Minggu, 19 Februari 2017

22 Paslon

Ini 22 Pasangan Calon Kepala Daerah Nonmuslim yang Diusung Partai Islam


Pergelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 kerap diwarnai isu dan kampanye ajakan memilih kepala daerah yang seagama, terutama bagi umat Islam di Indonesia. 

Kampanye dengan sentimen agama ini mendominasi isu pemberitaan dan percakapan di media sosial di tanah air, khususnya di DKI Jakarta. Berbagai ceramah dan khutbah keagamaan, hingga obrolan di Twitter, ramai dengan ajakan agar umat Islam memilih calon kepala daerah muslim. Kampanye ini mewarnai pertarungan tiga calon kepala daerah DKI Jakarta, dimana salah satunya nonmuslim.

Dari 101 daerah yang menggelar pilkada tahun ini, ternyata sedikitnya ada 22 pasangan calon kepala daerah nonmuslim yang justru diusung partai Islam, baik sendiri maupun berkoalisi dengan partai lain. Calon nonmuslim itu menempati baik posisi kepala daerah maupun wakilnya, atau kedua-duanya.

Bahkan, dari 22 calon itu, beberapa diantaranya hampir bisa dipastikan menang berdasarkan data Form C1 (perhitungan hasil TPS) yang ditampilkan di situs resmi KPU di alamat pilkada2017.kpu.go.id/hasil . 

Partai Islam yang dimaksud adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB). Jika dihitung dengan calon yang diusung oleh partai yang kentang dengan keislaman seperti Partai Amanat Nasional (PAN) atau Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), jumlahnya lebih banyak lagi.

Berikut 22 pasangan calon nonmuslim yang diusung Partai Islam.

1. Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara

PKS berkoalisi dengan PDI Perjuangan, PAN, Nasdem dan PKB mengusung pasangan Hj Yasti Soepredjo Mokoagow dan Yanny Ronny Tuuk yang merupakan kombinasi pasangan muslimah-Kristen. 

Pasangan ini hampir pasti memenangkan pilkada di Kabupaten Bolaang Mongondow dengan perolehan 64,88 persen. Calon yang diusung koalisi partai Islam-Nasionalis ini mengalahkan pasangan yang diusung koalisi Demokrat-Gerindra-Golkar yang hanya memperoleh 35,12 persen suara. 

Berdasarkan data Form C1 yang sudah 100 persen, partisipasi pemilih terlihat mencapai 81 persen dari total 171.213 pemilih di kabupaten ini.

2. Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur

PPP turut dalam barisan koalisi partai pendukung pasangan Jefirstson Riwu Kore-Hermanus Man dalam pemilihan wali kota Kupang 2017. Jefirstson merupakan politisi Partai Demokrat beragama Kristen, sedangkan Hermanus Man yang beragama Katolik menjabat wakil wali kota periode sebelumnya, 2012-2017. 

Pasangan ini didukung koalisi Demokrat, PAN, PPP dan Gerindra. Berdasarkan data sementara Form C1 di situs KPU yang sudah masuk 100 persen, pasangan Jefirstson-Hermanus hampir bisa dipastikan memenangi pilkada tahun ini, dengan perolehan 52,86 persen suara. 

Pasangan itu mengalahkan petahana, Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus, wali kota petahana yang diusung PDIP, Nasdem, Hanura, PKPI, Golkar dan PKB. 

TIngkat partisipasi pemilih di Kota Kupang mencapai 70,1 persen dari total 238.711 pemilih.

3. Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku

Pasangan Petrus Fatlolon-Agustinus Utuwaly untuk sementara memimpin perolehan suara pada pemilihan pemilihan bupati Maluku Tenggara Barat 2017. 

Berdasarkan data masuk sebanyak 28 persen, pasangan itu memperoleh dukungan suara sementara 41,61 persen mengungguli dua pasangan lain. 

Petrus Fatlolon yang memimpin DPRD Kota Sorong periode 2014-2019 itu maju dalam pemilihan bupati Maluku Tenggara Barat dengan dukungandari PKS, Nasdem, Demokrat, Gerindra, Hanura, PKB dan PKPI.

Meski berlatar belakang Katolik, Petrus selama ini akrab dengan kehidupan keagamaan Islam. Ia bahkan berkuliah S1 di Universitas Al-Amin Sorong pada 2006, dan sempat mengajar di Universitas Muhammadiyah Sorong pada 2013. 

4. Kota Ambon, Maluku

Koalisi partai PPP, Golkar dan Nasdem mengusung pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler dalam pemilihan wali kota Ambon 2017. 

Richard merupakan wali kota Ambon periode 2011-2016, dan maju untuk periode kedua menggandeng pengurus DPW PPP Syarif Hadler pada pemilihan kali ini. 

Pasangan toleransi Kristen-Islam ini ternyata berpeluang besar memenangkan pilkada kali ini dengan memperoleh dukungan 54,61 persen suara. 

Sementara itu, pasangan toleransi lainnya, Paulus Kastanya-Muhamad Aryn S Latuconsina yang diusung koalisi PKS, PBB, Demokrat, PDIP, Gerindra, Hanura, PKB dan PAN sementara tertinggal 45,39 persen.

Berdasarkan data di situs KPU yang sudah mencakup 88,3 persen, partisipasi pemilih sebanyak 64 persen dari total 214.981 pemilih.

5. Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah

Di wilayah ini PPP mendukung pasangan H. Irianto Malingong-Hesmon Firatoni VL Pandili untuk pemilihan bupati. Pasangan kombinasi Islam-Protestan ini selain didukung PPP juga diusung partai lain yaitu Golkar, PAN dan Nasdem.

Namun, pasangan ini hanya memperoleh 32,89 persen. Irianto-Hesmon hanya menempati urutan kedua terbanyak di bawah pasangan Zainal Mus-Rais Adam yang diusung PKS, Demokrat, PBB dan Hanura. 

6. Kabupaten Lembata, NTT

Di kabupaten ini, PKS dan Gerindra mengusung pasangan nonmuslim Herman Yosef Loli Wutun-Yohanes Viany K Burin. 

Namun pasangan nomor urut 1 itu harus rela berada di urutan kedua peraih suara terbanyak, karena pasangan nomor 5 Eliaser Yentji Sunur-Thomas Ola meraih suara terbanyak dengan 38,31 persen. 

Dengan data masuk sudah 100 persen, pasangan Eliaser-Thomas yang diusung Hanura, Nasdem dan Golkar ini hampir bisa dipastikan menjadi kepala daerah di Lembata untuk periode lima tahun ke depan.

7. Kabupaten Flores Timur, NTT

PPP dan Partai Golkar mengusung pasangan Yoseph Lagadoni Herin-Marius Payong Paty yang keduanya beragama Katolik. Yoseph yang saat ini menjabat Bupati Flores Timur berniat untuk melanjutkan kepemimpinan di periode kedua lewat Pilkada 2017. 

Pasangan ini harus bersaing melawan lima pasangan calon lain di pemilihan bupati Flores Timur. Namun, perolehan suara pasangan Yoseph-Marius tercecer di urutan empat. 

Mereka harus mengakui keunggulan pasangan nomor 6, Antonius Hubertus Gege-Agustinus Payong Boli. Antonius-Agustinus yang diusung PDIP, Gerindradan PAN ini memperoleh suara terbanyak 27,06 persen. 

8. Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku

Di kabupaten ini, PKS dan PDIP mengusung pasangan Samson Richargo Atapary dan Mohamad Suhfi Majid. Pasangan berlatar belakang Protestan dan Muslim ini beradu dengan tiga pasangan calon lainnya.

Berdasarkan data di KPU yang baru mencapai 42,96 persen, pasangan yang diusung PKS ini baru memperoleh 27,4 persen. 

Suara mereka tertinggal di urutan kedua, kalah banyak dari pasangan toleransi yang diusung Hanura dan Nasdem, yaitu pasangan Moh Yasin Payapo-Timotius Akerina. 

Pasangan Yasin-Timotius sementara memimpin dengan perolehan 38,37 persen suara. 

Partisipasi pemilih mencapai 71 persen dari total pemilih sebanyak 66.089 orang.

9. Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara

Dua partai Islam yaitu PKS dan PPP bersama-sama PAN mengusung pasangan calon yang sama, yaitu Ali Sangaji dan Pdt Yulce Makasarat untuk pemilihan bupati Pulau Morotai di Maluku Utara.

Pasangan Ali-Pendeta Yulce memperoleh cukup banyak suara, 34,47 persen. Namun suara mereka masih belum mencukupi untuk memenangkan pemilihan bupati di wilayah itu, karena kalah besar dari pasangan Benny Laos-Asrun Padoma. 

Pasangan Benny-Asrun yang diusung koalisi PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PKB dan Nasdem unggul dengan perolehan 49,67 persen suara. 

Dari data yang masuk hingga 99,07 persen, jumlah partisipasi pemilih di Pulau Morotai mencapai 78,9 persen dari total 48.571 pemilih. Tingkat partisipasi itu melampaui target KPU pusat sebesar 77,5 persen.

Selain di wilayah itu, partai-partai Islam juga mengusung pasangan nonmuslim di 10 kabupaten kota di Papua. Namun, hingga Sabtu (18/2/2017) dinihari belum ada rekaman data penghitungan TPS (Form C1) yang terekam di situs resmi KPU.

10. Kabupaten Mappi, Papua

Di Kabupaten Mappi, PKS mengusung pasangan muslim-nonmuslim, yaitu Stefanus Kaisma-Mustafa Salam, bersama dengan Partai Golkar. Sedangkan, Partai Bulan Bintang PBB, Gerindra dan PAN mengusung Edoardus Anoyeng-Andi Amar.

Partai lainnya, PPP mengusung Yohanes Agawemu-Jaya Ibnu Suud bersama dengan PKB, Hanura dan PDIP.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Mappi di situs KPU.

11. Kabupaten Lanny Jaya, Papua

Dua partai Islam yaitu PKS dan PPP mendukung pasangan Befa Yigibalom-Yemis Kogoya dalam koalisi partai bersama-sama partai Demokrat, PDIP, Nasdem, Hanura dan PKPI.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Lanny Jaya di situs KPU.

12. Kabupaten Yapen, Papua

Dua partai Islam, yaitu PPP dan PBB mengusung pasangan Benyamin Arisoy-Nathan Bonay dalam pilkada 2017 di Kabupaten Yapen. Pasangan ini bersaing memperebutkan suara dengan empat pasangan calon lain.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Yapen di situs KPU.

13. Kabupaten Nduga, Papua

PKS bersama Golkar, Demokrat, PAN dan PKPI mengusung pasangan calon Yairus Gwijangge-Wentius Nimiangge dalam Pilkada 2017. 
Pasangan ini menghadapi dua pasangan calon lain, termasuk menghadapi pasangan Daniel Lokbere-Las Nirigi yang diusung PBB, Gerindra dan PKB. 

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Nduga di situs KPU.

14. Kabupaten Sarmi, Papua

Dua partai Islam, yaitu PPP dan PBB mengusung pasangan calon yang berbeda yang juga berlatar belakang nonmuslim. 

PPP bersama Demokrat dan Nasdem mengusung calon bupati Demianus Kyeuw dengan wakilnya Kyeuw. Sedangkan PBB turut mendukung pasangan nonmuslim dari PDIP dan Hanura, yaitu Albertus Suripno-Adrian Roi Senis.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Sarmi di situs KPU.

15. Kabupaten Tolikara, Papua

Di wilayah ini PKS bersama PAN mengusung pasangan calon Amos Yikwa-Robeka Enembe. Sedangkan partai Islam lain, yaitu PPP mengusung calon John Tabo-Barnabas Weya bersama-sama dengan PDIP, Golkar dan Hanura. 

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Tolikara di situs KPU.

16. Kabupaten Puncak Jaya, Papua

Dua partai Islam yaitu PKS dan PPP mengusung calon berbeda. PKS berada dalam barisan koalisi pendukung pasangan Yuni Wonda-Deinas Geley bersama PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, Gerindra dan PAN.

Sedangkan, PPP dan PBB berada dalam koalisi pendukung pasangan Yustus Wonda-Kirenius Telenggen bersama sejumlah partai lain seperti PKB dan PKPI.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Puncak Jaya di situs KPU.

17. Kabupaten Jayapura, Papua

Partai Keadilan Sejahtera mendukung pasangan Protestan-Islam, yaitu Jansen Monim yang berpasangan dengan Abdul Rahman Sulaiman. Pasangan ini juga didukung Golkar dan PDIP.

Jansen-Sulaiman bersaing melawan empat pasangan calon lain, termasuk dua pasangan calon perseorangan. 

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Jayapura di situs KPU.

18. Kabupaten Intan Jaya, Papua

Dua partai Islam, yaitu PKS dan PPP juga mengusung pasangan berbeda berlatar belakang non-Islam. PKS masuk koalisi partai pendukung pasangan Bartolomius Mirip-Deny Miagoni, bersama Golkar dan PKPI.

Sedangkan PPP masuk koalisi bersama Demokrat, Hanura dan PAN, mengusung pasangan Natalis Tabuni-Yann Robert Kobogoyauw. 

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Intan Jaya di situs KPU.

19. Kabupaten Dogiyai, Papua

Pilkada di kabupaten ini diikuti enam pasangan calon, dimana PKS sendirian mengusung pasangan nonmuslim Anthon Iyowauw-Yanuarius Tigi. 

PPP bersama Demokrat dan PKPI mengusung pasangan Apedius Mote-Frenny Anou. Sedangkan PBB masuk koalisi pengusung Herman Auwe-Stefanus Wakey, bersama Golkar, Hanura dan PKPI.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari wilayah ini situs KPU.

20. Pemilihan Gubernur Provinsi Papua Barat

Dua partai Islam, yaitu PKS dan PPP sama-sama mengusung satu pasangan calon Islam dan non-Islam, yaitu Irene Manibuy-Abdullah Manaray. Pasangan ini didukung PKS, PPP, PKB dan Hanura.

Hingga Sabtu (18/2/2017) dinihari, data yang masuk dan ditampilkan di situs resmi KPU sudah mencapai 43,37 persen. 

Untuk sementara pasangan nomor urut 2, Irene-Abdullah memperoleh 16,97 persen suara atau di nomor buncit dari tiga peserta. 

Untuk Papua Barat, perolehan suara sementara dipimpin pasangan Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani yang diusung PDIP, PAN dan Nasdem.

21. Kabupaten Maybrat, Papua Barat

PKS masuk barisan koalisi bersama PDIP, Golkar dan Nasdem yang mengusung pasangan Bernard Sagrim-Paskalis Kocu. 

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Maybrat di situs KPU.

22. Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

Di daerah ini Pilkada 2017 hanya diikuti calon tunggal, yaitu pasangan Gabriel Asem-Mesak Metusala Yekwam. Pasangan ini diusung delapan partai yaitu PKS, PDIP, Nasdem, Golkar, Demokrat, Gerindra, PKB dan Hanura. 

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten
Tambrauw di situs KPU.


Sabtu, 18/02/2017 11:00 WIB

Agus Lukman
KBR, Jakarta - 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.