Kamis, 29 Desember 2016

CD

MERK CELANA DALAM PRIA ternyata ada artinya …..

Di pasar seorang Ibu ingin membeli celana dalam untuk suaminya.

Pedagang dengan semangat menawarkan dagangannya …
“Mari bu, dipilih dipilih, Ada merk HINGS sambil
menyebutkan kepanjangannya “Hebat, Ideal, Namun Gemar Selingkuh …”

Ibu : (hanya tersenyum manis menanggapi perkataan si Pedagang).

Pedagang :
“Ada juga nih merk SWAN “Suka Wanita Nakal…!!!”
Ibu : (makin tersipu malu menanggapi perkataan si Pedagang).

Pedagang :
” Ada lagi nih merk GT-MAN “Goyangannya Tentu
Mantap !!!”

Lantaran gak tahan, akhirnya si Ibu pun menyahut:

“Saya cari RIDER aja bang … “Rodo Ireng Dowo Enak Rasane”

Pedagang : (mantap kali ibu ini) 😆😆😆😜

Beranak

"TUHAN KOK BERANAK???"

(Penjelasan seorang Muslimah NU kepada Habib Rizieq & para Wahabi yang suka memancing keributan)

“Kalau Tuhan beranak, yang jadi bidannya siapa?”

Pertanyaan Habib Rizieq ini saya rasa lebih asyik untuk dibahas daripada pernyataan Ahok yang sudah jelas maksudnya apa, yaitu hanya mengkritisi politisi yang memanfaatkan ayat–ayat untuk kepentingannya sendiri.

Berbeda dengan pernyataan Ahok yang memang niatnya bukan menyinggung agama, tapi lebih kepada menyinggung politisi agama; pernyataan Habib Rizieq ini malah masuk ke dalam dan menyentuh dasar keimanan Kristen sendiri.

Namun sayang, sudah terlanjur basah tapi yang keluar hanya pertanyaan dangkal seperti itu. Pernyataan Habib Rizieq kemarin saya nilai tidak berbobot. Bobotnya tidak lebih dari kebanyakan salah paham muslim-muslim yang belum pernah belajar perbandingan agama sebelumnya. Muslim yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ia bicarakan.

Dia masuk ke dalam, menyentuh dasar, tapi kualitasnya hanya setara dengan pertanyaan anak sekolah minggu / santri kecil. Muslimah seperti saya saja yang suka belajar agama bisa menjelaskannya dengan mudah.

*Siapa sih Yesus itu?*

Pertama–tama kita harus mengerti terlebih dahulu posisi Yesus di mata Kristiani. Ya, lepas dahulu kacamata Islam kita yang penuh dengan doktrin dan ayat-ayat Quran tentang nabi Isa agar dapat melihat dengan jelas perspektif Kristiani terhadap Yesus. (lepasin #perspektif islamnya, bukan lepasin #agama islamnya yach)

Bagi umat Kristen, Yesus adalah Tuhan yang berinkarnasi (=menjelma) menjadi manusia, bukan manusia yang diangkat menjadi Tuhan seperti yang selama ini disalah pahami ummat Muslim. (Red : menurut perspektif Kristen, manusia tak mungkin jadi Tuhan. Tapi Tuhan Maha Kuasa, tiada yang mustahil bagiNya, jadi Tuhan bisa menjelma menjadi apapun, termasuk menjadi manusia. Menyangkal bahwa Tuhan bisa menjelma menjadi manusia, berarti menyangkal Kemahakuasaan Tuhan)

Hal ini bukan tanpa dasar. Mereka melihat banyaknya nubuatan mengenai kedatangan Messiah, sang pembebas, Tuhan yang mengambil rupa manusia ini dari kitab Taurat, kitabnya para Yahudi. Kitab yang sama yang juga memuat cerita mengenai nabi Adam AS, nabi Ibrahim, dan nabi Musa AS.

Ummat Islam mungkin akan sulit mengerti ajaran Kristen mengenai kodrat ganda Yesus : "sepenuhnya insani" (kamil bi al-nasut), sekaligus "sepenuhnya ilahi" (kamil bi al-lahut) sebagai Kalimatullah.

Agar mengerti, kita mungkin dapat membandingkannya dengan ajaran Islam sendiri mengenai kitab suci al-Quran al-Karim

Bagaimanapun, sebenarnya konsep dalam Kristen ini juga ada dalam Islam, dengan posisi Yesus dalam iman Kristen dibandingkan sejajar dengan posisi al-Qur'an dalam iman Islam.

Perbandingannya bukan Yesus dengan nabi Muhammad. Karena dalam Islam, nabi Muhammad sekedar penerima Firman Allah, padahal dalam Kristen Firman-Nya adalah Yesus itu sendiri. Sebaliknya, posisi nabi Muhammad sejajar dengan Maria (Maryam), karena keduanya adalah "sarana turunnya Firman ke dunia" menurut keyakinan masing-masing.

Secara teologis, keperawanan Siti Maryam juga paralel dengan kebuta-hurufan nabi Muhammad (Nabi al-Ummi). Karena fakta bahwa Maria tetap perawan dan nabi Muhammad buta huruf, menegaskan kemurnian Firman Allah, tanpa intervensi atau campur tangan manusia

Jadi sebenarnya ada hubungan paralel antara keyakinan Kristen mengenai Firman Allah yang menjadi manusia dengan keyakinan Islam akan Kalam Allah yang kekal yang turun menjadi al-Qur'an atau nuzul al-Qur'an.

Kalau Yesus itu Tuhan/Firman Allah/Kalimatullah, kenapa dia butuh makan? Kenapa dia bisa mati? Kenapa.....

Salah satu hal yang sering menjadi olok-olok kepada kaum Nasrani adalah ketika orang awam membenturkan sifat keTuhanan Yesus dengan kodratnya sebagai manusia. Rata-rata karena mereka tidak paham sifat "sepenuhnya insani" (kamil bi al-nasut) dan "sepenuhnya ilahi" (kamil bi al-lahut) yang dimiliki Yesus diatas.

Yesus adalah 100% Allah (dlm kapasitasnya sbg Firman Tuhan) namun juga 100% manusia (dlm fisik insaninya). Sama persis dengan Al Quran yang 100% Kalimatullah dan 100% buku.

Secara fisik mungkin buku tersebut dapat rusak, robek, atau bahkan terbakar sampai habis, bukan? Namun ketika Al Quran rusak secara fisik, apakah artinya Firman Allah juga telah rusak? Tentu tidak.

Yesus pun dalam rupanya sebagai manusia tentu dapat mengalami kerusakan secara fisik - merasakan rasa sakit, lapar, mati (namun bangkit lagi). Tapi kerusakan secara fisik tentu tidak berpengaruh apa-apa terhadap statusnya sebagai Firman Allah. Apalagi sampai hal-hal fisik ini dipandang sebagai bukti bahwa Yesus bukan Firman Allah.

Mungkin lho ya, olok-olok kaum awam ini dipandang oleh umat Nasrani sebagai hal yang tidak lucu sama sekali sekaligus menyedihkan. Bukan, bukan karena mereka sedang tersinggung sehingga merasa olok-olok itu tidak lucu. Tetapi lebih kepada rasa miris karena mengetahui pemahaman pengolok-olok itu terlalu dangkal.

Sama mirisnya ketika kita kedatangan orang yang niatnya menghina Al Quran yang kebetulan ketumpahan kopi: “Iiihh.... Kok lucu sih Firman Allah bisa rusak ketumpahan kopi? Bukan Firman Allah tuh namanya kalau bisa rusak!”.

Kalau kamu dengar olok-olok itu apakah kamu tersinggung? Apakah menurutmu olok-olok itu lucu? Tentu tidak. Kita tidak merasa lucu bukan karena kita merasa tersinggung. Kita merasa tidak lucu karena memang olok-olok itu sangat menyedihkan. Menggunakan sifat2 fisik sebuah buku untuk menyangkal Quran sebagai Kalimatullah adalah sesuatu yang sangat tidak nyambung. Ini menunjukkan dengan jelas kapasitas dan volume otak si pengolok.

Konsep ‘Dualisme’ Yesus (Kalimatullah-manusia) dan Quran (Kalimatullah-buku) ini juga bukanlah sebuah konsep yang dibuat-buat hingga terkesan unik bin antik, dimana suatu hal ternyata dapat memiliki 100% sifat A namun sekaligus juga memiliki 100% sifat B (sesuatu yang menjadi anggota himpunan sifat A dan B yang saling lepas).

Dalam dunia science, cahaya juga memiliki sifat 100% partikel namun secara bersamaan juga memiliki sifat 100% gelombang. Tapi bagaimanapun juga, kita tidak bisa membenturkan segala hasil eksperimen yang menunjukkan bukti cahaya adalah partikel untuk menyangkal fakta bahwa cahaya juga merupakan gelombang. Begitupun sebaliknya.

Hal ini karena memang tidak nyambung. Yang mau diuji apa, parameternya apa
Ibarat kita yang adalah 100% anak ibu, namun juga merupakan 100% anak dari bapak kita. Fakta bahwa hidung kita mirip ibu tidak lantas bisa dipertentangkan untuk menyangkal bahwa kita bukan anak dari bapak. Begitupun dengan fakta bahwa mata kita yang mirip bapak tidak bisa dijadikan bukti bahwa kita bukan anak dari ibu.

Lebih tepat kalau mau mempertanyakan Yesus adalah Tuhan atau bukan, ujilah apakah Ia pernah berbuat dosa atau tidak (karena kodrat manusia adalah berdosa). Dengan unsur Ilahi pada beliau, adakah mukjizat besar yang Ia perbuat dimana mukjizat ini hanya bisa dilakukan Allah sendiri? Membuat sesuatu menjadi mahkluk hidup, misalnya. Dst, dst.

Sama halnya dengan jika kita ingin menguji Al Quran adalah Firman Allah atau bukan. Ujilah apakah Al Quran pernah bertentangan dengan sifat kemanusiaan atau tidak. Apakah ada ayat Al Quran yang isinya memerintahkan perbuatan jahat, seperti mencuri atau membunuh misalnya. Dst, dst.

*Lantas waktu Yesus turun ke dunia siapa yang ngatur alam semesta?*

Mengatur alam semesta tidak ada hubungannya dengan hadirnya Yesus di dunia. Kita ummat Islam juga percaya kan bahwa Allah memiliki sifat omnipotent (maha kuasa) dan omnipresent (maha hadir).

Begitupun dengan umat Kristiani. Saat kita percaya bahwa Allah sedang hadir menjawab doa kita sekarang, tentu tidak perlu menyangsikan kemampuanNya dimana pada saat yang bersamaan Ia juga bisa hadir di tengah-tengah saudara kita di belahan dunia lain. Bukankah Allah itu Maha Kuasa?

*Apakah benar Yesus adalah anak biologis Tuhan?*

Teman-teman harus paham bahwa ummat Nasrani memiliki pemahaman yang sama dengan Islam, yakni Tuhan itu tidak beranak.

Bible tidak mengajarkan Allah melakukan hubungan biologis dengan Maryam sehingga melahirkan allah baru, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Inilah pemahaman sebagian umat Muslim yang salah.

Banyak dari mereka menganggap Tuhannya Nasrani itu ada 3: Tuhan Bapa, Tuhan Istri (Maryam), dan Tuhan Anak (Yesus). Mereka yang mempunyai pemahaman demikian, bahwa Yesus anak biologis Tuhan, sulit membedakan antara bahasa figuratif dan bahasa harfiah.
Tapi anehnya, bila mendengar kalimat “Muhammad adalah kekasih Allah” mereka tahu ungkapan tersebut hanya kiasan, sedangkan saat mendengar kata “Anak Tuhan” mereka langsung mengartikannya secara harfiah.

Kiranya kita mengerti bahwa Bible dan orang Nasrani manapun (bahkan bid’ah Nasrani paling melenceng seperti Saksi Yehuwa atau Mormon sekalipun) tidak ada yang mengajarkan Isa Al-Masih adalah hasil hubungan biologis antara Allah dan Siti Maryam!

*Kalau Yesus bukan anak biologis Tuhan, trus kenapa dia disebut “Anak Tuhan”?*

Anak Tuhan itu hanyalah istilah, sayang. Sama halnya dengan anak kunci atau anak tangga. Kunci dan tangga tidak melahirkan anak kunci dan anak tangga bukan?

Istilah “Anak Tuhan” disematkan kepada Yesus dalam kapasitasnya sebagai manusia. Patut dipahami oleh ummat Islam bahwa istilah anak Tuhan tersebut tidak hanya terbatas untuk Yesus saja. Tiap individu umat Nasrani menyebut dirinya anak Tuhan, oleh karena itu mereka memanggil Tuhan mereka dengan sebutan “Bapa”. Istilah anak dan Bapa ini digunakan untuk menunjukkan kedekatan ummat Nasrani dengan Tuhannya. Layaknya seorang bapak yang memelihara, membimbing, melindungi, dan mendisiplinkan anaknya, begitu pula sikap Tuhan pada ummatNya.

Akhirul kalam, seperti itulah Yesus. Bagi umat Nasrani dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Jadi tidaklah heran dalam dirinya terkandung atribut-atribut illahi yang tidak dimiliki oleh siapapun, bahkan oleh nabi manapun, seperti dapat menghidupkan orang mati.

Pun demikian, sosoknya tidaklah lepas dari sifat-sifat kemanusiaan (karena Ia memang menjelma menjadi manusia) seperti dapat merasakan rasa sakit, kantuk, lapar, sekaligus atribut anak Tuhan juga tersemat padanya, sebagaimana umat Nasrani mengenal Allah.

Sementara itu, kita ummat Islam memandang Yesus adalah suci (QS 19:19), dapat meniupkan nafas kehidupan pada tanah liat hingga menjadi burung (QS 3:40), dan banyak hal senada lainnya.

Hendaknya dari hal-hal yang sudah saya paparkan diatas dapat membantu teman-teman untuk memahami iman saudara kita yang beragama Nasrani, sehingga rasa saling menghormati dapat lebih terjalin. Aamiin...

AISHA NURRAMDHANI, Santri NU menjelaskan dari  pandangan islamiyahnya mengenai Olok-olok Riziek yang kelihatannya selalu  ragu pada imannya sendiri. Penjelasan dari MATA seorang muslimah kepada muslim dan muslimah ini  buat saya luar biasa dan patut dibaca. THANK YOU AISHA! 
==================================================

Natal

Anda tidak perlu setuju dengan saya. Saya pun tidak butuh disetujui. Setujuilah jalan Anda sendiri karena jika Anda masuk ke kedalaman jiwa, tidak pernah ada jalan yang sama meski kita menuju arah “pulang” yang sama.

Tulisan ini tidak mewakili institusi manapun atau agama apapun. Ini hanya catatan seorang pejalan hina dina yang mencoba mencari “jalan pulang” di gelapnya malam yang bertaburan bintang-bintang.

Begini, mungkinkah kita bicara tentang Yesus tanpa melibatkan kekristenan? Mungkinkah kita mengikuti Yesus dan menimba kebajikan hidup dari ajaran-Nya tanpa harus menjadi orang beragama Kristen, baik Protestan maupun Katolik?

Yesus bukan orang Kristen. Yesus adalah orang Yahudi. Kata Kristen baru muncul setelah Yesus wafat. Oleh para pengikutnya, Yesus diimani sebagai Kristus yang artinya “Yang diurapi”, Raja, Sang Juruselamat. Kristen artinya pengikut Kristus.

Perjalanan sejarah selama 2.000 tahun ini kemudian “mengkerangkeng” Yesus seolah-olah ia hanya milik orang beragama Kristen. Jika ingin menjadi pengikut Yesus maka orang harus menganut agama Kristen.

Bisakah menjadi pengikut Yesus, menimba kebajikan hidup daripada-Nya dan menjadikan sosok serta ajaran-Nya sebagai panduan hidup tanpa harus menjadi orang beragama Kristen?

Kenapa tidak? Yesus tidak mendirikan agama tertentu dan mengeksklusifkan dirinya bagi para pemeluk agama itu. Yesus datang untuk semua orang.

Maka, kita tidak perlu menjadi penganut agama Kristen untuk mengikuti jalan terang kehidupan yang dijajarkan-Nya.

Manusia paripurna

Apa yang diajarkan Yesus? Bagi saya, Ia datang mengajarkan cara menjalani hidup untuk menjadi *manusia paripurna*.

Artinya, manusia yang *menyadari ke-Ilahi-an dalam dirinya*. Manusia tercerahkan seperti halnya Sidharta Gautama.

Manusia yang *menyadari kemanunggalan kawula dan Gusti* dalam tradisi Jawa. Manusia yang menyadari bahwa dirinya dan Tuhan adalah satu. Manusia yang *terbangunkan* dari ilusi keterpisahan antara dirinya dan Tuhan.

Itu yang dikatakan Yesus pada Filipus, salah seorang muridnya. Pada suatu waktu Filipus bertanya pada-Nya,
_“Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Itu sudah cukup bagi bagi kami.”_

_Jawab Yesus, “Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?”_

Pada bagian lain ia berkata, akan ada saatnya kita menyadari bahwa “Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.”

Nasihat Yesus pada Filipus seperti nasihat Sri Krishna kepada Arjuna di padang Kurusetra menjelang perang Baratayudha sekitar 3000 tahun sebelum Masehi sebagaimana dikisahkan dalam *Bhagavad Gita*. 

_“Wahai Arjuna Putra Pandu, setelah meraih pengetahuan sejati dan tercerahkan, kau tidak akan bingung lagi. Kau akan merasakan kesatuan kemanunggalan dengan semua mahluk, dan selanjutnya melihat semua di dalam diri-Ku,” kata Sri Krishna._

Pengalaman yang sama juga dikisahkan *Jalaluddin Rumi*, seorang Sufi yang banyak menghabiskan hidupnya di Turki sekitar tahun 1200 Masehi dalam syairnya tentang *Kekasih*.

_Tentang seseorang di pintu Sang Kekasih dan mengetuk pintu._

_Ada suara bertanya, “Siapa di sana?”
_Dia menjawab, “Ini aku.”_
_Sang suara berkata, “Tak ada ruang untuk Aku dan Kamu.”_
_Pintu tetap tertutup. Setelah setahun kesunyian dan kehilangan, dia kembali dan mengetuk lagi. Suara dari dalam bertanya,_
_“Siapa di sana?”_
_Dia berkata, “Inilah Engkau.”_

_Maka sang pintu pun terbuka untuknya._

Perkataan Yesus bahwa “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku” bukan hanya dimengerti sebagai keistimewaan pribadi Yesus yang diimani kekristenan sebagai Tuhan, tapi juga *sebuah panggilan* agar setiap manusia di muka bumi memiliki kesadaran yang sama bahwa sesungguhnya kita semua ada di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita.

Panggilan universal

Panggilan Yesus itu bersifat *universal* ditujukan kepada semua manusia di muka bumi. Panggilan itu pun sejatinya juga *kerinduan* semua manusia yang mendambakan *kebahagiaan hidup*.

Yesus mengajarkan, kebahagiaan hidup yang sejati hanya dapat dicapai jika manusia sadar bahwa dirinya dan Tuhan adalah satu.

Kebahagiaan itu bisa dicapai dalam *kehidupan di sini*, saat ini, tanpa harus menunggu kematian dan dunia akhirat. _“Carilah dulu Kerajaan Allah maka semuanya akan diberikan kepadamu.”_

Agama hanya kulit luar, bukan buahnya. Buahnya ada di kedalaman batin, tertutup ego, ambisi, nafsu, amarah, dengki, benci, iri hati, dan ketamakan. *Masuklah ke dalam*. Jalan yang sulit memang. Tapi, cuma itu jalannya.

Dalam arti tertentu agama yang dimaknai pada kulit luarnya menjadi berbahaya ketika ia menjadi instrumen yang mengotak-ngotakkan manusia.

Mereka yang berada di dalam kotak hampir selalu akan berkata, kotakku yang paling benar, kotakmu salah.

Afirmasi bahwa *aku yang paling benar*, aku bagian dari kelompok terpilih, agamaku yang paling suci, dalam perjalanan sejarah membuktikan lahirnya penindasan-penindasan dan beragam kejahatan atas kemanusiaan. Justru afirmasi macam ini yang ingin *dihancurkan* Yesus.

Tak ada bangsa terpilih sebagaimana keyakinan bangsa Yahudi. *Semua orang adalah terpilih*. Semua manusia, apapun suku dan kelompoknya adalah sama derajatnya di hadapan Sang Pencipta dan dipanggil pulang untuk bersatu dalam rumahNya.

Tuhan yang satu

Dalam terang itu Yesus berkata, _“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”_

Tuhan siapa?

Bukan Tuhan Kristen, bukan Tuhan Hindu, bukan Tuhan Kejawen, bukan Tuhan Islam, bukan Tuhan Konghucu, bukan Tuhan Budha. Tapi, *tuhan yang satu* itu, satu-satunya Sumber Kehidupan.

Ya, cuma ada satu Tuhan itu. Tuhan yang sama yang dialami Yesus, Budha, Krishna, Rumi, dan semua para nabi. Semua orang suci di muka bumi yang lahir di sepanjang segala zaman yang pada dirinya mengalami pengalaman akan Tuhan sesungguhnya hanya bicara tentang Tuhan yang satu itu.

*Kedegilan hati* manusialah yang kemudian *mereduksi* seolah-olah Tuhan itu berbeda-beda versi. Yesus mengajak setiap manusia untuk mencintai dan mengalami pengalaman akan Tuhan yang satu itu.

Bagaimana caranya mencintai Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi?

Hanya ada satu cara: _“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”_ Kenapa mencintai Tuhan harus berarti mencintai sesama manusia?

Ya tidak bisa tidak karena seperti yang Yesus katakan, Tuhan dan manusia adalah satu. Ia bukan dua entitas yang terpisah satu sama lain. Adalah *tidak mungkin* mencintai Tuhan tanpa mencintai manusia.

Siapakah sesamaku manusia? 

Yesus punya cerita yang sangat indah saat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh seorang Ahli Taurat tentang siapakah sesamaku manusia. Ia menuturkan kisah orang Samaria yang baik hati. Ceritanya bisa dibaca di sini.

Sesamaku manusia adalah siapapun dia yang mengalami kesusahan tanpa harus memandang agama, suku, ras, dan golongannya. 

Bagi Yesus seorang manusia berharga karena ia adalah manusia, bukan karena latar belakang atau atribut sosialnya. Bahkan, seorang yang dianggap pendosa oleh kelompok masyarakat adalah mulia di mata Yesus.

Itulah kenapa ia memilih singgah di rumah Zakeus pemungut cukai yang dibenci oleh masyarakat Yahudi.

Itulah kenapa ia membela seorang pelacur yang hendak dirajam batu, menyembuhkan orang kusta dan buta yang dipandang hina masyarakat karena dianggap mengidap dosa turunan.

Kemanusiaan yang diajarkan Yesus adalah *kemanusiaan yang tidak mengenal batas-batas tembok*.

Dalam terang jalan kemanusiaan universal ini, Natal sungguh bukan previlegi orang Kristen. Natal dapat dimiliki dan dirayakan oleh semua orang di segala penjuru bumi yang mencari kebajikan hidup.

Pada hari Natal kita mengenang kelahiran seorang manusia yang telah *tercerahkan budinya* dan mengajarkan bagaimana caranya *mencintai Tuhan dan sesama*.

Selamat Natal, kawans. Semoga semua mahluk berbahagia.


Heru Margianto, salah satu editor Kompas.
-----------------------------------

Angkot

PERHATIAN !!!.

Bagi warga BEKASI-PONDOK GEDE agar ber hati-hati .. 

Jangan sampai kejadian ini terulang
pada diri anda/saudara anda.

Tepatnya sekitar
Jam 05 pagi, cuaca agak gerimis, ada seorang ibu dari pondek gede mau kebekasi-ibu naek Angkot di dalam Angkot cuma ada dirinya & seorang penumpng laki2 du2k d dpn, samping supir. Tidak biasanya sangat sepi. Karena tidak ada penumpang lain di blkng, kemudian Angkot tersebut berangkat.

Saking ngantuk nya, ibu itu tertidur di dalam Angkot, tepatnya di prapatan komsen yg sepi Ibu itu terbangun ada sesuatu yg aneh, dia merasa angkot yg di tumpanginya berjalan sngat pelan, dia langsung melirik ke arah kemudi, betapa kagetnya saat dia melihat kedepan, sang supir & penumpng yg laki2 tdk ada, dan angkot berjalan sendiri tanpa ada sopirnya. Tanpa menunggu lama ibu2 tersebut langsung menjerit "Tolooong, tooolooong" ibu2 tsb langsung memalingkan kepalanya ke arah jendela & membukanya, dia bermaksud minta
pertolongan, siapa tahu ada yg lewat.

Saat mengeluarkan kepalanya, ibu tsb bertambah
kaget, karena ada 2 kepala yg nongol di belakang sambil ngomong :

"JGN JERIT2 AJA BU,,, BANTUIN NGEDORONG NAPA.. MOBILNYA MOGOK  NICH"

# met istirahat

Ekonomi 2017

Ekonomi Indonesia Hadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan


Proyeksi ekonomi Indonesia 2017 beserta angka-angka pertumbuhan, inflasi, lapangan kerja, peta investasi, dan seterusnya sudah sering Saudara baca.

Demikian juga ancaman dan peluang dari pasca terpilihnya Donald Trump dan dunia yang semakin protektif. Kehidupan berusaha dan berprofesi di tahun-tahun mendatang juga tidak akan lebih mudah karena muncul peta yang sama sekali baru.

Banyak hal-hal baru yang menakutkan incumbents hadir di depan mata. Salah satunya, proses penghancuran melalui inovasi, bisnis model, dan disrupsi.

Lawan-Lawan Tak Kelihatan

Yang jelas para usahawan tengah menghadapi kompetisi baru yang identitasnya tak begitu kelihatan. Seperti Blue Bird dan Express yang kecolongan Grab dan Uber. Lawan itu datang tanpa logo, tanpa pelat nomor kuning, dan tak ada tulisan taksi. Tahu-tahu armada itu sudah besar dan menggerogoti penerimaan perusahaan.

Akibatnya, Express rugi Rp 81 miliar per kuartal ketiga 2016. Sedangkan laba Blue Bird turun dari Rp 625,42 miliar ke Rp 360 miliar pada kuartal ketiga 2016.

Pada 2016 akhir, kita juga mendengar banyak kalangan pemilik hotel yang menyatakan keinginan untuk exit dari industri ini per kuartal III 2016. Alasannya adalah kontraksi dana APBN yang membuat okupansi hotel untuk keperluan meeting pemerintah berkurang.

Faktanya, para traveler pemula (the millenials) tengah beralih dari hunian hotel ke penginapan-penginapan berbasiskan sharing economy, seperti Airbnb dan Couchsurfing. Di Bali, di sepanjang Jalan Sunset Road, tumbuh rumah-rumah kos elite yang ditawarkan dengan pola ini.

Belum lagi restoran-restoran yang kelak akan kehilangan pengunjung dengan tawaran-tawaran makan siang atau malam bersama penduduk di rumah-rumah mereka melalui platform sharing economy.

Lantas, bagaimana dengan produk sehari-hari? Ambil saja produk makanan. Sejak tahun 2009 konsumen kelas menengah dunia sudah mulai meninggalkan makanan dalam kemasan, beralih ke makanan segar dan organik.

Di berbagai kota besar di Indonesia, kita saksikan rombongan tukang sayur bersepeda motor semakin banyak mendatangi kawasan perumahan. Lalu toko buah-buahan segar dan sayuran tumbuh pesat.

Di Amerika Serikat sendiri, sejak tahun itu 25 produsen utama makanan olahan telah kehilangan pendapatan sebanyak US$ 18 miliar.

Di Laut juga Berubah

Masalah dalam angkutan laut ternyata juga sama. Lagi-lagi banyak pihak salah membaca menyusul bangkrutnya raksasa Shipping Lines, Hanjin (Korea) yang menguasai pangsa pasar 3 persen dunia.

Umumnya para analis menunjuk pelemahan pertumbuhan ekonomi dan melemahnya harga-harga komoditi dunia, yang bahkan mengakibatkan harga kapal anjlok 60 persen dari harga semula.

Akan tetapi, fenomena ini sebenarnya tak berbeda jauh dengan fenomena bisnis taksi, sebab shipping company kini tak perlu lagi mempunyai kapal sendiri. Cukup menjadi operator saja. Jadi, order angkutan barang dari Kalimantan menjadi mahal kalau harus diangkut dengan kapal dari Jakarta. Kini operator cukup mengontak kapal-kapal yang ada di dekat lokasi yang pasti lebih murah.

Dengan strategi ini, Djakarta Lloyd yang dulu juga sempat terancam bangkrut antara 2008-2013 rugi terus dengan total Rp 554 miliar, kini sudah kembali sehat dengan catatan keuangan di tahun 2016 mampu menorehkan laba bersih Rp 40 miliar, sebagai operator company.

Gerak perusahaan operator ini memang tak kelihatan dan begitu luas di seluruh industri dan sektor, tetapi selalu disangkal incumbent. Padahal, perubahan ini sudah mengikuti hukum moore yang terjadi secara eksponensial, supercepat.

Saya harap bulan depan anda sudah bisa membaca kajiannya dalam buku saya yang berjudul Disruption. "Sekalipun Anda Incumbent, dan menghadapi lawan-lawan tak kelihatan, cegah kehancuran sekarang juga."

Saya harap Anda bersabar dulu. Jadi ini adalah sebuah era yang membutuhkan disruptive regulation, disruptive mindset, dan disruptive marketing.

Mari Kita Kenali Ciri-Cirinya

Pertama, teknologi mengubah kita semua dari peradaban time series menjadi real time. Time series statistic menghasilkan indikator-indikator lagging (ketinggalan). Ia menghitung dengan benar, tetapi basis datanya adalah masa lalu.

Peradaban real  bisa menghasilkan indikator-indikator kekinian (current indicator), saat ini, yaitu saat kita menghadapinya sehingga lebih relevan untuk membuat keputusan. Ini tentu berkat teknologi big data analitycs.

Kedua, dulu untuk berbisnis, Anda harus memilikinya sendiri. Kini Anda bisa saling memanfaatkan resources.

Ketiga dulu, teknologi tak memungkinkan kesegeraan. Kita semua harus antri (on the lane), sabar dan rela menunggu. Kini, Anda hidup dalam on demand economy. Jarak sudah mati, stok, data, dan armada, sudah dipindahkan ke dekat lokasi yang membutuhkannya. Teknologi dan algoritma data besar memungkinkan bagi kita untuk melakukannya.

Keempat, kurva supply-demand yang dulu Anda pelajari adalah permintaan-dan-penawaran tunggal. Kini kita hidup dalam dunia apps yang pada saat bersamaan dikerjakan oleh puluhan, bahkan ribuan jejaring.

Kelima, musuh-musuh Anda (kompetitor) sudah tak lagi kelihatan. Mereka langsung masuk ke sasaran-sasaran utama, kepada konsumen, door to door, langsung. Seperti Uber yang tak kelihatan, tak berbendera, tak bertanda apa-apa.

Sekali lagi, sejak dunia mengenal hukum Moore, disruption ini bersifat eksponensial, bukan linear. Artinya supercepat. Bayangkan apa jadinya kalau Anda terlalu lama membuat keputusan, desain perusahaan rigid dan statik, dan pegawai Anda bermental passenger?


Selamat Tahun Baru, 2017. 
Happy Holiday.

Rhenald Kasali
Guru Besar Ilmu Manajemen UI
♡ 27 Des 2016
Liputan6.com, Jakarta - 

Minggu, 25 Desember 2016

Cikeas

Ini bukan HOAX.. masih berkaitan dengan Makar

PERKAWINAN GURITA CIKEAS DENGAN GURITA CENDANA :

1. Tepat pada hari HAM, 10 Desember 2016, GEORGE JUNUS ADITJONDRO, tokoh Reformasi, Sosiolog dan Mentor Politik telah meninggal dunia di Palu – Sulteng.

2. Meninggalnya George Junus Aditjondro ini sontak memantik kembali ingatan publik akan buku fenomenal beliau.

3. Buku berjudul “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Kasus Bank Century” yg lahir dari investigasi mendalam dan mencengangkan pembacanya.

4. Buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Kasus Bank Century” tahun 2009 ini secara gamblang membahas 4 Yayasan yg didirikan oleh Cikeas.

5. (a) Yayasan Puri Cikeas (b) Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan (c) Majelis Dzikir SBY Nurussalam (d) Yayasan Mutumanikan Nusantara.

6. Menurut data yg ditemukan George Aditjondro, keempat Yayasan itu dijadikan sebagai tempat pengumpulan dana rente.

7. Pengumpulan dana-dana rente untuk kepentingan politik Cikeas yg dihimpun dari pengusaha hitam.

8. George Aditjondro tunjukkan melalui pengaturan Yayasan yg seolah2 nirlaba, dana yg dikumpul melalui rente sektor Migas.

9. Dana yg dikumpulkan dari tambang, sampai dengan dana talangan Century dikumpulkan dalam Yayasan ini.

10. Sosok penting yg bertugas mengumpulkan dana ini adalah Mohammad Riza Chalid @Toni_Romdoni.

11. MRC yg kemudian menyalurkannya pada orang dekat SBY seperti Purnomo Yusgiantoro, Hatta Rajasa dan Sudi Silalahi.

12. Sosok penting Cikeas ini, MRC ternyata juga sosok penting bagi jaringan Cendana ketika Orde Baru masih berkuasa.

13. Pada masa Orde Baru, Riza Chalid dikenal dekat dengan Bambang Trihatmodjo putra Soeharto.

14. Selama bertahun-tahun MRC mengendalikan PETRAL, anak usaha PT Pertamina.

15. Setelah Cendana berakhir, dengan cerdik Riza Chalid beralih ke Cikeas dan bangun kemitraan dengan Hatta Rajasa.

16. George Aditjondro menyebutkan Riza Chalid membayar premi kepada keluarga Cikeas sebesar 50 sen dollar per barrel minyak. 

17. Hal yang membuat Direktur Pertamina saat itu, Karen Agustiawan gerah dan akhirnya mundur dari jabatannya.  

18. Pada masa Cikeas ini, nama Riza Chalid bahkan tidak berani disebut secara terbuka.   

19. Banyak orang yg hanya menyebutnya Tuan "R" 

20. Setelah SBY selesai menjalani masa Presiden kedua pada tahun 2014, Riza Chalid berafiliasi mendukung Prabowo – Hatta Radjasa.

21. Pada saat Pemilu Presiden, Riza Chalid ikut mendanai Obor Rakyat yg menjadi corong untuk menyerang Jokowi dengan isu SARA .

23. Namun alam berkehendak lain, pasangan Prabowo – Hatta Radjasa kalah dari pasangan Jokowi – Jusuf Kalla .

24. Naiknya Jokowi timbulkan masalah bagi Riza Chalid dan Gurita Cikeas, banyak kebijakan yg dibuat Jokowi menyebabkan Gurita Cikeas terpotong.

25. Salah satunya bubarkan Petral yg disinyalir jadi tempat sarang mafia Migas yg dikomandoi MRC yg juga anak emas SBY. 

26.  Sebuah kebijakan yg sontak membuat SBY kebakaran jenggot dan marah-marah ga jelas. 

27. Sadar bahwa Jokowi tidak bisa dilawan, Riza Chalid berusaha merapat kepada Jokowi melalui Setya Novanto.

28. Namun gerak-geriknya sudah tercium oleh Jokowi, sehingga dengan segera dipotong dan gagal merapat pada kekuasaan.

29. Marah akan situasi yang tidak menguntungkan, MRC kabur meninggalkan tanah air dan bersama jaringan Cikeas ambil kesimpulan Jokowi harus disingkirkan.

30. Riza Chalid dan Gurita Cikeas dengan sabar memantau perkembangan politik di tanah air menunggu momen yang tepat. 

31. Momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tersedia ketika perhelatan Pilkada DKI dimulai. 

32. MRC lihat ada peluang Cendana dan Cikeas disatukan dengan manfaatkan sentimen anti Ahok untuk jatuhkan Jokowi.

33. Peluang ini semakin besar, karena Cikeas semakin tersudutkan karena jejak masa lalu mulai dari Hambalang sampai Century mulai terkuak .

34. KPK sudah mulai panggil Ibas, si putra mahkota nomer dua dan ini bisa melahirkan malapetaka bagi Cikeas .

35. Satu-satunya jalan adalah mengamankan politik. Inilah sebabnya Agus harus menang .

36. Karena kemenangan itu adalah cara mengamankan jejak masa lalu.

37. Riza Chalid dan Tommy Soeharto kemudian meyusun rencana untuk menjalankan aksi mereka dengan menggunakan Firza Husein.  

38. Firza Husein Ketua Yayasan Solidaritas Cendana,  yang merupakan bagian dari Gurita Cikeas. 

39. Firza Husein bertugas menggarap/memanfaatkan Habib Rizieq dengan perintah kuasai DPR dan MPR serta jatuhkan Jokowi.

40. Menyadari gerakan seperti ini membutuhkan dana, maka gurita Cendana dan Gurita Cikeas mulai kumpulkan dana disalurkan ke Firza Husein.

41.  Sebuah hal yang tidak sulit untuk dilakukan oleh Riza Chalid, Cendana maupun Cikeas mengingat kekayaan mereka  jelas tidak terbatas .

42. Karena dulu dalam kurun waktu 2 (dua) tahun saja berhasil mengumpulkan 250 Triliun.

43. Jumlah yang sangat fantastis, yang banyak mengalir kemana mana. Lihat saja kekayaan Agus Yudhoyono.

44. Baru pangkat Mayor, Agus Yudhoyono tercatat memiliki kekayaan 15,2 Milyar dan 511.332 dollar AS .

45. Riza Chalid melalui Firza Husein yang kemudian memanfaatkan Habib Rizieq lalu melakukan serangan terencana.

46. Dengan hanya satu tujuan yakni Ahok harus tumbang dan sasaran utamanya Presien Jokowi dilengserkan .

47. Kita bisa liat, kekuatan cendana mengalirkan dana ke Firza Husein,  sementara Cikeas mengalirkan dana melalui banyak pihak.  

48. Mulai dari Majelis Dzikir, tim bentukan Andi Arief,  jaringan Cikeas yg masih terdapat di birokrasi pemerintahan dan TNI .

49. Bahkan dana juga mengalir melalui H. Gde Sardjana suami Sylviana Murni (Cawagub Agus) yg membiayai Rizal Kobar .

50. Rizal Kobar dan adiknya akhirnya dipanggil Polisi atas dugaan permufakatan jahat untuk makar bersama Sri Bintang, dkk.

51. Siapa yang siap mendanai Cikeas dan Cendana? Siapa lagi kalau bukan Riza Chalid.

52. Tangannya sudah terlanjur berminyak untuk jatuhkan Jokowi. Uang sudah tersedia tinggal digunakan siapapun yg ingin jatuhkan @jokowi.

53. Mafia minyak, Gurita Cikeas, Cendana dan Habib Rizieq sungguh perpaduan yang menarik.  

54. Sayang, George Junus Aditjondro sudah meninggalkan kita. Kalau tidak dia pasti menulis kisah yg lebih dahsyat. 

Selamat Jalan pak George ***