Senin, 23 Januari 2017

Mediasi

PDIP: Tak Perlu Mediasi karena Rizieq yang Mengancam

Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari memandang tidak perlunya menggelar dialog dengan Rizieq Shihab terkait tudingan tokoh Front Pembela Islam itu terhadap Megawati.

“PDI Perjuangan siap ke pengadilan, tidak perlu mediasi justru Rizieq yang mengancam untuk melaporkan ketua umum kami Megawati ke polisi,” kata Eva Kusuma Sundari kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/1).

Eva menuntut dalam persoalan ini pihak Rizieq yang semestinya meminta maaf. “Dia (Rizieq) yang harus minta maaf karena mengancam ketua umum PDIP,” tegas Eva.

Eva menegaskan pernyataannya itu seperti yang sudah dinyatakan oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bahwa PDIP siap ke pengadilan dan tak perlu mediasi.

Hasto sebelumnya menyatakan keseluruhan pidato Megawati dalam HUT PDIP beberapa hari lalu dipersiapkan oleh Megawati melalui perenungan yang mendalam, kontemplasi dengan rasa cinta kepada bangsa dan negara, dan disampaikan dengan lantang untuk bangsa dan negara Indonesia.

“Pidato tersebut juga diucapkan dengan komitmen kuat untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan kebhinekaan Indonesia,” ujar Hasto dalam pernyataan tertulisnya kepada media.

Hasto menyatakan dalam kapasitas Megawati sebagai Ketua Umum PDIP dan Presiden kelima RI maka sangat wajar Megawati memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang muncul saat ini. 

"Sekiranya Bapak Rizieq Shihab memang akan berhadapan dengan Ibu Ketua Umum PDIP, maka sebagai Sekjen PDIP saya tegaskan bahwa kami siap berhadapan dengan Pak Rizieq,” Tegas Hasto.

“Lebih-lebih, Pak Rizieq selama ini telah mengobarkan rasa kebencian dan memecah belah bangsa. Seluruh jajaran PDI Perjuangan satu komando untuk membela kehormatan dan martabat Ibu Ketua Umum dan partai,” lanjut Hasto.
Lihat juga:

Hasto antara lain menambahkan, sekiranya Rizieq ada yang tidak puas, sampaikan melalui jalur hukum dan PDIP akan menyiapkan pembela hukum terbaik. “Bagi kami komitmen terhadap fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa ditawar-tawar.”


Rabu, 18/01/2017 20:09
Reporter: Raja Eben Lumbanrau, Basuki Rahmat 
Jakarta, CNN Indonesia -- 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.