Kamis, 12 Januari 2017

Menghadang FPI

Setelah Orang Dayak sekarang Orang Sunda menghadang FPI

Masyarakat Sunda yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) menghadang massa Front Pembela Islam (FPI) yang mencoba mendekati pintu masuk markas Polda Jabar, yang mengakibatkan situasi memanas dan nyaris terjadi bentrok fisik.

Aparat Polda Jabar berusaha meredam pecahnya bentrokan dengan berupaya melakukan audensi dan meminta massa FPI mundur. Situasi di markas Polda Jawa Barat di jalan Soekarno Hatta Bandung, Kamis (12/1), memanas menyusul pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq terkait kasus dugaan penistaan Pancasila.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Yusri mengatakan, bahwa pihak Polda memperketat kunjungan ke dalam markas Polda hari ini. "Kita lakukan pengetatan di pintu masuk. Pasukan pengamanan disiagakan dipintu masuk dan diluar Mapolda," jelas Yusri didepan Mapolda kepada wartawan, Kamis (12/1/2017) pagi. Situasi di jalan Bypass Soekarno Hatta sendiri saat ini macet karena ada konsentrasi massa di depan Mapolda Jabar.

FPI seperti kena batunya karena di Tatar Sunda mendapat lawan yang seimbang. Ormas masyarakat Sunda yang tergabung dalam GMBI, BBC, dan ormas-ormas Kesundaan pagi ini dengan berpakaian hitam-hitam di halaman Polda Jabar berhadapan dengan massa FPI putih-putih. Massa Kesundaan menuntut penista Pancasila ditindak, peleceh "sampurasun" ditindak.

Berikut pernyataan sikap resmi GMBI:

1. Menuntut permohonan maaf resmi dari penista Pancasila.

2. Menuntut proses hukum ditegakkan untuk Habib Rizieq.

3. Menuntut proses hukum ditegakkan untuk penista akar budaya suku Sunda atas penghinaan sampurasun

4. Menuntut seluruh aparat penegak hukum dan TNI agar bersama-sama segera menuntaskan bahaya laten komunis dalam gaya baru, bahaya laten radikalisme, bahaya laten korupsi, bahaya laten intoleransi, bahaya laten mafia hukum, bahaya laten narkoba dan seluruh potensi bahaya laten yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.


BANDUNG (netralitas.com) – 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.