Rabu, 17 Januari 2018

Mahar

STOP MAHAR POLITIK ..

"Yang saya tanya, ente punya duwit berapa?"

Begitu bunyi penutup pidato Prabowo pada suatu pesantren di daerah Probolinggo yang langsung di LEGALISIR  oleh pembesar pantai Gerindra, Sandiaga Uno juga ikut melegalisir (katabya untuk Pilgub DKI ia telah keluar kocek sebesar 104M) bahkan ketua MPR Zulkifli Hassan juga ikutan melegalisir.
Hal diatas muncul kepernukaan dimulai dari komplin La Nyala dan disusul oleh laporan lain dari orang yang merasa dipalak sbb:

Di Pilkada Jawa Timur, La Nyalla mengaku dimintai uang Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Di Pilkada Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku diminta uang Rp 10 miliar oleh oknum di Partai Golkar. Ini terjadi saat Golkar masih dipimpin Setya Novanto.

Di Pilkada Cirebon, Brigjen (Pol) Siswandi mengaku gagal dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera karena diminta mahar.

Terakhir, terjadi konflik di internal Partai Hanura yang salah satunya disebabkan persoalan mahar politik

Masalah nya bukan soal maharnya tetapi bagaimana mereka bisa ME-RECOVERY mahar yang sudah keluar itu? disinilah AWAL SEGALA KORUPSI.

JADI STOP SEGALA MAHAR POLITIK

Athiam & Ahwa

Seandainya Adam & Hawa adalah orang Tionghoa namanya pasti akan menjadi "Athiam & Ahwa"
Manusia pasti tidak akan jatuh dalam dosa, karena pada tau lah... otak bisnis orang Tionghoa, begitu melihat buah apel tidak akan langsung dimakan tetapi dibudidayakan dan dijual, lumayaaaan cuan notiau.. Ularnya pun nggak sempat menggoda, pasti akan ditangkap, lalu dimasak ular cah kumak untuk ciakpoh. Hoociak hoocuan...😀😀 dan, yang pasti mereka takkan menelantarkan taman Eden tetap kosong, tetapi akan dibangun ruko dan apartment jadi Taman Eden Residence... 
😀😀😀😄

Superhero Jokowi

Bertarung di Tiga Medan Perang Sekaligus

Wantimpres Sidarto Danosubroto menghentak nalar saya. Saat mendengar wejangannya bersama Penulis Seword dan Seknas Jokowi di Hotel Aston 15 Agustuslalu, Darto, panggilan Sidarto Danosubroto, menuturkan bahwa anda tidak salah menulis tentang Jokowi. Dialah hadiah terhebat bagi rakyat Indonesia. Kami, Wantimpres, yang berjumlah Sembilan orang itu, kagum benar-benar dan sangat bangga pada kinerja seorang Jokowi.

“Ia sudah ditakdirkan lewat garis tangannya untuk memimpin negeri ini. Ia sanggup berperang pada tiga medan perang sekaligus. Ia menghancurkan halangan infrastruktur buruk, menabrak mafia dengan gagah berani dan berperang langsung melawan kaum radikalis. "Jika bukan karena garis tangannya, Jokowi sudah lama tumbang”, tutur Danosubroto, mantan ketua MPR itu dengan suara meyakinkan.


Medan Perang Pertama

Selama tiga tahun Jokowi menjadi Presiden, Jokowi membangun infrastruktur masif di pelosok negeri. Kisah pembangunan di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera sudah banyak diberitakan oleh media. Cintanya pada Papua membuatnya sudah tujuh kali mengunjungi daerah itu. Ia membangun dari pinggiran dan memulainya dari Papua.

Putera Papua, Komisaris Besar Jhonny Edison Isir, untuk pertama kalinya dia angkat menjadi ajudan Presiden.
Lalu mengapa pembangunan infrastruktur merupakan medan perang Jokowi? 

Tidak sulit untuk mencari jawaban pertanyaan itu. Selama tiga tahun, nilai proyek infrastruktur Jokowi yang sudah berjalan, sudah hampir mencapai Rp. 2.000 triliun. Jika ia tidak mengawasinya siang dan malam, maka proyek-proyek itu akan bernasib tragis seperti Hambalang. Proyek-proyek yang anggarannya juga sebagian dari utang, akan mangkrak karena dikorupsi. Artinya Jokowi berperang sengit di infrastrukturnya agar selesai tepat waktu dan bebas dari incaran para koruptor.

Demi pengawasan dan mencari solusi yang mendetail, Menteri Perhubungan, Budi Karya yang turut hadir bersama Danosubroto, menuturkan bahwa ada 7 kali rapat menteri dalam seminggu di era Jokowi. Di era SBY, rapat semacam itu hanya diadakan sekali dalam dua minggu. Jokowi ingin mengetahui secara mendetail apapun tentang proyek infrastruktur dan solusi permasalahan bangsa. Dan itu semua dibicarakan dalam rapat.


Medan Perang Kedua

Jokowi adalah menghancurkan para mafia yang tersebar di segala lini. Ada mafia migas di petral, mafia pangan di gula, garam, beras, cabe hingga daging sapi. Ada mafia ikan di laut bersama mafia kapal, mafia bola, mafia pupuk, mafia freeprot, mafia media. Jokowi berani melawan semua mafia-mafia itu dan sekarang mereka banyak yang tiarap. Tentu saja para mafia itu memberikan perlawanan sangat seru. Dan di sinilah Jokowi berperang dengan gagah berani. Jika bukan karena garis tangannya, Jokowi sudah lama tumbang di tangan mafia.

Medan Perang Ketiga

melawan kaum radikalis. Mereka-mereka ini didukung oleh oknum-oknum lawan politik Jokowi. Kaum intoleran sekaligus kaum radikalis ini bercita-cita mendirikan khilafah. Mereka sudah terang-terangan mempromosikan cita-cita negara khilafah secara terbuka. Mereka tinggal menunggu waktu untuk mengambil-alih kekuasan dari pemerintahan yang sah. Namun gerak cepat Jokowi mengeluarkan Perpu menjadi senjata andalan untuk menggebuk kaum radikalis itu. Tentu jika bukan karena garis tangannya, Jokowi sudah lama tumbang di tangan kaum radikalis.

Dengan takdir di garis tangannya, Jokowi terus menghentak banyak pihak. Ada banyak pihak yang sebelumnya nyinyir, bermusuhan, kini berbalik mendukung Jokowi. Kekonsistenan Jokowi untuk berperang terus di tiga medan pertempuran ditambah komunikasi hebat plus kesabarannya, membuat nyali lawan-lawannya ciut. Lihatlah Hary Tanoe, Fahri Hamzah, dan terakhir SBY datang bersalaman dengan Megawati pada perayaan HUT Proklmasi RI ke-72. Itu semua berkat kepiawaian komunikasi Jokowi.

Momen SBY bersalaman dengan Mega pada HUT Proklamasi 17 Agustus 2017

Berkat strategi jitu Jokowi di bidang pembangunan infrastruktur, kaum pemberontak Papua kini satu persatu menyerah. Mereka menyerah bukan karena kalah dalam perang tetapi luluh karena sentuhan Jokowi. Pembangunan spektakuler Jokowi di Papua, membuat mata mereka terbuka. Sang pemimpin hebat telah hadir di tengah-tengah mereka. Fajar di Timur merekah, momen emas mereka untuk bangkit telah tiba.

Tepat di hari kemerdekaan 17-8-2017, 77 orang mantan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin oleh Kris Nussy Sineri bersama 300 simpatisan di Kabupaten Yapen, turun gunung. Dengan kebulatan tekad yang tinggi, sambil menyerahkan senjata, mereka menyatakan kembali ke NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Inilah tahap ketiga penyerahan senjata yang dilakukan OPM dimana sebelumnya pernah terjadi di sebuah Pegunungan pada bulan Maret dan di Puncak Jaya pada Juli lalu. Tepat pada tanggal 17-8-2017 ke 77 tentara OPM bersama 300 simpatisan menyerahkan diri dan kembali bergabung dengan NKRI

Lewat garis tangannya, Jokowi akan terus bertarung di tiga medan pertempuran dengan gagah berani. Pertarungannya menjelang Pilpres 2019 dipastikan akan semakin sengit. Jokowi akan terus mengobarkan semangat pertempuran demi kemajuan negerinya yang bernama Indonesia. Itulah sebabnya Tifatul Sembiring dari PKS, mendoakan Jokowi agar menjadi gemuk. Karena kalau Jokowi gemuk, maka kelincahannya untuk bertarung di tiga medan perang sekaligus, akan hilang. 

Salam Indonesia Bangkit
Bersama Jokowi,Indonesia Hebat


Asaaro Lahagu

Selingkuhan

😃😃😃..
"Istilah Selingkuhan"

Ternyata mengundang Tanya bagi Seorang Nenek yang lugu dari Kampung. Lalu si nenek bertanya sama cucunya,
"Cu,...  Selingkuhan itu apa?"

Karena Tidak ingin Neneknya berpikir Hal yang Tidak-tidak, maka si Cucu pun menjawab,
"owh.....Selingkuhan itu Penyakit mencret atau Diare,... nek."

Dengan manggut-manggut,
si Nenek Merasa Tau kalau Selingkuhan itu = Mencret-Mencret.

Suatu pagi si nenek ini Terlihat Duduk Lemas di depan teras.

"Nek..... Nenek kenapa kok Keliatan Capek, Lemes, seperti ngak Bertenaga begitu?" Tanya Pak RT yang Kebetulan sedang Lewat.

"Iya ni, pak RT.....
Badan Rasanya Lemes Banget,
Tenaga terasa Terkuras" 😰

Emang knapa nek ? ... tanya pak RT

Jawab si nenek.....
"ni gara-gara selingkuhan,
pak. .... Bayangin coba, pak.....
Semaleman, dari sore sampe pagi dihajar selingkuhan terus non stop. Belum sempat naikin Celana, eeehh.... Selingkuhan udah datang lagi.
Gimana gak lemes, coba?!

Pak RT : "???!!!
😳 😮😲😢

Perang Kebijakan

Perang Kebijakan Anies dengan Pemerintah Pusat

#Anies Sedang Trial n Error Strategy

Anies sedang panik? Tidak...
Anies sedang tersudut? Ooh jelas  Tidak..
Anies bodoh? Yaa enggak lah yaau...
Anies sedang Uji Nyali..? Iyaa... betul.. gaberner bahlul ini memang sedang uji nyali. Uji nyali dengan siapa? Yang pasti uji nyali dengan pemerintah pusat, wabilkhusus dengan Presiden, Joko Widodo..

Kacamata saya begitu menangkap berbagai sikap dan gaya bahasa politik yang dimainkan Anies saat ini. Bagi kita yang melihat dari sisi kacamata normatif, teoritikal politik, fatsoen politik, dan kelaziman politik santun, jelas akan menghujat serta menilai Anies sedang harakiri dan akan menuai implikasi negatif bagi jabatan gaberner nya. Dia negitu terlihat 'bodoh' sebagai seorang birokrat dan terlihat begitu naif sebagai politisi. 

Tidak bisa dipungkiri, niatan Anies untuk maju Pilkada DKI tahun kemarin itu, bukan  ingin memgurus warga Jakarta menjadi lebih baik dibanding pendahulunya, yang sudah terbukti dan diakui warga DKI dan publik nasional lainnya sebagai luar biasa progres. Anies tidak peduli dengan prestasi yang diraih pendahulunya tersebut. Bagi dia, jabatan publik yang pasti menjadi "media darling" bagi dirinya tersebut, yakni gaberner, adalah jabatan seksi untuk selalu menjadi buruan media nasional, yang memang tidak memiliki basis idealisme yang jelas saat ini. Pers lebih sebagai katalisator bagi kian memburuknya komunikasi publik yang mengancam harmonisasi dalam masyarakat. Pers saat ini menganut paham, "bad news is chance to take a profit ". Daya kritis pers melempem ke titik terendah. Disamping terjebak pada media partisan, pers juga terjebak pada dorongan bisnis, yang membuat mereka harus tinggi ratingnya, dan melimpah viewers nya. 

Dua kepentingan yang berkelindan ini, kepentingan Anies disatu pihak, dan kepentingan media di pihak yang lain, tanpa disengaja telah menjadi warna yang mencolok di saat-saat ini. Dan hebatnya, Anies mehamami situasi ini sebagai "kekuatan" dia dalam analisa SWOT nya.

Yang terngawur dan terbaru dari rencana kebijakan Anies adalah, akan mengizinkan kembali becak beroperasi di wilayah DKI Jakarta. Sesuatu yang menggelikan jika dibahas disini, terkait dengan rencana " Becak back to Jakarta" ini. Namun saya tidak akan membahas isu tersebut disini. Percuma dan gak ada gunanya, sebab, yang disasar Anies adalah komentar dan reaksi dari pakde Jokowi... Anies hanya ingin pakde segera masuk ke arena perang kebijakan yang sudah disiapkannya. Sekali pakde masuk ke arena tersebut, maka dengan lincah dan paten, pakde akan diajak perang beretorika kebijakan melawan pakde. Jika ini terjadi, satu poin untuk keunggulan Anies.

Pelbagai kebijakan "lucu" wanabut ini semuanya adalah pancingan yang selalu cantik, untuk menghasut datangnya pernyataan keras Presiden, untuk menyerang  balik dan menegur keras dirinya sebagai Kepala pemerintahan daerah di Ibukota Negara. Inilah bidikan yang sesungguhnya dari semua kengawuran kebijakan, pasangan gaberner dan wagaberner, yang berhasil menduduki Balaikota Jakarta, dengan memanfaatkan politik uang bertopengkan politik agama tersebut.

Bagi Anies, perang kebijakan antara dirinya dengan Presiden, akan membuat dirinya multiorgasme, layaknya ia memenangi debat kampanye saat Pilkada DKI baru lalu itu.

Tentu suhu politik akan makin memanas,  sehingga pro dan kontra di tengah masyarakat, antara yang pro ke Anies dan pro kepada Presiden, akan segera terbentuk, jika pancingan Anies ini dimakan oleh Presiden. Polarisasi dukungan inilah yang menjadi sasaran utama strategi komunikasi politik yang dimainkan Anies.

Bagaimana harusnya sikap elite politik pendukung Presiden dan Presiden sendiri menghadapi gaya politik seraduk seruduk ala Anies ini??

Pandangan saya adalah, Anies akan bisa dilipat dua belas jika ia dihadapi dengan poltik tingkat tinggi dan hukum. Poltik tingkat tinggi yang dimaksudkan bukan dengan cara Pakde masuk arena secara langsung. Pakde harus menyiapkan seorang tokoh muda, dengan akar politik pada partai kuat sangat kuat, misalnya merangkul AHY, putra mahkota jadi dari Partai Demokrat. Pakde juga menyiapkan striker bayangan yang menganggu pertahahan Anies, misalnya lewat Mendagri, Tjahjo Kumolo, yang melawan kebijakan Anies soal penggunaan tata ruang dan peruntukan lahan di Ibukota, yang jelas ada UU nya.

Di level para petinggi partai yang menguasai kursi DPRD DKI Jakarta, mereka juga harus memanggil para ketua Fraksi mereka yang di Kb Sirih, untuk mengkaji pelanggaran2 UU yang dilakukan Anies dalam menjalankan roda pemerintahannya. Mereka harus siapkan jurus Impeachment untuk mematahkan kebrutalan Anies dalam mengelola Pemprov DKI ini.

Jaringan koalisi aktivis Islam dan partai Islam yang selama ini memagari Anies juga harus dirangkul untuk melucuti kesombongan Anies yang rajin mengatasnamakan demi kepentingan agama dan rakyat kecil.  

Disisi yang lain, massa Marhaen yang bertebaran di banyak tempat juga harus memblokade semua lajur lobi poltik Anies, yang suka menebar janji manis untuk kepentingan rakyat. 

KPK juga wajib bergerak memfollow up beberapa fakta yang melibatkan Anies dalam serangkaian dugaan penggunaan anggaran waktu dia menjabat Mendiknas kemarin itu. Pada saat yang sama, sejumlah kelompok masyarakat, beramai-ramai melakukan "class action" untuk menuntut Anies tidak menjadikan Pemprov sebagai dojo bagi kepentingan ambisi politiknya. Paparkan fakta-fakta betapa kebijakan Anies merugikan banyak kepentingan publik dihadapan pengadilan.

Gerakan mahasiswa dan relawan Jakarta butuh pemimpin yang bekerja bukan yang berwacana ria dan berjoget ala banci, juga harus turun ke jalan, untuk menjustifikasi betapa parahnya kinerja gaberner dan wagaberner ini.

Ketika Anies dihadapkan dengan desakan impeachment oleh DPRD DKI, disibukkan dengan kritikan tajam dan deras dari AHY, direpotkan dengan teguran keras dari Mendagri, direpotkan dengan harus bolak balik dipanggil KPK untuk pemeriksaan, dipusingkan oleh banyaknya class action dari masyarakat, dibuat geram oleh membisunya ormas Islam dan aktivis Islam yang justru malah memprotes masalah bagi-bagi yang gak adil, tentu arus pencitraan emas yang selama ini dibanggakan Anies berhasil diraihnya seketika lumer oleh fakta-fakta bobrok nya kinerja Anies, dalam pelbagai aspek.

Begitu prediksi dan analisa saya, jika kita ingin membuat Ibukota selalu layak dijadikan contoh dan teladan bagi daerah-daerah lainnya.Bukan seperti sekarang ini. Ibukota jakarta, hanya jadi gunjingan nasional yang memalukan karena ulah seorang "destroyer" ambisius 

Yang terakhir, pakde Jokowi bukan lawan yang setimpal buat melipat kebrutalan Anies secara kebijakan ini. Dia, seorang doktor politik, yang piawai beretorika. Sedangkan pakde adalah seorang negarawan tulen, seorang pekerja keras, seorang pemikir rakyat yang sungguh-sungguh, tentu akan "dipermainkan" oleh wanabut dalam perang wacana yang disiapkannya. 

Semoga kita semua menjadi paham, bahwa gaberner Anies memang menjadikan jabatannya, untuk kendaraan politiknya menuai kontroversial. Makin kontroversial, maka makin tinggi elektabilitasnya. Jika makin tinggi, maka dia akan merasa dia lah yang pantas mendepak Pakde pada Pilpres 2019 mendatang. Itulah itung-itungan nya Anies.

Apakah kita rela????


Budhius Ma'ruff
17/01/18 
06.36.39: 🔑

Tidak Digaji

KISAH POLISI ASAL THAILAND YANG RELA TIDAK DIGAJI DEMI KEMAJUAN SEPAK BOLA DI DESANYA​


Begini ceritanya .. ..


ในสมัยหนึ่ง พระพุทธเจ้าประทับอยู่วัดเชตวัน เมืองสาวัตถี ทรงปรารภการทะเลาะกันของอำมาตย์ ๒ คน ได้ตรัสอดีตนิทานมาสาธก ว่า... กาลครั้งหนึ่งนานมาแล้ว พระโพธิสัตว์เกิด เป็นฤาษีบำเพ็ญเพียรสมาบัติอยู่ป่าหิมพานต์ มีพังพอนตัวหนึ่ง อาศัยอยู่ในจอมป ลวกที่จงกรมของฤาษีนั้น และมีงูตัวหนึ่ง อาศัย อยู่ที่โคนไม้ต้นหนึ่งใกล้จอมปลวกนั้น งู และพังพอนไม่ถูกกันเป็นคู่อริกันตลอดกาล ฤาษีเห็นสัตว์ทั้งสองทะเลาะกัน จึงกล่าวถึงโทษข องการทะเลาะกันและอานิสงส์ในการ เจริญเมตตาแก่สัตว์ทั้งสอง จนทำให้งูและพัง พอนเลิกทะเลาะกันกลับมาเป็นมิตรกันในที่สุด ถึงกระนั้นพังพอนก็ไม่ไว้ใจงู เวลางูออกไปข้าง นอกพังพอนก็จะนอนอ้าปากหันหัวออกนอกโพรง แม้หลับก็ยังนอนอ้าปากอย ฤาษีเห็นพฤติกรรมเช่น นั้นของมันจึงถามมัน พังพอน..เจ้าได้ทำมิตรภาพ กับงูผู้เป็นศัตรูแล้วมิใช่หรือ เหตุไฉนจึงนอนแย กเขี้ยวอยู่อีกเล่า ภัยที่ไหนจะมาถึงตัวเจ้าอ พังพอนตอบว่า "พระคุณเจ้า เราไม่ควรดูหมิ่นศัตรู ควรระแวงไว้เสมอ" แล้วกล่าวเป็นคาถาว่า "บุคคลพึงระแวงภัยในศัตรูไว้ก่อน แม้ในมิตรก็ ไม่ควรไว้วางใจ ภัยที่เกิดขึ้นจากมิตรย่อมกัด อยู่อย่างสันติจนตราบสิ้นชีวิต...
ในสมัยหนึ่ง พระพุทธเจ้าประทับอยู่วัดเชตวัน เมืองสาวัตถี ทรงปรารภการทะเลาะกันของอำมาตย์ ๒ คน ได้ตรัสอดีตนิทานมาสาธก ว่า... กาลครั้งหนึ่งนานมาแล้ว พระโพธิสัตว์เกิด เป็นฤาษีบำเพ็ญเพียรสมาบัติอยู่ป่าหิมพานต์ มีพังพอนตัวหนึ่ง อาศัยอยู่ในจอมป ลวกที่จงกรมของฤาษีนั้น และมีงูตัวหนึ่ง อาศัย อยู่ที่โคนไม้ต้นหนึ่งใกล้จอมปลวกนั้น งู และพังพอนไม่ เป็นคู่อริกันตลอดกาล ฤาษีเห็นสัตว์ทั้งสองทะเลาะกัน จึงกล่าวถึงโทษข องการทะเลาะกันและอานิสงส์ในการ เจริญเมตตาแก่สัตว์ทั้งสอง จนทำให้งูและพัง พอนเลิกทะเลาะกันกลับมาเป็นมิตรกันในที่สุด ถึงกระนั้นพังพอนก็ไม่ไว้ใจงู เวลางูออกไปข้าง นอกพังพอนก็จะนอนอ้าปากหันหัวออกนอกโพรง แม้หลับก็ยังนอนอ้าปากอย ฤาษีเห็นพฤติกรรมเช่น นั้นของมันจึงถามมัน พังพอน..เจ้าได้ทำมิตรภาพ กับงูผู้เป็นศัตรูแล้วมิใช่หรือ เหตุไฉนจึงนอนแย กเขี้ยวอยู่อีกเล่า ภัยที่ไหนจะมาถึงตัวเจ้าอ พังพอนตอบว่า "พระคุณเจ้า เราไม่ควรดูหมิ่นศัตรู ควรระแวงไว้เสมอ" แล้วกล่าวเป็นคาถาว่า "บุคคลพึงระแวงภัยในศัตรูไว้ก่อน แม้ในมิตรก็ ไม่ควรไว้วางใจ ภัยที่เกิดขึ้นจากมิตรย่อมกัด อยู่อย่างสันติจนตราบสิ้นชีวิต...


Semoga kita semua mengambil hikmah dari kisah ini... saya hampir menangis membacanya...

Diserang Bunga

AHOK DISERANG LAGI, KALI INI DENGAN KARANGAN BUNGA

Setelah kalah bersaing di Pilkada
Pasca alami kekalahan dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakilnya Djarot Syaiful Hidayat menerima ribuan karangan bunga yang dialamatkan ke Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Lama-lama tak muat lagi
Tadinya karangan-karangan bunga kiriman dari berbagai orang dan kelompok masyarakat itu dipajang di halaman Balaikota. Namun karena jumlahnya terus bertambah, akhirnya meluber juga ke jalanan.

Ucapan terima kasih

Rata-rata isi pesan dalam karanagn bunga itu berupa ucapan penyemangat bagi pesangan Ahok-Dajrot yang kalah alam Pilkada DKI Jakarta 2017. Selain itu juga ucapan terima kasih atas perubahan yang warga alami di ibukota.


1 kekalahan 1000 bunga

Bukan cuma dari individu, kelompok masyarakat juga ikut mengirim bunga. partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dikenal gigih memperjuangkan Ahok-Djarot dalam Pilkada mengirim karangan bunga super besar. Kata-katanya: "Satu kekalahan, seribu bunga merekah."


Jadi ajang foto

Pernah melihat karangan bunga sebanyak ini yang ditujukan bagi seorang pemimpin? Pajangan karangan-karangan bunga di sekitar Balaikota DKI Jakarta akhirnya jadi ajang selfie maupun foto bersama.


Bagaimana membalasnya?

Ahok mengaku bingung ingin membalas karangan bunga dengan ucapan rasa terima kasih, tapi bagaimana caranya jika sebanyak itu? Lewat akun facebooknya, staf Ahok mendokumentasikan karangan-karangan bunga tersbeut.


Menarik perhatian

Anggun, artis Indonesia yang bermukim di Perancis tak mau ketinggalan mengungkapkan perasaannya. lewat twitter ia menulis rasa terharunya melihat bunga-bunga untuk Ahok.


Gagal 'move on'

Tak jarang, pesan dalam plakat bunga ini juga bernada lucu. Misalnya seperti kiriman dari warga yang mengaku galau setelah ditinggal Ahok-Djarot nantinya. 


(Ed: aap/rzn)