bagaimana kelompok minoritas seperti Yahudi dan Hoakiu (Cina Perantauan) menjadi kekuatan yg dominan (secara intelektual dan ekonomi) di banyak tempat. Kenapa bisa terjadi? Apakah itu karena genetik atau hal lain? Teori antropologi menunjukkan bahwa minoritas yg berhasil adalah sebagai hasil proses survival of the fittest, artinya yg berhasil adalah yg sudah teruji sementara minoritas yg tidak berhasil semua sudah mati dan lenyap.

Bukan hanya minoritas Yahudi atau Cina yg berhasil tetapi juga minoritas Arab atau Armenia atau Turki dll. Minoritas Arab sukses di Amerika Latin bahwa bisa menjadi Presiden Argentina, minoritas Jepang bisa menjadi Presiden Peru, minoritas Turki di Bulgaria dll. Kompetisi kejam dan persekusi membuat minoritas sukses. Diantara orang Yahudi yg paling tidak berhasil adalah Yahudi Sephardim yg hidup di jazirah Arab dan Afrika Utara karena mereka sangat acceptable diantara orang2 Arab yg ras nya dekat dgn Yahudi dibanding Yahudi Ashkenazi yg hidup di Eropa dan sangat asing dan dibenci di Eropa.


Guntur Siboro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.