Kamis, 05 Januari 2017

Ga Penting

Di dunia ini apa sih yg penting? ga penting semua kan? Memang hidup ini Absurd. Camus menyoroti absurditas hidup manusia ini dengan tajam. Di sini, absurditas dapatlah diartikan sebagai ketidakmampuan manusia untuk memberikan tujuan dan makna bagi hidupnya, serta ketidakmampuan manusia untuk mencari jawaban pada Tuhan. Tapi dalam Quran pun demikian,

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka" (QS. Al An’am 32)

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main." (QS. Al Ankabut 64)

إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ

“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau.” (QS. Muhammad 36)

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

‘Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan” (QS. Al Hadid 20)

Jadi hidup ini adalah sekumpulan hal2 remeh dan tidak penting, seperti mengobrol, ber-siul2, duduk2 bengong, dll. Dan ber-pusing2 dengan filsafat juga bagian dari hal yg tidak penting itu.
Kan awal mulanya ada filsafat karena orang2 zaman dulu itu sudah ga tau lagi mau ngapain. Kemudian mereka mendirikan Sekole, maksudnya tempat ber-leha2, ngumpul, berfikir yg bukan2 - dari situlah muncul filsafat.

Yah, jangan terlalu berharap banyak dari hidup ini, semua cuma main2 saja kok. Kita hanya perlu olah raga : renang dan jalan pagi, dan itu merupakan sebagai bagian dari proses main2 tadi. Jangan terlalu serius, kalau cari duit, caranya sambil main2 saja - jalannya dapat, uangnya dapat.

"life is a dull," itu menurut Budi Darma (dalam Olenka) - hidup itu membosankan. Sehingga banyak anak yang muda2 sudah pada bunuh diri. Kasihan. Sudahlah, sebaiknya kita jangan berharap banyak dari hidup ini, karena belum tentu apa yang kita percakapkan itu real adanya. Mungkin ini cuma khayalan kita saja.

Barangkali ini semua bukan realitas. Karena Realitas fisik itu dibentuk oleh pikiran, kesadaran pikiran. Kesadaran pikiran adalah energi dalam bentuk yang terbaik, paling kuat, dan dinamis. Ini menjelaskan mengapa realitas yang berupa peristiwa yang terjadi di sekitar kita dipengaruhi oleh apa yang sering dipikirkan, dibayangkan, divisualisasikan, diinginkan, atau ditakutkan - serta bagaimana gambaran yang terjadi di dalam pikiran bisa dibuat menjadi kenyataan.

Realitas akan berubah jika kita mengubah pemikiran, menciptakan kesadaran baru yang diinginkan, dan menghapus kesadaran lama yang seandainya cuma memfokuskan diri pada kekurangan, kelangkaan, kesulitan, ketakutan, dan hal-hal negatif yang lain. 

Decartes meragukan semuanya, meragukan semua yang dapat diindera. Kemudian dia meragukan dirinya sendiri (jasadnya), yang mungkin saja itu terjadi, karena kita dalam keadaan mimpi, halusinasi, ilusi dan juga pengalaman dengan roh ghaib yang sebenarnya tidak jelas (not distinct). Seperti foto suster-suster yang ada di lorong menuju bangsal Fransiskus.

Pada keadaan itu, bisa saja seseorang mengalami keadaan yang seolah-olah nyata dan seakan bukan mimpi (terjaga). Karena ketika kita mengalami itu, tidak ada batas yang jelas antara mimpi dan jaga. Oleh karena itu dia berkata; “aku meragukan bahwa aku sedang berdiri disini di depan teman-teman dengan pakaian yang rapi, atau t-shirt hard rock cafe warna hitam, ya aku meragukannya karena kadang-kadang aku bermimpi persis sama seperti ini, padahal aku sedang tidur”.

Dalam keadaan seperti itu, kita tidak dapat membedakan secara jelas antara mimpi dan terjaga - demikian menurut Descartes. Semua benda yang ada dalam keadaan itu membawa kita pada pertanyaan: Yang manakah yang asli? Benda-benda dalam mimpi, halusinasi, ilusi dan kejadian dengan roh halus itu, bila dilihat dari posisi kita sedang jaga, itu tidak ada.

Mungkin percakapan kita dalam WA, FB atau Blog ini, jangan2 tidak ada.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.