Senin, 27 Februari 2017

Raja Salman

RAJA SALMAN, APA KABAR SANTUNAN KORBAN JAMAAH HAJI MINA ?

Timeline saya heboh dengan rencana kedatangan Raja Salman dari Arab Saudi.

Heboh yang pertama adalah persiapan kedatangannya. Pihak Arab Saudi dikabarkan sudah membooking 3 hotel di Nusa Dua Bali dengan harga kamar termahal sebesar 73 juta rupiah semalam. 

Selain itu 400 mobil sedan sewaan warna hitam disiapkan untuk iring2an. Tangga khusus utk turun pesawat saja didatangkan langsung dari negaranya.

Heboh yang kedua adalah nilai investasinya yang direncanakan masuk ke Indonesia. Kaum bumi datar teriak2 dengan kebanggaan di wall saya kalau Raja Salman akan membawa uang lebih dari 300 trilyun rupiah.

Saya malah bingung, kenapa mesti teriak ? China juga bawa ratusan trilyun ke Indonesia, trus apa istimewanya ? Buat mereka yang istimewa karena Raja Salman itu Islam sedangkan China itu komunis..

Saudi memang harus investasi di Indonesia. Mereka sekarang terancam bangkrut karena harga minyak turun terus dan tidak bisa diandalkan. Menurut IMF, Saudi mengalami defisit tahun lalu sampai 100 miliar dollar. Tahun ini diperkirakan 87 miliar dollar. 

Dan jika defisit ini berlangsung terus, maka diperkirakan Arab Saudi tahun 2020 akan bangkrut.

Saudi bahkan sudah mencabut subsidi listrik, air dan BBM utk rakyatnya. Bahkan dikabarkan sejumlah Pangeran yang milyuner, ramai2 kabur dengan menarik dananya besar2an karena ancaman krisis nasional akibat serangan ke Yaman.

Bahkan menurut BBC, setelah 25 tahun, Saudi kembali meminjam dana sebesar 131 triliun ke bank Internasional. 

Dengan semua fakta itu, darimana Saudi bisa investasi sebesar 300 triliun rupiah ke Indonesia ?

Yah, namanya juga janji dulu. Dalam bisnis itu biasa..

Indonesia adalah negara seksi untuk berinvestasi. Dan Saudi untuk menyelamatkan ekonomi nasionalnya memang tidak bisa lagi bergantung pada harga minyak dunia. Ia harus keluar dan merubah konsep investasinya, karena itulah mereka fokus untuk gerakkan sektor ekonomi luar negerinya.

Mungkin saja mereka ada uang, tapi itu jelas pinjaman dari bank Internasional seperti IMF atau World Bank. Dan seperti kita tahu, siapapun yang pinjam ke IMF siap2 aja jadi budaknya..

Lalu kenapa kok gaya Raja Salman seperti orang super kaya terus ?

Pengalaman saya di bisnis, biasanya mereka yang dulunya kaya dan menuju bangkrut, malah semakin menunjukkan kekayaannya untuk menutupi kebangkrutannya. Karena bangkrut bagi mereka adalah cilaka dua belas, gada lagi yang percaya apalagi bisnis..

Dan mereka biasanya terus memamerkan kekayaan pake hutang, mumpung masih ada yang mau ngutangi.

Sederhana saja ngelihatnya, seandainya Saudi masih kaya raya, tentu mereka sudah lama membayar santunan 130 korban Mina dari Indonesia, yang dijanjikan 1,7 sampai 3,6 milyar per orang. Sampai sekarang bahkan belum diterima keluarga korban..

Padahal cuman beberapa ratus miliar rupiah lho, kalah ma anggaran biaya sang Raja sekali datang berlibur ke Bali.

Seruput ah, jangan ada yang sakit hati..

www.dennysiregar.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.