Minggu, 22 Oktober 2017

Pembubaran Alexis

tidak semua yg kita inginkan bisa terlaksana.
menginginkan anis jadi Gabener, itu terlaksana. 
tapi, membubarkan alexis tidak terlaksana.
karena, prinsip anis, apa yang sudah jadi, jangan dihancurkan, karena mubazir.
nanti para karyawannya bagaimana, disalurkan menjadi pembantu rumah tangga juga ga bisa, karena ibu2 bisa cemburu dengan pembantunya sendiri.
dijadikan muslimah yg syariah juga ga bisa, karena atas pake jilbab, bawah blong, percuma toh.
gedung alexis dihancurkan juga sayang, karena sudah dapat IMB.
gedungnya difungsikan jadi tempat kawinan juga ga ada yg mau ngawinin di situ.
diubah jadi mesjid, misalnya masjid al-exis, ga ada juga orang yg mau jumatan di situ.
anis juga memikirkan nasib anggota FB ini, kalau alexis dibubarkan, nanti kalo lagi stress pada mau kemana hayo, ga ada tempat penyaluran jadinya.
paling2 yang bisa dicegah menurutnya adalah, jangan membuat alexis baru atau alexis II.
alexis yang sudah ada kita jaga dan pergunakan se-baik2nya.
tetapi jangan buat yang baru, apalagi buka cabang.
sehingga prinsip kita sekarang adalah,
anis : yes, 
pembubaran alexis : no

Anies Ditilang

Melanggar Sistem Satu Arah di Puncak, Tujuh 

Pengawal Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, tak tertib saat berlalulintas di Puncak Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/10/2017).

Bahkan terkesan arogan. Betapa tidak, disaat petugas Polres Bogor memberlakukan sistim satu arah untuk mengurai kemacetan kendaraan baik yang hendak turun atau naik, pengawal Gubernur ini malah menerobos sistim satu arah.

Sikap tak terpuji ini, selain mengancam nyawa mereka juga nyawa pengguna jalan lainnya.
Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama mengatakan, seharusnya sebagai pejabat publik, Anies dan pengawalnya taat pada aturan yang berlaku.

Tindakan pengawal Anis Baswedan yang menerobos jalur yang sedang berlaku satu arah ini, akhirnya dilakukan tindakan tegas oleh kepolisian.

Tujuh mobil yang menerobos sistim oneway ditilang. Sedangkan yang lainnya lolos dari perugas. “Karena melambung dan melawan arus saat berlaku satu arah, kami lakukam tilang,”kata AKP Hasby Sabtu (21/10/2017).

AKP Hasby menyayangkan sikap tak terpuji ini. Pasalnya saat pengawalan DKI 1 ini berlangsung, semua pejabat utama Polres Bogor, sedang berada di jalur.

“Pak Kapolres dan Pak Wakapolres serta Kabag Ops di jalur. Kita ini mengatur jalur agar semua pengguna jalan mendapat kenyamanan. Ini kita berlaku oneway, malah ada yang menerobos,”ujarnya. 



Poskota news 21 Okt. 2017 17:50
BOGOR (Pos Kota) – 
(yopi)

Bikin Macet

Bikin Macet Puncak, Acara Korpri DKI Tidak Ada Surat ke Polisi




Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Muhammad Dicky menyatakan tidak ada surat pemberitahuan ke Polres Bogor tentang kegiatan Tea Walk di Puncak, yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sabtu pagi, 21 Oktober 2017. Kegiatan di kawasan Perkebunan Teh Gunung Mas itu, diikuti sekitar 15 ribu karyawan Pemprov DKI Jakarta.  

"Kami juga kaget ada acara ini, tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada kami pihak kepolisian," kata Andi Mohammad Dicky, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Padahal acara Tea Walk, yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama 15 ribu orang pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, menjadi penyebab utama kemacetan parah di jalur Puncak. Macet di jalur Puncak terjadi sejak Sabtu pagi hingga siang


"Kalau diberi tahu kan bisa kita antisipasi, kita arahkan misalnya kita sampaikan agar pakai bus bukan mobil pribadi dan kami kawal bukan sporadis pakai mobil pribadi," kata Andi.


Daya tampung parkir lokasi wisata kebun teh Gunung Mas bila dikunjungi lebih 10 ribu orang dan semua pengunjung membawa mobil pribadi tentu akan overloaded, "Akibatnya sebagian besar mobil pribadi yang dibawa oleh masyarakat akan diparkir sampai pinggir Jalan Raya Puncak," kata dia.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama mengatakan, untuk mengurai kemacetan dan kepadatan kendaraan di kawasan Puncak, pihaknya menutup akses pintu masuk ke Gunung Mas karena banyak kendaraan peserta Tea Walk diparkir di pinggir jalan raya. 


"Kalo lihat tadi, kendaraan mereka tidak teratur parkir di dalam, sehingga sampai keluar Gunung Mas, mengakibatkan kemacetan parah di jalur Puncak," kata dia.

Polres Bogor mengimbau jajaran Pemprov DKI Jakarta yang ikut acara Tea Walk agar mentaati tata tertib lalu lintas. "Kami memberi tahu kepada panitia DKI Jakarta untuk tetap tertib dalam berkendara dan tidak melawan arus sehingga membahayakan pengendara lain," katanya.



TEMPO.CO, Bogor - 
Reporter: Muhammad Sidik Permana (Kontributor)
Editor: Clara Maria Tjandra Dewi H.
21 Oktober 2017 18:57 WIB

Social Engineering

Sebulan lalu saya mengantar isteri ke sebuah gerai ATM kantor cabang bank langganan kami di Cinere untuk mengambil uang. Setiba di tempat tujuan, ia turun terlebih dahulu sementara saya memarkir mobil. 

Ketika saya menyusulnya masuk kedalam gerai ATM, saya lihat isteri saya tengah bercakap dengan dua orang lelaki yang tidak kami kenal. Saya menghampiri mereka diam-diam sembari mendengarkan percakapannya.

“Jadi begini bu," ujar salah seorang diantaranya. “Saya mau transfer uang ke saudara, namun ATM saya ketinggalan. Saya cuma minta tolong ibu untuk mentransfer dua juta ke nomor rekening ini dan uangnya saya ganti sekarang juga, ini sudah saya pegang."

“Wah maaf saya tidak bisa membantu Anda,"
sahut isteri saya.

“Kenapa bu?," tanya salah seorang diantara mereka dengan nada suara meninggi. “Ibu tidak percaya kepada kami?"

“Ya, saya tidak percaya kepada kalian," sahut saya tegas sembari mendekati isteri. Kedua orang itu menoleh.

“Bapak siapa? Tak usah campur tangan urusan orang pak."

“Dia isteri saya. Kalian mau apa? Saya tidak percaya kepada kalian dan kalau tetap memaksa, akan saya suruh orang ramai diluar sana menangkapmu."

Mereka berdua tampak keder, kemudian bergegas keluar dan menyengklak motornya tanpa menoleh lagi.

-000-

Hari Selasa kemarin untuk suatu urusan, saya musti terbang ke Balikpapan. Seperti biasa saya selalu berangkat beberapa jam sebelumnya ke Bandara, untuk menghindari kemacetan. Saat saya hendak check in, orang yang sedang proses check in didepan saya tampak agak kebingungan dengan barang bawaannya. Cukup banyak sehingga melampaui batas yang diperkenankan. Ia kemudian menoleh ke arah saya dan berkata meminta bantuan.

“Pak, saya lihat bawaan bapak sedikit,"_ katanya sembari menatap saya.  “Bisakah saya menitipkan kopor saya kepada Bapak?"

Saya langsung menggeleng.

“Maaf pak, saya tidak bersedia," jawab saya tegas.

“Kenapa pak? Bapak tidak mempercayai saya?"

“Bagaimana saya percaya Bapak, kenal saja tidak. Pun jika ternyata bagasi bapak itu berisi barang berbahaya, nantinya di manifest terdaftar atas nama saya. Sayalah yang akan berurusan dengan polisi, bukan Anda."

“Terus saya harus bagaimana?"

“Itu masalah Anda, bukan urusan saya. Lagipula masih ada solusinya kok, bayar saja kelebihannya."

Saya lihat counter check in sebelah kosong, petugasnya mengangguk kepada saya. Segera saya bergeser kesana, mengurus check in dan beranjak masuk ke lounge.

-000-

Itulah social engineering Sebuah teknik untuk memanipulasi dan mengarahkan perilaku seseorang atau sekelompok orang dengan menggunakan kekuatan hipnotik bahasa, rasa rikuh pekewuh serta preferensi pribadi seseorang terhadap suatu isu. 

Sejalan dengan kian berkembangnya teknologi, teknik human engineering juga merembes kencang dalam dunia sosial media melalui berita-berita hoax. Oleh karena itu jangan heran jika dari tukang sampah hingga orang berpendidikan sangat tinggi, bisa terpengaruh karenanya.

semoga berguna 👍
Kata kata seperti ini:

"Bapak gak percaya dgn saya ?"

Biasa nya kita jadi sungkan karena takut menghina mereka lalu kita jawab:

"Bukan begitu...tapi......."

Nah disaat itu, kita menempatkan diri di bawah mereka.

Seharus langsung jawab:

“IYA... SAYA GAK PERCAYA KALIAN.."
persis dalam cerita diatas. Mulai itu penjahat tahu kita bukan calon korban yg lemah.

Saya rasa pengalaman ini bermanfaat untuk yg lain supaya tdk menjadi korban.

Tengkyu

TERIMA KASIH PAK ANIES, PAK SANDI..

Terimakasih pak Anies Sandi

Ternyata saya baru tahu kenapa warga Jakarta lebih banyak memilih anda untuk memimpin kota ini daripada Ahok..

Ketika Ahok memimpin, bawaannya tegang mulu. Selalu ada amarah dan bentakan. Warga Jakarta kurang enjoy dengan semua itu, karena hidup mereka sudah sulit. 

Mana panas, macet dimana2, kalau hujan banjir. Mereka tegang setiap hari, dan Ahok malah menambah ketegangan mereka..

Tapi zaman bapak Anis Sandi beda, beda banget..

Bapak berdua sungguh menghibur. Ada saja lawakan yang diberikan kepada kami supaya kami tertawa. Ada saja perilaku bapak berdua yang membuat kami rileks dan bersenda ria.

Waktu bapak ngomong pribumi, sontak banyak meme yang bicara pribumi. Apalagi waktu bapak Anies klarifikasi bahwa itu maksudnya pribumi di masa kolonial Belanda yang hanya ada di Jakarta, semua langsung kreatif membikin kata-kata kocak, "Belanda ngapain ke Bandung ? Beli peyempuan..."

Belum tingkah pak Sandi yang suka mbanyol. Gaya bangaunya itu lhoo... membuat kami terpingkal. "Kok bisa ya wagub bisa sekonyol itu ? Gak jaim orangnya, asik juga.." Sungguh menbuat kami merasa menjadi generasi milenial kembali... 

Kami juga jadi asik waktu bapak barengan naik motor. Mesra sekali, seperti Ropik dan Juleha. Kemana-mana berdua. Duh, jomblo mana yang gak kepengen seperti itu ? Gubernur aja gandengan, masak kamu nggak ?

Kami tahu kok, masalah janji bapak untuk menutup Alexis itu becanda kaaaan ? Kami tahu kok, pak..  Reklamasi juga. Bapak bisaan becandanya..

Dan asiknya lagi, 5 tahun ini akan penuh dengan canda ria. Serasa Warkop DKI, Srimulat, Bagito ma Kwartet S tampil sepanggung kembali. Rame pastinya dengan tingkah dan kelucuan spontan yang tercipta. 

Inilah yang gak dipunyai Ahok, yang bawaannya tegang terus. DPR beli UPS, ribut. DPR bikin anggaran seenak udelnya, ribut lagi. Sumpah, gada lucu-lucunya zaman Ahok..

Sebagai Gubernur zaman now, tentu Pak Anies Sandi paham sekali bagaimana bisa membuat warga Jakarta lupa akan masalahnya sehari-hari. Kita kurang hiburan, hibur kami pak, tolong hibur kami...

Saya yakin semua itu gak dibuat-buat. Spontan dan mengalir saja. Seperti ada bakat ngelawaknya bapak berdua. Terimakasih, Tuhan.. Engkau sudah menghadiahkan kami penimpin yang bisa menghibur kepenatan kami..

Saya aja, setiap kali bapak berdua muncul di media langsung ketawa kebahak-bahak. Pasti ada aja ulahnya, sampe kopi saya tumpah saking gak kuat nahan geli.. Terbaik, terbaik...

Terimakasih bapak, nanti kapan-kapan saya terbitkan buku "Mati ketawa cara Anies Sandi". 

Katanya, menghibur orang itu ada pahalanya loh pak. Sungguh... Gak percaya ? Yah, Percaya cukur, gak percaya gondrong...

Semoga Tuhan membalas kebaikan pak Anies Sandi selama memimpin dengan gaya berbeda...

Salam seruput kopi, pak...

www.dennysiregar.com

Pri BPUPKI

SEJARAH MENCATAT

Dari 60 anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), ada 4 orang Tionghoa: Liem Koen Hian, Oey Tiang Tjoei, Oei Tjong Hauw, dan Tan Eng Hoa, serta 1 orang yang disebut "wakil golongan Arab": Abdurrahman Baswedan (kakek Anies R. Baswedan, Gubernur DKI Jakarta 2017-2022).
..
Pada saat itu, seluruh anak bangsa (siapapun dia, suku apapun dia) punya kesadaran akan pentingnya kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Bagi mereka, tidak ada pembedaan ala pemerintah kolonial Belanda: pri dan non-pri. Bagi mereka, yang ada hanyalah Indonesia. Karena itu, keempat orang Tionghoa dan seorang wakil golongan Arab diterima dengan tangan terbuka dan penuh sukacita. Padahal dalam struktur masyarakat ala pemerintah kolonial Belanda, golongan Timur Jauh (termasuk China dan Arab), dibedakan dengan golongan pribumi yang berada 1 posisi di bawah golongan Timur Jauh. Para leluhur kita sadar bahwa pembedaan itu adalah buah dari sesat pikir dan taktik memecah belah Belanda.
..
Kini, kita sudah merdeka 72 tahun, mengapa istilah "pri" kembali dipakai hanya untuk menegaskan bahwa kolonialisme sudah berakhir? Apakah yang non-pri (dalam paradigma kolonialisme Belanda) tidak terlibat dalam perjuangan kemerdekaan RI? 
..
Tidak!!! Semua suku bangsa di Indonesia, terlibat dalam perjuangan bersama demi terbentuknya NKRI. Sejarah mencatat itu. Kunjungilah Museum Konferensi Asia Afrika, di sana terletak prasasti yang mencatat nama sejumlah anak bangsa yang terlibat dalam BPUPKI maupun PPKI, termasuk 4 orang Tionghoa dan 1 wakil golongan Arab.

Matalu Jauh

Pesan dari Niluh Djelantik utk Anies B.

Nies,
Aku mau garis bawahi kata-katamu saat pidato pertamamu jadi Gubernur DKI. 
=======

"Di tempat lain mungkin penjajahan terasa jauh, tapi di Jakarta bagi orang Jakarta yang namanya kolonialisme itu di depan mata."

"Dirasakan sehari-hari."

Nies,
Sebagai mantan Rektor, pendiri Indonesia Mengajar, bekas Menteri Pendidikan yang dicukupkan ; kamu tentu mengerti sejarah kolonialisme di Indonesia dan perlawanan dari berbagai daerah seluruh nusantara. 

Pernah dengar perlawanan Tidore & Ternate ? Perlawanan Aceh ? Perlawanan Diponegoro ? Perang Paderi ? Perang Puputan ? 

Pernah dengar tentang Hasanuddin ? Untung Surapati ? Pattimura ? Cut Nyak Dien ? Tuanku Imam Bonjol ? Sisingamangaraja XII ? Kapten I Gusti Ngurah Rai ? Nyi Ageng Serang ? Pangeran Antasari ? Tengku Cik Di Tiro ? Hamengku Buwono ? Mangkunegara ? Andi Mappanyukki ? Martha Christina Tiahahu ? Sultan Agung ? I Gusti Ketut Jelantik ? Tuanku Tambusai ? Tirtayasa ? Teeku Umar ? 
Trus kamu bilang ditempat lain mungkin penjajahan terasa jauh ? 

MATA LU JAUH NIES. 

Kamu juga pernah keblinger tentang Sumpah Pemuda. 

Katamu "Bahwa sebelum tahun 1934, nama Indonesia belum ada. Kami itu dulu orang tua pendiri kiyai partai arab indonesia yang pada saat itu mendeklarasikan tanah airnya indonesia, dan mengatakan mengatakan tanah airnya indonesia di tahun 1934.
Bapak-bapak ibu sekalian, orang arab mengatakan tanah airnya indonesia tahunnya 34. Apa sih yang kita pikirkan dan yang terjadi waktu itu? "Nekat." ujarnya.
Tahun 34 itu Nekat. Kenapa? Apakah Indonesia sudah ada? "Belum." katanya.
Belum! Kalau orang jawa mengatakan, saya Indonesia, ternyata indonesia tidak terjadi, dia tetap jawa.

Tidak ada yang lain melakukan itu kecuali keturunan Arab di indonesia. 

Nies, trus yang dideklarasikan tanggal 28 Oktober 1928 itu apa ? 

Semua pertumpahan darah dan perlawanan sejak abad ke 16 itu kamu anggap apa ? Emang nusantara cuma Jakarta doang ? 

Tunggu nanti cucu dan cicit keturunan para pahlawan nasional berbagi cerita denganmu, 

Dan akupun berbisik di telingamu,"Nenek moyangmu dari Yaman masuk ke negeri ini tahun berapa Nies ?" 

Semoga Tuhan mengampunimu.

Niluh Djelantik.