Jumat, 08 September 2017

Menggoreng Rohingya

MENGGORENG ROHINGYA SEPERTI AL-MAIDAH 51

Ketika saya membaca twit Fadli Zon dan Fahri Hamzah mengenai Rohingya, saya berfikir kemana bola akan mereka sorongkan? Sudah pasti mereka menembak kepada pemerintahan Presiden Jokowi. 

Saya juga membaca twit Tifatul Sembiring yang bahkan menampilkan gambar hoax mengenai Rohingya. Tentu saja targetnya untuk membakar. Hal itu sangat memalukan dilakukan oleh mantan Mentri Kominfo.

Di Jawa Tengah kabarnya FPI sedang bersiap-siap melakukan demontrasi di candi Borobudur sebagai protes atas tragedi Rohingya. Meski secara logis tidak ada hubungannya antara kejadian di Rakhine dengan candi Borobudur, tapi justru dibetot-betot biar ada hubungannya. Targetnya apalagi kalau bukan membakar kebencian antarumat beragama di Indonesia.

Apakah semuanya berdiri sendiri? Saya melihatnya tidak begitu. Ada semacam orkestra besar yang sedang dimainkan atas nama tragedi Rohingya. Judul orkestranya : Jokowi tidak membela umat Islam!

Lalu suara-suara itu disambut dan dihangatkan oleh banyak orang. Penyambutnya adalah mereka yang selama ini membenci pemerintahan Jokowi. Suara mereka senada : menyalahkan pemerintah atas tragedi Rohingya. Ya, pemerintah Indonesia jadi sasaran kesalahan atas tragedi yang terjadi di Myanmar! Hebat, kan? 

Iya, sebagai rakyat kita meminta pemerintah aktif melaksanakan amanat UUD untuk menjaga ketertiban dunia, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Peran itu sudah disadari Jokowi dengan melakukan diplomasi aktif untuk membantu menyelesaikan kasus kemanusiaan di Rohingya.

Indonesia sudah melakukan peran yang signifikan dalam penyelesaian kasus Rohingya yang memang tidak sederhana.  Mentri Luar Negeri hari ini bertolak ke Myanmar. Setelah itu dia ke Bangladesh untuk membantu mencari penyelesaian kasus kemanusiaan ini. Bangladesh adalah negara yang berbatasan dengan Myanmar dan suku Rohingya berdarah Benggali.

Boleh dibilang, dari semua negara ASEAN hanya Indonesia yang melakukan peran aktif ikut menyelesaikan kasus ini. Bantuan diberikan untuk warga Rohingya. Sekolah dan Rumah Sakit didirikan. Pengungsi ditampung.

Berbeda dengan Malaysia, jangankan bantuan, menampung pengungsi Rohingya saja mereka gak mau. Atau Bangladesh yang malah menawari pemerintah Myanmar untuk menghabisi ARSA, kelompok militer yang berafiliasi dengan ISIS dan Taliban yang juga bercokol di Rohingya. Kelakuan para jihadis ARSA inilah yang sering mengacau yang kemudian membuat konflik Rohingya makin mengarah kepada konflik berdimensi agama.

Siapa korbannya? Yang paling menderita umat muslim Rohingya yang tidak punya kekuatan apa-apa. Mereka terjepit diantara dua kebringasan : Keberingasan ARSA (Taliban) dan kebiadaban Militer Myanmar. Mereka juga terjepit kepentingan ekonomi di atas lahan yang kaya sumberdaya alam.

Apakah Fadli, Farhri dan Tifatul tahu bahwa dari sisi diplomatik pemerintah Indonesia sudah melakukan langkah luar biasa untuk menyelesaikan kasus Rohingya? Tahu. 

Apakah mereka tahu, justru dari seluruh negara ASEAN bahkan dunia, Indonesia adalah negara yang paling lelah mencari jalan keluar tragedi kemanusiaan di Rohigya? Ya, mereka sangat tahu. 

Apakah mereka tidak tahu, pemerintah harus bekerja diam-diam bersama NGO agar bisa memasukan bantuan kemanusiaan di Myanmar? Sebab jika diplomasi Indonesia malah mempermalukan pemerintahan Myanmar mereka akan menutup akses bantuan kemanusiaan dari Indonesia. Padahal saat ini hanya Indonesia yang bisa masuk untuk melakukan aksi kemanusiaan di Rohingya. 

Fadli, Fahri dan Tifatul pasti tahu itu. Tahu bahwa Jokowi sudah bekerja maksimal untuk membantu rakyat Rohingya. Tahu bahwa menteri LN Indonesia memainkan peran diplomasi sangat penting disana. Mereka tahu, pemerintahan Jokowi memiliki konsen yang sangat besar pada peristiwa Rohingya. Tentu saja dengan tata cara diplomasi dan pergaulan antar negara di dunia. Bukan dengan cara FPI yang main seruduk.

Apakah mereka tahu memang begitulah seharusnya peran Indonesia ketika berusaha mencampuri urusan dalam negeri negara lain? Ya, mereka tahu. 

Apakah mereka tahu, bahwa cara paling efektif membantu rakyat Rohingya adalah dengan mendukung pemerintah Indonesia untuk terus memainkan perannya di kawasan. Bahwa selama ini posisi Indonesia dalam kasus Rohingya memang cukup efektif dari sisi diplomasi? Iya, jelas mereka sangat tahu.

Tapi kenapa mereka malah menyudutkan pemerintah Jokowi?  Sebetulnya target mereka bukan soal penyelesaian kasus Rohingya. Mereka bukan hendak benar-benar membantu rakyat Rohingya. Karena kebetulan isu Rohingya bisa digoreng untuk kepentingan politik maka disanalah mereka berdiri. Menyanyikan lagu kebencian. Tujuannya hanya untuk membangun isu bahwa Jokowi anti Islam. Singkatnya isu Rohingya cuma dijadikan batu pijakan untuk 2019.

Sukur-sukur rakyat ikut termakan dengan orkestra yang mereka bangun. Sukur-sukur kebencian pada umat Budha di Indonesia jadi memuncak dengan demonstrasi di Borobudur. Sukur-sukur rakyat semakin percaya Jokowi anti Islam.

Hanya dengan itulah mereka berharap bisa memenangkan pertarungan nanti. 

Mereka sudah membuktikan betapa ampuhnya strategi kebencian ini pada kasus Pilkada Jakarta. Mungkin isu Rohingya ingin dijadikan seperti Al Maidah 51. Bukankah kita semua sudah pernah menyaksikannya kedasyatan akibatnya.?

www.ekokuntadhi.com

Buka Minimarket

Luar biasa .... Sangat inspiratif : 

BUKA 18 MINIMARKET DALAM 8 BULAN

Namanya Indra Gunarso Wasono. Di usia 40 th dia sukses usaha membuka minimarket sendiri. Bahkan ia membuka 18 minimarket dalam jangka waktu 8 bln. Ia memulainya tanpa modal. Kunci utamanya adalah kegigihan dan jeli melihat peluang. Ia selalu bekerja berangkat pukul 02 pagi dari rumahnya menuju minimarket tsb.

Di saat yang lain tertidur dia sudah sibuk mencari rezeki. Semangatnya sungguh luar biasa. Dalam jangka waktu 8 bulan dia sudah banyak menghasilkan uang lewat hasil keringatnya sendiri.

Kabarnya kemarin beliau ditangkap oleh polisi ketika akan membuka minimarket ke 19dengan Linggis

πŸ˜ŠπŸ™„

Larangan Motor

PERANG MELAWAN RAKYAT?


Rupa-rupanya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mau menjadikan tahun 2007 menjadi tahun penertiban sepeda motor. Dan memang tak dapat disangkal: Kami para pengemudi kendaraan beroda dua (penulis termasuk di antara mereka) merupakan kelompok peserta lalu lintas yang kelihatan paling tak tertib.

Lampu merah, kaki lima, jalan satu arah, jarak yang aman, sopan santun perhatian biasa terhadap sesama pemakai jalan, belum lagi manuver-manuver berani ala Valentino Rossi (kadang-kadang satu keluarga lengkap): Tak ada yang tidak dicuekkan.

Maka peraturan baru wajib menyalakan lampu, memakai jalur kiri, penyediaan jalur khusus perlu disambut dengan baik. Meskipun akan lebih efektif apabila misalnya lampu lalu lintas dan marka jalan diawasi oleh polisi secara efektif (misalnya dibentuk dua atau tiga regu polisi yang secara acak dan bergilir setiap hari mengontrol dua tiga persimpangan jalan, misalnya Matraman-Pramuka). Penertiban seperti itu akan diterima dan akan efektif. Akan tetapi, lain halnya apabila jalan-jalan penting mau ditutup dengan alasan sepeda motor bikin macet dan "hendaknya mereka memakai angkutan umum saja".

Jelas sekali bahwa bukan sepeda motor yang menyebabkan kemacetan. Bukankah Jalan Sudirman-yang sudah bebas sepeda motor-dan bagian jalan tol hampir setiap hari macet? Sebaliknya, seandainya semua pemakai sedan diharuskan memakai sepeda motor, kemacetan pasti langsung akan berkurang drastis.

Namun melarang tiga juta lebih pemakai sepeda motor menggunakan poros-poros utama lalu lintas di DKI tak kurang merupakan pernyataan perang pimpinan DKI kepada masyarakatnya yang sederhana. Larangan itu mengena pada kepentingan vital jutaan warga.
Kalau lebih dari tiga juta orang-itu lebih dari setengah pemakai jalan-menggunakan motor, itu bukan karena mereka iseng-iseng, melainkan karena mereka membutuhkannya.

Arti sepeda motor

Apakah Anda pernah mencoba memahami apa arti sepedamotor bagi pemiliknya? Sepeda motor merupakan salah satu barang paling berharga dan bermanfaat bagi pemilik dan keluarganya. Para pemilik sepeda motor rata-rata adalah bagian paling produktif di DKI, para pekerja keras dalam segala macam usaha dan kantoran. Sepeda motor bagi mereka membuka jendela sebuah kebebasan baru: Bebas dari keharusan berada selama 4 jam per hari dalam bus-bus dan angkot yang jorok dan tidak aman. Bebas dari biaya mencekik pemakaian angkutan umum. Bebas untuk cepat ke tempat yang perlu.

Lagi pula, sepeda motor bagi mereka hasil sebuah perjuangan. Mereka tidak mengiri kepada pemakai sedan yang ber-AC dan dikemudikan oleh sopir. Namun, mereka mengharapkan agar hasil perjuangan mereka yang begitu berarti, ya kebebasan baru pemilikan sepeda motor, mau diakui juga.

Sebuah pertanyaan: Dengan angkutan umum yang mana tiga juta pemakai sepeda motor mau diangkut ke tempat kerja pagi hari dan pulang ke rumah sore hari? Monorel yang menjanjikan kemajuan sampai sekarang baru sebuah impian mahal!

Dan busway-sebenarnya sebuah konsep bagus-sudah gagal karena dilaksanakan dengan sedemikian inkompeten sehingga mengangkut 200.000 orang per hari saja belum mampu. Benahi dong angkutan umum dulu, baru kendaraan pribadi-termasuk mobil-dikurangi!

DKI rupa-rupanya lupa bahwa orang yang tidak bisa memiliki mobil merupakan manusia juga, yang sama haknya untuk diperingan dan tidak dipersulit perjuangan survival setiap hari, yang sama warga DKI seperti mereka yang punya mobil..

Kapan pimpinan DKI akan keluar dari mental feodal yang menganggap masyarakat biasa bisa dikur bankan demi mereka yang berduit?

Akhirnya, saya meragukan bahwa tiga juta pemakai sepeda motor akan bersedia disingkirkan dari jalan utama di DKI. Kalau tiga juta warga itu unjuk rasa, akan jelas lain dari unjuk rasa rutin beberapa puluh ribu mahasiswa.

Apakah mereka akan menerima kalau kehidupan mereka yang sudah berat mau dibuat lebih berat lagi hanya supaya sedan-sedan tidak merasa terganggu? Kalau mereka marah, gampang mereka membuat Jakarta betul-betul macet. Kita semua kiranya ingin agar Jakarta tidak rusuh lagi.



Kompas, 23 Januari 2007
Franz Magnis-Suseno SJ
(Penulis adalah rohaniwan dan guru besar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara)


.

Peras Jeruk

Sebuah restoran terkemuka mengadakan sebuah perlombaan adu kekuatan tangan, dengan bertanding memeras jerus sunkist. 

Yang pertama maju adalah seorang mahasiswa, ototnya kekar,  dengan memegang jeruk dengan satu tangan dia berhasil memeras keluar air jeruk sebanyak satu gelas Tupperware hingga penuh. 
MC nya kaget: siapakah anda ini?  Kok bisa sekuat ini? 
Mahasiswa: Saya member di Gold Gym sudah 5 tahun sejak SMA. 

Lalu giliran peserta kedua yang maju, seorang anak muda berpakaian seragam tentara. Begitu dia naik ke panggung dia memungut jeruk bekas yg diperas oleh mahasiswa tadi. Ternyata dia masih sanggup memeras keluar air jeruk sebanyak setengah gelas.. WOW!! 
MC nya tercengang lagi: siapakah anda? 
Tentara: Saya dr Marinir ...

Peserta ketiga yg maju adalah seorang pria paruh baya dengan otot yg begitu kekar dan besar,  otot lengan atas malah lebih besar dari kepalanya. Dia masih tetap mengambil jeruk bekas yg sudah hampir kering itu lalu memerasnya dgn tangannya,  ternyata dia masih sanggup memeras keluar 3 tetes air jeruk. 
Mulut MC nya sampai menganga saking kagetnya melihat kekuatan pria ini. 
Pria ini berkata: jangan kaget,  saya sudah berlatih kungfu selama puluhan tahun, menguasai hampir semua jurus Shaolin. 

Pas di saat hampir dilakukannya pengumuman pemenang perlombaan,  datanglah seorang pria tua yg kurus kering ke atas panggung. 
MC: bapak mungkin salah jalan? 

Si tua kurus ini tidak menjawab dan langsung memungut kembali bekas jeruk tadi dan memerasnya dengan tangannya hingga masih dapat mengeluarkan air jeruk sebanyak sepertiga gelas Tupperware lagi. 
Saat ini semua penonton pada teriak histeris tidak percaya. 
MC: anda siapa? 
Pria tua: Saya dari Dirjen Pajak. πŸ˜†

Montir Online

AMRUL SI MONTIR PANGGILAN 24 JAM

Minggu lalu, secara kebetulan saya menghubungi seorang montir panggilan yang nomor HP-nya saya peroleh di internet: 081296057734. Ini saya lakukan karena di rumah ada rombongan tamu dari Jawa Tengah yang mobilnya mengalami gangguan radiator. Masalahnya, saat itu sudah menunjukkan pukul 19.00. Saya tak tahu apakah ada bengkel buka di sekitar rumah. Padahal, para tamu harus pulang, kembali ke Jawa Tengah malam itu juga.

Saya mencoba menghubungi nomor itu. Tak menyangka, dalam waktu 30 menit, montir yang saya tilpon datang berdua berboncengan sepeda motor.  Tanpa banyak cakap, dua orang montir itu langsung bekerja. Alhamdulillah dalam waktu kurang dari dua jam, kerusakan mobil dapat teratasi. Rombongan tamu terlihat senang dan langsung meneruskan perjalanan pulang ke Jawa Tengah.

Saat itu, saya jadi ingin tahu latar belakang mereka hingga mereka bekerja sebagai montir panggilan 24 jam. Dari mana gagasan itu datang? Siapa saja yang bergabung dalam tim mereka? 

Menarik juga mendengar apa yang mereka ceriterakan. Rupanya, mereka bekerja dalam tim berjumlah enam orang. Dengan sepeda motor, mereka mendatangi siapa saja yang memerlukan bantuan, baik siang maupun malam. Operasi mereka saat ini berada di sekitar Bekasi, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Namun mereka dapat mendatangi pelanggan ke mana saja atas kesepakatan. 

Nama montir yang malam itu datang ke rumah adalah Amrul dan Arif. Amrul asal Cirebon dan Arif asal Tasik. Amrul terlihat yang menjadi otak kelompok ini. Karena itu, ia tampak menjadi pimpinan informal mereka. Arif sendiri awalnya hanya seorang penjahit baju. Amrullah yang mengajarinya tentang seluk beluk mesin mobil. Teman-temannya yang lain juga mengalami proses pembelajaran sama. Mereka belajar melalui praktek langsung, sambil cari uang.

Saya sangat terkesan dengan ceritera Amrul yang mengatakan bahwa apa yang ia lakukan bersama teman-temannya adalah sebuah perjalanan panjang. Mereka menimba ilmu dari pengalaman praktek. Bukan teori sebagaimana layaknya terjadi di sekolah. Namun justru pengalaman kerja seperti itulah yang menjadikan Amrul dan teman-temannya siap pakai, dan berani membuka usaha ini. Amrul sendiri sebenarnya berlatar belakang SMK Elektro, bukan mesin. Namun ia bertahun-tahun bekerja di bengkel, pindah dari bengkel satu ke bengkel lain. Terakhir, bengkel mereka berada di pinggir jalan daerah Kalimalang, daerah perbatasan Jakarta Timur dan Bekasi.

Tahun lalu, rupanya rintisan mereka membuka bengkel kandas akibat penggusuran. Bengkel mereka terpaksa harus tutup karena lokasinya digusur untuk jalan toll. Menurut Amrul, mereka mencoba usaha montir panggilan karena langkah darurat. Pembangunan jalan toll yang megah melindas mata pencaharian mereka.

"Habis mau apa lagi? Kami harus makan." Amrul menjelaskan dengan suara lirih, hampir tak terdengar. Arif, teman Amrul yang menjadi montir pendamping saat itu, tampak tersenyum pahit. Arif seperti menyerahkan nasibnya ke Amrul. 

"Ya, kami mencoba cara ini (menjadi montir panggilan) baru satu tahun, sejak bengkel tempat kami tergusur. Kalau tidak, dengan cara apa lagi?"

Saya terkesan dengan kegigihan mereka. Entah mengapa saya jadi tergerak membantu mereka. Saat itu juga saya mengajukan gagasan agar mereka mengenakan seragam dengan identitas jelas dan memiliki kartu bisnis (kartu nama) yang bisa diberikan pelanggannya siapa saja. Saya jelaskan pentingnya membangun kepercayaan dengan pelanggan yang meminta bantuan mereka. Apalagi bila bantuan itu diminta di malam hari. Jangan sampai pelanggan merasa was-was. Saya bilang ke Amrul setengah bercanda: "Untuk yang satu ini, kamu harus lebih banyak belajar dari Arif. Kamu harus lebih sering menampakkan wajah tersenyum saat berbicara dengan pelanggan." Amrul pun tersenyum menanggapi ucapan saya. Memang bagi Amrul tak mudah melakukan hal itu di saat ia setiap hari harus menghadapi dunia yang keras. Ada lima orang yang berada di dalam tanggung-jawabnya.

Akhirnya, kami bertiga berembuk dan mencoba membuat identitas diri mereka sebagai montir. Mereka sepakat mengenakan seragam montir agar bisa lebih dikenal dan memberi rasa aman. 

Melalui belanja online, saya pun segera memesan pakaian kerja. Amrul memilih sendiri warna seragam yang ia inginkan. Saya pun menyumbang tulisan untuk dilekatkan pada baju dan topi mereka: AMRUL, TRUSTED 24 HOUR CAR SERVICE
081296057734

Hari ini seragam itu jadi. Saya menilpon mereka untuk mengambil seragam itu. Mereka datang ke rumah dan mencoba memakainya. Amrul dan Arif tampak bahagia. Amrul hanya berkata: "Terimakasih Pak. Saya jadi tambah PD (Percaya Diri)." Arif yang duduk di sampingya tersenyum kecil.

Sungguh ceritera sederhana ini adalah percikan wajah rakyat negeri ini yang di atas sana dibicarakan sebagai "bonus demografi." Usia mereka memang muda muda. Namun pendidikan mereka terbatas. Mereka mendapat ketrampilan sebagai montir karena bergulat mencari sendiri. Awalnya mereka peroleh dari sekedar tukang cuci mobil, tukang mengganti oli, hingga akhirnya menjadi montir sungguhan. Orang-orang semacam inilah yang menjadikan Indonesia ada dan terus bertahan. Walaupun mereka terseok, namun mereka tetap gigih mencari peluang yang ada. 

"Habis mau apa lagi? Kami harus makan." Kata-kata Amrul sungguh sederhana, tetapi itulah yang menjadi dasar ia melanjutkan kehidupan. Itu pulalah yang hingga kini masih mengiang di telinga saya.



#iPras 2017
Imam PrasojoπŸ‘‡

Lawan Kanker !

Sel kanker sebenarnya ada pada semua insan. Tapi umumnya ia tidur saja. Sampai suatu saat ada kesempatan, barulah ia bangun. Jadi sel kanker sebenarnya bukan musuh kita tapi bisa diandaikan sebagai remaja yg sedang kumat nakalnya. Maka kiat mengendalikan ya dengan dibujuk untuk kembali tidur, atau sarana yg bikin ia bangun disingkirkan.

Sel kanker bangun jika tubuh ada pada keadaan asam, biasanya karena stres, menderita radang kronis yg berkepanjangan, atau tubuh terpapar radikal bebas, polusi, atau hasil perombakan unsur makanan.

Bagaimana mengendalikan remaja yg sedang kumat nakalnya ini?

1) sel kanker membutuhkan oksigen banyak. Supaya ia tidak kebagian oksigen, anda harus tekun dan rutin berolah raga, aerobik: jalan cepat atau jogging (pakai sepatu olah raga) seminggu 5x setiap kalinya menempuh jarak 3 km dalam waktu 30-40 menit. Dinamakan aerobik sebab saat itu denyut nadi anda menjadi sekitar (220 minus usia) dikalikan 75-85%. Artinya oksigen dipompa deras ke seluruh organ tubuh, terutama otot, otak dan ginjal. Ini membuat sel kanker tidak kebagian oksigen, ia akan ngantuk lalu kembali tidur. Artinya dianggap sudah sembuh.

2) makanan utama sel kanker adalah gula dan semua karbohidrat yg indeks glikemiknya tinggi, artinya dalam waktu kurang dari 10 menit setelah dimakan sudah membuat kadar gula darah naik, misalnya nasi putih, ketela, roti, mie.  Gula mutlak harus dipantang, demikian juga semua pemanis buatan. Ganti nasi putih dg nasi yg dari beras pecah kulit atau beras merah. Kentang termasuk yg indeks glikemiknya rendah.

3) sel kanker yg dibanjiri sayur, baik matang maupun mentah (lalap) akan tercekik, sehingga aktivitasnya berhenti, ia masuk ke stadium tidur lagi. Yg namanya sembuh juga. Makanlah sayur banyak2, sebagai gantinya nasi.

4) buah2an mengandung antioksidan yg menetralkan radikal bebas, artinya buah menghambat aktivitas sel kanker. Makanlah buah di luar waktu makan, sehari antara 2-3 porsi.

5) sel kanker tidak bisa mengambil energi dari lemak, sehingga lemak bisa menolong kita memperoleh asupan energi ketika kita harus membatasi asupan karbohidrat.
Lemak bisa berasal dari hewan, tumbuhan seperti kacang2an, alpukat, atau minyak goreng biasa, tapi hanya minyak goreng yg dipakai menggoreng satu kali. Minyak goreng yang dipakai lebih dari sekali menggoreng bisa memicu bangunnya sel kanker. Minyak goreng terbaik adalah yg dari kelapa (virgin coconut oil, minyak kelentik). 

6) sumber protein terbaik adakah telur (semua jenis telur ,yg direbus atau ceplok air) , ikan air, tempe, daging ayam terutama yg tidak diberi makan sintetis.

7) suasana asam dalam tubuh yg membangunkan sel kanker disebabkan oleh stress. Jadi, jalani hidup ini dengan penuh kepasrahan, syukuri semua hal walau sekecil apapun, nikmati hidup ini sepenuhnya. Nikmati alam terbuka, misalnya jogging di lokasi yg masih asri di antara sawah dan kebun sambil menikmati alam.

8) jalani hidup spiritualitas yg tinggi, berikan pelayanan dengan penuh sukacita. Bermurah hati, banyak2 beri perhatian kepada orang2 yg bersengsara. Kehidupan spiritualitas yg tinggi membuat suasana tubuh netral atau sedikit alkalis, ini menghilangkan suasana asam, karena dalam kondisi itu tubuh tidak memproduksi hormon stres yg membuat suasana asam, sebaliknya memproduksi endorfin yg memicu rasa bahagia dan menidurkan sel kanker.

9) hindari semua bahan pengawet, pewarna makanan, makanan olahan tinggi gula dan garam, pemanis buatan. Makanlah bahan pangan yg masih segar dan alami saja.

10) perlakukan sel kanker sebagai remaja yg merupakan bagian dalam keluarga anda, jadi tidak usah dimusuhi, ditakuti, dilawan habis2an. Ia adalah bagian dari tubuh anda sendiri, jadi berlakulah ramah kepadanya, katakan: "nak, ayo kembali tidur ya, supaya aku.bisa melayani Tuhan dan sesama".

Semoga menguatkan!


dr Yahya Wardoyo, 
pendiri RS Emanuel Klampok.
5 Sep 2017. 

Koper & Waktu

Isi koper

Seorang manusia meninggal...

Ketika ia menyadarinya, ia melihat Tuhan mendekati dirinya dg sambil memegang sebuah koper di tangan-Nya.
Berikut dialog antara TUHAN & arwah manusia tersebut:

Tuhan: "Mari kita pergi."

Arwah: "Begitu cepat? 
Tapi saya masih memiliki banyak rencana."

Tuhan: "Maaf, waktumu sudah habis, 
saatnya untuk pergi."

Arwah: "Apakah isi koper yg Engkau pegang itu?"

Tuhan: "Benda kamu."

Arwah: "Benda saya? 
Maksudnya barang2 saya ? 
Spt baju saya, uang saya, perhiasan saya ?"

Tuhan: "Bukan, barang itu tak pernah menjadi milikmu. Itu milik Dunia."

Arwah: "Apakah itu ingatan & kenangan saya?"

Tuhan: "Bukan, itu milik Waktu."

Arwah: "Apakah itu bakat & kesuksesan saya?"

Tuhan: "Bukan juga, itu milik Anugerah."

Arwah: "Apakah itu istri & anak2 saya?"

Tuhan: "Tidak juga, itu milik hatimu."

Arwah: "Kalau begitu, itu pasti tubuh saya."

Tuhan: "Tidak, bukan... 
Tubuhmu milik Debu Tanah."

Arwah: "Jika demikian isinya tentu jiwa saya."

Tuhan: "Kamu salah besar nak, 
sebab jiwamu itu milik-KU."

Tuhan lalu menyerahkan koper tersebut 
ke sang Arwah. 
Dengan kebingungan & dengan ketakutan 
sang Arwah membuka koper tersebut
Dan ternyata isinya KOSONG...!!!

Dengan hati kecewa & airmata berlinang sang Arwah bertanya pd Tuhan, 
"Maksud Tuhan, 
saya tak pernah memiliki apapun?!"

Tuhan menjawab: "Iya, benar. 
Sesungguhnya kamu itu 
tak pernah memiliki apapun..."

Arwah: "Lalu..., 
apa yg menjadi milikku, Tuhan...?!"

Tuhan: "WAKTU-mu! 
Saat-saat di waktu kamu HIDUP... 
itulah milikmu...!!!"

Teman2ku semua, 
Hargai waktu yg ada tersisa,
Nikmatilah setiap saat-saat yang dilalui  πŸ™