Sabtu, 28 Januari 2017

Patrialis

SIALNYA PATRIALIS AKBAR

Patrialis akbar memang sial..

Ia pasti tidak menduga akan tertangkap tangan dalam operasi KPK. Dikabarkan ia menerima suap supaya perkara uji materi tentang peternakan dikabulkan.

Padahal ia sudah membungkus dirinya se-relijius mungkin supaya perbuatan dibelakang layarnya tidak ketahuan.

Tapi ada sebuah teori lain yang beredar dari semak belukar. Bisikan para kodok, kampret sampe jangkrik yang bergosip di malam yang dingin..

Sebenarnya sejak lama Patrialis Akbar diincar karena ia akan sulit berlaku adil jika terjadi sengketa pilgub DKI nanti.

Sudah diketahui bersama bahwa Patrialis Akbar tidak menyukai Ahok. Dalam beberapa statemennya ia berbicara tentang menolak kepemimpinan non muslim dan itu tentu diarahkan kepada Ahok.

Ini berbahaya, apalagi juga Patrialis Akbar pernah sangat dekat dengan SBY. Ia mantan Menteri Hukum dan HAM pada era SBY, bahkan terpilih tanpa fit dan proper test.

Salah satu agenda dalam pilkada DKI nanti akan diarahkan pada sengketa jika paslon Demokrat kalah. Dan ketika masuk ke wilayah sengketa, maka disana Patrialis Akbar akan bermain.

Mirip ketika Akil Mohtar bermain dalam sengketa pilkada Buton...

Karena itu, PA diincar sejak dini kelemahannya. Bahkan ada yang berkata bahwa ia sebenarnya dijebak diundang keluar kandang dengan tawaran yang tidak bisa ia tolak. Dan kita tahu, akhirnya PA tertangkap tangan dengan 10 orang lainnya dengan bukti2 uang suap bersama mereka.

Demokrat sendiri langsung membantah kalau PA dikaitkan dengan mereka. "Tidak relevan.." Kata Syarif Hasan Ketum Partai Demokrat.

Jika kabar itu benar, maka pertarungan Pilgub DKI ini jadi ajang bersih2 dan menahan langkah Demokrat yang berusaha memenangkan pertarungan dengan cara kasar. Kasus Sylvi juga kabarnya adalah permainan. Ikut kata teman saya yang sekarang agak kearab2an, "Wallahu alam bissawab.." Hanya Tuhan yang tahu benar tidaknya.

Pilgub DKI ini ibarat sepakbola, seperti Liga Inggris yang keras. Jurus tackle menackle-nya kuat dan itu juga yang membuat pertarungan menjadi menarik. Karena kepentingan Pilgub DKI ini berhubungan langsung dengan Pilpres 2019. Siapa yang kuasai Jakarta, dia yang akan kuasai permainan...

Ah, benar tidaknya tetap saja gampang menjebak para pecinta uang..

Mau jenggotnya emas kek, jidatnya legam guligam kek, kalo dipancing uang lidahnya menjulur2 seperti herder kehausan.

Patrialis Akbar memang sedang sial. Mana ketangkepnya di hotel esek2 lagi, entah kenapa transaksi dilakukan disana..

Mungkin ingin mencoba bagaimana rasanya esek2 bersyariah...

Seruput..

www.dennysiregar.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.