Senin, 23 Januari 2017

Perang

Tak Gubris Permintaan Islah, PDIP Tabuh Genderang PERANG dengan FPI

Sikap dan ucapan pimpian Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Sihab dinilai sudah mulai mengusik keberadaan partai terbesar di negeri ini yakni PDI Perjuangan, yang kini menjadi partai pemenang dan sekaligus menguasai pemerintahan.

Kini pernyataan perang terhadap kekuatan Habib Rizieq Sihab bersama seluruh kekuatan Ormasnya berlabel FPI secara nasional telah dikumandangkan Hasto Kristianto Sekjen DPP PDI Perjuangan, dengan alasan sebagai penebar kebencian dan memecah belah persatuan bangsa.

Pernyataan Sekjen DPP PDIP ini disampaikan oleh anggota fraksi PDIP DPRD Jatim Giyanto, bahkan tercantum kalimat larangan terhadap seluruh kader PDIP untuk menyebut Habib terhadap Rizieq Sihab.

“Kita akan hadapi Rizieg Shihab dari daerah. Kita sebut dia tanpa habib. Kita tonjolkan peran dia sebagai provokator, pemecah belah bangsa. Kita sudah melatih satgas militan beberapa gerakan dari daerah seperti Jabar melalui GMBI, Sintang, Banyumas, Kab Malang, Maluku Utara, Bali, dan sebentar lagi Kaltim dll,” terang Giyanto kepada Suarapubliknews.net via WA pukul 22.11 wib, Rabu (17/1/2017)

Tidak hanya itu, menurut Giyanto, Sekjen DPP PDIP juga menyampaikan bahwa semua dalam satu nafas untuk membela Pancasila, Konstitusi kita, NKRI dan Kebhinekaan Indonesia. Target sebelum tanggal 10 Feb, moralitas Rizieq harus sudah diturunkan sehingga tgl 15 Feb orang bisa memilih dengan tenang. 

"Kami selama ini diam, namun begitu Presiden Jokowi diganggu dan kegiatan Baguna kami dirusak oleh FPI, maka PDI Perjuangan tunjukkan sikapnya. Satyam Eva Jayate" tandas Hasto yang diterima dan dikutip Giyanto.

Orang dekat Megawati Soekarno Putri Ketum PDIP ini juga menerima pernyataan lain yakni, Ini saatnya memperlemah Rizieq secara nasional. Kalau perlu segera galang ahli hukum dari daerah, dan Rizieg kita adukan dimana-mana dengan tuduhan menanamkan kebencian, memecah belah warga, dan aksi makar. 


(q cox)
Selasa, 17 Januari 2017 23:48
SURABAYA (Suarapubliknews.net) – 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.