Jumat, 03 Februari 2017

Persepsi Positif

Pasca Dua Debat, Persepsi Negatif atas Ahok-Djarot Berangsur Turun

Debat kandidat pasangan calon gubernur Jakarta memiliki peran signifikan dalam pembentukan persepsi masyarakat terhadap para kandidat. Seperti disampaikan oleh Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang, pihaknya melihat terjadi perubahan sentimen pada kandidat sejak sebelum debat, pasca debat I, dan pasca debat II.

Sebelum debat pertama, sentimen negatif pada pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat sangat tinggi mencapai 40%, sementara Agus Harimurti-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno relatif kecil yakni sebesar 15%. Namun pasca debat I, situasi tersebut berubah.

"Ahok menurun ke 35% dan menuju 25% pasca debat II. Sementara Agus, pasca debat I menjadi 21%, dan kini berada di kisaran 22%. Anies, menjadi 20% dan pasca debat II menjadi 25%," jelas Rustika dalam paparannya, di Jakarta, Minggu (29/1).

Kata dia, situasi itu sangat dinamis, tergantung konteks dan isu yang dianggap menarik oleh publik.
Rustika memperoleh kesimpulan itu berdasarkan pantauan terhadap warga dunia maya (Netizen) yang dilaksanakan oleh I2 selama debat kandidat. I2 memang perusahaan di bidang intelijen media, analisis data, dan kajian strategis dengan menggunakan Artificial Intelligence Software.

Pihaknya mencatat bahwa antusiasme netizen terhadap debat kandidat putaran II meningkat dibandingkan debat I yang dihelat pada 13 Januari 2017. Meskipun secara jumlah cuitan menurun, namun antusiasme netizen justru meningkat sebesar 9 persen dari debat sebelumnya.

Jika di debat I terdapat 45.471 akun yang berpartisipasi, pada debat II menjadi 48.630 akun aktif, yang mengeluarkan 163.726 cuitan. Hingga hari ini, pukul 15.00 WIB, terdapat 144.325 cuitan lebih dari 30.000 akun yang masih membahas debat kandidat.

Rustika mengungkapkan, debat kandidat Pilgub DKI telah menuai perhatian pemilih usia 26-35 tahun sebesar 40,6 persen, disusul pemilih muda usia 18-25 tahun sebesar 31,5 persen. Sementara netizen di atas 35 tahun yang selama ini mendominasi isu Pilkada DKI menurun tajam.

"Hal ini menunjukkan adanya kesadaran generasi muda atas politik. Situasi ini berubah dari beberapa bulan sebelumnya di mana netizen yang berusia di atas 35 tahun yang mendominasi percakapan," tutur Rustika. ‎



Markus Junianto Sihaloho/HA
Minggu, 29 Januari 2017 | 20:20
AAA
Jakarta - 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.