Senin, 24 Juli 2017

Korupsi Al-Quran

Kronologi Korupsi Pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama 2011-2012

Fahd A Rafiq menjadi terdakwa ketiga dalam kasus pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama pada APBNP 2011 dan APBN 2012. Bagaimana perjalanan kasus ini sampai akhirnya ditangani KPK? 

Berdasarkan surat dakwaan Fahd A Rafiq yang dibacakan jaksa pada KPK di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (13/7/2017), kasus bermula saat Kemenag mempunyai dana Rp 22,855 miliar untuk pengadaan penggandaan kitab suci Al-Quran tahun 2011 di Ditjen Bimas Islam. 

Anggota Banggar DPR kala itu, Zulkarnaen Djabar, meminta Fahd, Dendy Prasetia, Syamsu, dan Vasko menawarkan pengerjaan proyek tersebut ke Dirut PT Sinergi Pustaka Indonesia Abdul Kadir Alaydrus dan perwakilan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia, Ali Djufrie.

Disyaratkan fee 15 persen jika ingin menggarap proyek tersebut. Abdul dan Ali kemudian menyanggupinya. 

September 2011 

Jaksa menjelaskan Zulkarnaen juga mempengaruhi sejumlah pejabat di Kementerian Agama. Di antaranya Dirjen Bimas Islam kala itu Nasaruddin Umar. 

"Zulkarnaen Djabar menyampaikan kepada Abdul Karim (Setditjen Binmas Islam) menggunakan telepon genggam terdakwa (Fahd) bahwa Nasaruddin Umar menyetujui permintaan Zulkarnaen Djabar dan menegaskan agar jangan sampai pembuatan Al-Quran disabotase," ujar jaksa. 

Selanjutnya di ruangan Abdul Karim, yang dihadiri sejumlah pihak, termasuk Zulkarnaen, Fahd menyampaikan agar PT Adhi Aksara Abadi Indonesia ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan alasan proyek pengadaan Al-Quran tahun 2011 merupakan 'milik' Zulkarnaen. 

Akhirnya PT Adhi Aksara Abadi Indonesia (AAAI) ditetapkan sebagai pemenang lelang. Namun PT AAAI kemudian mensubkontrakkan 200 ribu dari 653 ribu eksemplar penggandaan Al-Quran kepada PT Macanan Jaya Cemerlang. 

November-Desember 2011

Penggandaan Al-Quran tahap kedua, yakni melalui APBN 2012 senilai Rp 59,375 miliar. Di pengadaan kali ini pun Fahd bersama Dendy ditunjuk Zulkarnaen sebagai perantara. 

Abdul Kadir Alaydrus dari PT Sinergi Pustaka Indonesia dan Ali Djufrie dari PT Adhi Aksara Abadi Indonesia menyanggupi membayar fee 15 persen untuk mengerjakan proyek tersebut. Akhirnya PT Sinergi Pustaka Indonesia ditetapkan sebagai pemenang lelang. 

Selain dua proyek di atas, ada proyek pengadaan laboratorium komputer MTs yang anggarannya ada di anggaran Kemenag tahun 2011. Secara keseluruhan, Zulkarnaen bersama Fahd dan Dendy menerima fee Rp 14,39 miliar dari Abdul Kadir Alaydrus.

Perincian fee yang diberikan untuk masing-masing proyek yakni Rp 4,74 miliar untuk proyek laboratorium komputer MTs, Rp 9,25 miliar untuk pengadaan Al-Quran tahun 2011, dan Rp 400 juta untuk pengadaan Al-Quran tahun 2012. 

"Bahwa dari penerimaan tersebut, terdakwa kemudian memperoleh bagian yang seluruhnya berjumlah Rp 3,411 miliar," ujar jaksa. 

Saksi: Seluruh Anggota Komisi VIII Terima Uang Korupsi Alquran

Mantan anggota Komisi VIII Zulkarnaen Djabar menyebut seluruh anggota Komisi VIII DPR menerima aliran uang korupsi pengadaan Alquran dan laboratorium Kementerian Agama (Kemenag). Dia menyebut uang Rp 4 miliar dibagikan ke 46 anggota Komisi VIII melalui perwakilan fraksi. 

"Pertama angka Rp 4 miliar dari Rp 100 miliar itu 4 persen, (hasil) kesepakatan pimpinan Komisi VIII dan banggar," kata Zulkarnaen saat bersaksi untuk Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (20/7/2017).

Zulkarnaen menjelaskan rapat itu dipimpin politikus PKB Abdul Kadir Karding yang saat itu menjabat sebagai Ketua Komisi VIII. Hasil rapat menyepakati duit itu akan dibagikan ke seluruh anggota komisi dengan sistem pembobotan. 

"(Rapat) dipimpin Abdul Kadir Karding, hadir saya, Chairun Nisa, Zainudin dari PKS, Nurul Imam Mustofa koordinator banggar dari Demokrat, juga hadir dari Dewi Kurniati PAN. Dalam pertemuan itu disepakati tidak mungkin membagi rata ke anggota karena ada ketua komisi, banggar ada juga anggota, disepakati pembobotan 46 anggota. Bobot anggota 1, ditambah ketua diberi bobot 4, wakil ketua diberi bobot 3, banggar bobot 3. Total bobot (seluruhnya) 80," jelasnya. 

Zulkarnaen menjelaskan dari Rp 4 miliar itu dibagi dengan sistem pembobotan ditemukan angka Rp 50 juta. Tiap fraksi mendapat beragam jatah tergantung jumlah anggota dan jabatan masing-masing. 

"Demokrat 13 orang, 10 anggota biasa, 1 waket dan 2 banggar, sehingga total 22 bobot diterima Nurul Imam Mustofa Rp 1,1 miliar. PDIP anggotanya 8 orang, 7 biasa, 1 banggar Rp 555 juta diterima Said Abdullah. PKS 6 orang 4 anggota biasa, 1 wakil ketua, 1 banggar, jadi 12, Rp 600 juta diterima Jazuli Juwaini," jelasnya. 

"PPP 2 anggota biasa 1 banggar jadi 6 kali 50 Rp 300 juta diterima Hasrul Azwar. PAN 3 orang 2 biasa 1 banggar Rp 300 juta diterima Dewi Qoryati Komisi VIII banggar. PKB anggota 3 orang, 2 biasa 1 ketua, Rp 350 juta diterima Abdul Kadir Karding," sambung Zulkarnaen. 

Zulkarnaen mengatakan saat itu Hanura dan Gerindra tidak memiliki perwakilan di banggar. Uang jatah untuk kedua fraksi tersebut dititipkan ke Abdul Kadir Karding. 

"Namun demikian karena Hanura 1 dan 1 Gerindra tidak ada perwakilan di banggar diserahkan ke Abdul Kadir Karding, sehingga menerima (total) Rp 450 juta. Golkar 8 orang 6 anggota biasa, 1 wakil ketua, 1 banggar, yang menerima saya sendiri Rp 700 juta," urainya. 

Untuk diketahui, Fahd menjadi tersangka karena diduga menerima duit sekitar Rp 3,4 miliar untuk imbalan dalam pemulusan proyek pengadaan tersebut. Merujuk pada putusan perkara korupsi proyek Al-Quran di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 30 Mei 2013, Fahd masuk fakta hukum putusan terdakwa korupsi Al-Quran, Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetia.

Fahd disebut ikut membantu Zulkarnaen mengintervensi pejabat Kemenag untuk memenangkan perusahaan pelaksana proyek pengadaan Alquran dan laboratorium. (ams/dhn)


(rna/idh)
Rina Atriana 
Aditya Mardiastuti - detikNews
Jakarta - 


Absen

ABSEN dulu yaa,,, : 🙂

1. Yang cantik?
- hadir pak ,,!!

2. Yang ganteng?
- hadir pak ,,!!

3. Yang kurus,,,?
- lagi makan pak ,,!!

4. Yang gendut?
- lagi Diet pak ,,!!

5. Yang Kece?
- Lagi dandan pak ,,!!

6. Yang kalem..?
- diam pak ,,!!

7. Yang hitam?
- gak keliatan yaa pak,,,?

8. Eh,,,tunggu dulu ada yang kurang ni,,,
yang TUA-tua mana,,,?

- ini pak lagi baca status .... !!

😀😀😀😀😀
🏃🏃🏃.

Hemat

Kesederhanaan Hidup Miliarder Dunia

Kaya bukan berarti harus memiliki gaya hidup 'mentereng'. Meski hidup bergelimang harta, buktinya para miliarder dunia ini tetap menunjukkan kesederhanaan.

Kebiasaan tidak menghamburkan uang tersebut memang patut dicontoh. Sebab, gaya hidup berlebihan justru akan membuat seseorang cenderung boros. Ahli Catur dunia Charles A Jaffe mengatakan, tingkat kekayaan seseorang tidak dilihat dari besarnya gaji atau penghasilan tetapi bergantung pada pengeluaran yang dihabiskan.

Mungkin ungkapan dari Jaffe ada benarnya. Pasalnya, beberapa konglomerat dunia tidak keberatan hidup pas-pasan meski memiliki kekayaan berlimpah. Justru kebiasaan tersebut menandakan para milyarder tidak berkaca dari besarnya harta dalam menikmati hidup. Kebahagiaan hidup justru mereka dapatkan dari sesuatu yang tak bisa dibeli dengan uang.

Dilansir melalui Time, miliarder Mark Zuckerberg sang pemilik Facebook. Memiliki kekayaan melimpah tidak membuatnya tergiur dengan mobil mewah.

Zuckerberg justru bangga mengendarai Volkswagon GTI dengan transmisi manual. Mobil tersebut ternyata ia beli hanya seharga 30 ribu dollar AS. Gaya hidup sederhana Zuckerberg juga terlihat ketika menikahi kekasihnya Priscilla Chan.

Kedua pasangan tersebut menikah hanya menempati taman belakang kediaman mereka. Bahkan ketika menghabiskan waktu bulan madu di Italia keduanya tertangkap kamera tengah menikmati McDonald's, bukan di restoran mahal. Zuckerberg bersama keluarga juga enggan pindah dari rumah mereka di Palo Alto, Amerika Serikat (AS) yang dibeli seharga 7 juta dollar AS enam tahun silam.

Salah satu orang terkaya di planet ini yang tak bisa dikesampingkan, yakni Warren Buffet sang pemilik Berkshire Hathaway. Warren bersama keluarga saat ini masih tinggal di rumah seharga 31,500 dollar AS yang ia beli sejak 1958.

Rumah dengan lima kamar tersebut bahkan menjadi sebuah investasi menarik. Tepat di samping rumah Warren terdapat bangunan yang memiliki ruangan seperti miliknya. Percaya atau tidak, rumah tersebut sudah laris dengan harga 2,5 juta dollar AS.

Penguasa teknologi Bill Gates ternyata senang mengenakan jam tangan seharga 10 dollar AS miliknya. Pemilik Microsoft tersebut bahkan selalu mencuci perangkat makan yang kotor setiap malam di rumahnya.
Lain hal dengan yang dilakukan Chairman Dish Networl Corporation, Charlie Ergen. Selain tinggal di rumah tua selama 20 tahun, Ergen juga selalu membawa bekal dari makan siang buatan sang istri tercinta ketika pergi bekerja.


Selasa , 25 July 2017, 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- 

Hok 1

TIPS MEMILIH WORKSHOP INVESTASI


Hari ini saya baru saja selesai mengikuti sebuah workshop trading saham Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Kesan saya adalah, ini adalah salah satu Workshop Trading Terbaik yang pernah saya ikuti sejak saya pertama kali mengenal dunia trading.

Saya pertama kali mengenal dunia trading / investasi Saham di tahun 2004. Saya memulai profesi sebagai Trader melalui bursa Amerika, saya pakai broker OptionsXpress, juga Refco Singapore, yang kemudian berganti menjadi Man Financial, dan terakhir saya menggunakan Interactive Brokers hingga sekarang. Saya baru mulai aktif trading saham di Bursa Efek Indonesia sejak akhir 2006. Sungguh timing yang sangat buruk untuk mulai masuk BEI, sempat mengalami keuntungan di tahun 2007, namun keuntungan tersebut lenyap di tahun 2008. Gara-gara kehancuran IHSG di tahun 2008, saya CUTI dari Bursa Efek Indonesia hingga tahun 2010. Baru masuk BEI lagi sekitar pertengahan 2010. Namun memasuki tahun 2015, saya terpaksa memutuskan untuk ambil cuti lagi dari Bursa Efek Indonesia, dan hanya focus di Bursa Amerika. Di awal tahun 2017, saya memutuskan untuk mulai masuk Bursa Efek Indonesia kembali, dan saya mulai melakukan berbagai modifikasi terhadap trading system serta indicator yang saya pakai untuk BEI.

Sekitar 2 (dua) bulan lalu, Data Feed yang saya pergunakan untuk Software Amibroker saya, bermasalah, saya sampai punya minat untuk berlangganan IQ Plus untuk Data Feed Saham BEI di Amibroker. Beruntung salah seorang rekan saya, Pak Bob namanya, memberitahu saya bahwa jika saya buka account trading di HPX (Henan Putih Rai), maka saya akan dapat Data Feed Real Time dari HPX langsung, dengan kata lain HPX menyediakan plugin untuk Amibroker mirip seperti Real Time Plugin Interactive Brokers yang bisa kita konek langsung dengan Amibroker. Guna mendapatkan fasilitas tersebut, saya terlebih dahulu harus mengikuti Workshop. Tanpa berpikir panjang saya langsung setuju. Kalau dihitung-hitung, biaya workshopnya sangat murah, dibandingkan biaya langganan IQ Plus. 

Sejak tahun 2004, saya tahu ada banyak sekali seminar / workshop Trading. Ada beberapa yang saya ikuti, namun ada satu yang sangat berkesan buat saya, yakni workshop “Cracking The Money Code”nya Larry Williams. Ada satu prinsip yang saya pegang dari Larry Williams, “NEVER LOOK FOR ANYTHING INSTANT, IT IS ONLY A MATTER OF TIME BEFORE IT KILLS YOU.” – Jangan pernah cari yang INSTAN, tinggal tunggu WAKTU saja sebelum YANG INSTAN2 tsb membunuh anda. Saat itu memang ada banyak sekali yang menawarkan Trading Signal INSTAN, beberapa bahkan mengklaim akan memberikan keuntungan ratusan persen dalam waktu singkat dengan Winning Rate 80%. Biasanya ketika ditanya, dapat angka 80% dari mana tidak bisa jelasin, jawabnya selalu diawali kata ‘pokoknya’.

Sejak itu saya menganut prinsip ANTI INSTAN, bahkan bukan hanya trading system, di rumah, saya dan isteri juga sejak lama menghindari Mie Instan, apalagi sekarang. IT IS ONLY A MATTER of TIME BEFORE IT KILLS YOU. Berhubung ANTI INSTAN, saya langsung tanya Pak Bob, “Workshop-e nggenah nggak?” Pak Bob langsung paham maksud saya, sama seperti saya Pak Bob ini juga Anti Instan dan dia bilang ke saya kalau Workshop ini beda dengan yang lain, dan ini benar-benar professional berdasarkan Backtesting Real Data, bukan asal njeplak, asal bunyi Winning Rate 80%, dst, dst.

Singkat kata, sejak Sabtu Kemarin, sesudah bertahun-tahun menjadi Professional Trader dan Pembicara Seminar, Pelatih Investasi Saham & Derivative, saya kembali duduk di bangku sekolah. Driver saya yang jemput saya di Bandara Soetta, mengira saya ke Hotel Ciputra untuk jadi pembicara, beberapa Staff Banquet Hotel Ciputra juga tanya hal yang sama. Sambil tersenyum saya jawab, bahwa saya sebagai peserta, karena kali ini saya ingin belajar bukan mengajar. Buat saya ini juga latihan untuk menekan ego saya, latihan rendah hati, latihan mengosongkan cangkir.

Saya tersenyum ketika Pak Hok1 bilang, untuk sukses trading, anda butuh SADIS, Sabar dan Disiplin. Dalam pikiran saya, saya jadi ingat, supaya SABAR butuh FAITH (YAKIN) terhadap system yang diberikan. Supaya DISIPLIN, butuh Rendah Hati. Ketika Pak Hok1 cerita tentang To Liong To, saya teringat, ketika Thio Bu Ki belajar ilmu paling tinggi dari Kakek Gurunya, Thio Sam Hong, kuncinya adalah melupakan semua yang pernah dipelajarinya, kosongkan cangkir, semakin kosong cangkir, semakin baik.

Pak Bob benar, Workshop ARA Hunter ini benar-benar materi professional, meliputi Mindset, Method dan Money Management. Workshop ini adalah salah satu workshop terbaik dan paling berkesan buat saya.
TRADING GAMES – PELAJARAN RENDAH HATI

Memasuki hari kedua, selepas makan siang ada sesi yang sangat ‘exciting’ Trading Games Competition, tiap2 orang diberikan Virtual Account Rp. 100 juta. Saya duduk di sebelah Pak Janto yang kebetulan juga adalah salah seorang peserta Workshop saya dulu. Hingga ronde ke-4, trading account Pak Janto sudah plus Rp. 40 juta, bahkan ada peserta yang sudah plus Rp. 100 juta, sementara trading account saya minus Rp. 20 juta. Anda tahu kenapa begitu?

Cangkir saya rupanya terlalu penuh, saya coba untuk menekan ego saya, saya bukan professional trader, saya hanyalah pemula, saya cuman focus ke system ARA Hunter dan Wolverine, saya mesti jadi kayak Thio Bu Ki, lupakan semua yang pernah saya pelajari, kosongkan pikiran. Masuk ronde ke-11, account saya sudah plus Rp. 170 juta, dan ternyata di ronde ke-12 hanya tinggal 3 peserta yang masih bertahan. Masuk semi final. Di ronde ke 13 ternyata saya masih lolos masuk final, namun di babak final, ternyata saya masih kurang ‘rendah hati’ sehingga terpaksa terusir dari babak final. 

Mau tahu kesalahan saya? Di ronde ke-14, saya tidak memperhatikan Volume Transaksi rata-rata 20 hari (4 minggu), dimana maksimum jumlah lot yang boleh saya ambil adalah HANYA 1% dari Volume Transaksi rata-rata. Suatu hal yang hampir tidak pernah saya lakukan di Bursa Amerika. Saya sangat terbiasa trading di Bursa Amerika, dimana saya hampir tidak pernah menghitung jumlah lot saya terhdap volume rata-rata. Di Bursa Amerika volume transaksi saham untuk saham lapis kedua saja sudah di atas USD 100 juta, 1%-nya sudah USD 1 juta, sementara volume rata-rata Blue Chip Stock bisa mencapai USD 2 Milyar, 1%nya adalah USD 20 juta. Ternyata cangkir saya masih belum sama sekali kosong.

Ketika kita trading di Pasar Modal, kita butuh rendah hati, dan Workshop ARA Hunter ini melatih saya untuk semakin rendah hati. System-nya sama sekali bukan system instan yang cuman sekedar kasih rekomendasi, tapi benar-benar professional trading system yang bisa dibuktikan dengan back testing maupun Visual Back Testing. Jika anda benar-benar ingin menjadi Professional Trader Bursa Efek Indonesia, maka Workshop ARA Hunter ini benar-benar HIGHLY RECOMMENDED. Terima kasih saya untuk Pak Hok1.

Sukses selalu

Hary Suwanda

Moore & Kay

Bocah dan Perampok

Moore adalah seorang dokter terkenal di Perancis. 

Kehidupan masa lalunya, dia pernah dipenjara karena melukai lelaki yang berkhianat dengan pacarnya. Sehingga kehidupannya seketika berubah, dari seorang mahasiswa menjadi seorang narapidana.

Setelah keluar dari penjara, ia sulit mendapatkan pekerjaan. Karena sering dihina, ia lalu memutuskan menjadi perampok.

Suatu hari Moore berniat merampok pada sebuah rumah mewah yang hanya ada seorang anak kecil buta bernama Kay.

Moore mencongkel pintu, didengar oleh Kay lalu bertanya, "Siapa itu?"

Jawab Moore, "Saya teman papamu, dia memberikan kunci kepadaku."

Kay sangat gembira dan mengajak Moore bermain tanpa curiga. Kay bermain piano dan mereka bercakap-cakap. Moore tidak jadi merampok, dia sangat malu pada Kay. Tidak seperti dirinya, hanya karena hinaan, ia melakukan kejahatan. 

Moore terkesan pada Kay. Walau matanya buta, tetapi hatinya sangat terang. Kay mengajarkan banyak hal dan membuka pintu hatinya. 

Tidak lama dari peristiwa itu, Moore kembali menyelesaikan kuliahnya di kedokteran, dan hasilnya kemudian Moore dapat mengoperasi mata Kay hingga bisa melihat.

Kay memberi kepercayaan diri kepada Moore yang kecewa. Kay tidak menyia-nyiakan hidupnya. Kehidupannya justru memberi inspirasi. 

Maukah kita menjadi seorang yang penuh cinta sehingga menyadarkan orang untuk kembali ke jalan yang benar?

Maukah kita berbagi semangat sehingga orang yang hilang harapan mau bangkit kembali?

Biarlah terangmu bercahaya, supaya orang melihat perbuatanmu yang baik.


Selamat pagi.

Ngarang

LELAKI IDAMAN

Diana : "Mas, kerjanya di mana?"
Ahong : "Mmhhh... saya cuma karyawan biasa Mbak."

Diana : "boleh tahu pendapatan mas sampai berapa ya..?"
Ahong : "gaji cuma 50jt, tunjangan paling 10jt/minggu"

Diana : (WOW tajiiirrr 😍😍😍)
"Tinggalnya di mana Mas?" 
Ahong : "Di Kemang Mbak"

Diana : (Widiihhh kawasan elite)
"Pasti rumahnya gede ya Mas?"
Ahong : "Nggak juga Mbak, cuma sanggup ambil yang 500rb m2, dan cuma ditingkat 3, sebetulnya masih kurang sih, soalnya masih banyak mahasiswa yang pengen ngekost di rumah saya juga"

Diana : (Kereeennn jiwa bisnisnya okeee) "Mobilnya berderet dong Mas"
Ahong : "Mobil mah sesuai kebutuhan aja sih Mbak"

Diana : "Maksudnya?"
Ahong : "Ya, kalau lagi sendiri, pake Lamborghini, kalau lagi bawa temen banyak pake Alphard, Kalau pulang kampung pake Pajero soalnya kampung saya di kaki gunung"

Diana : (klepek-klepek) 
"Oohh gitu. Kalau istrinya pake mobil apa Mas?"
Ahong : "Aduh, malu sayaa, belum punya istri Mbak"

Diana : (Ya ampuun lampu ijoo)
"Mas suka ngerokok ngga?"
Ahong : "Nggak Mbak, saya nyium asepnya aja nggak kuat Mbak"

Diana : (Wah sehat dompet, sehat fisiknya juga 😍) 
"Mmhh.. kalau minuman keras?"
Ahong : "Haram lah Mbak"

Diana : (Beragama juga 😍)
"Emang Mas nggak suka dugem?"
Ahong : "Nggak lah Mbak, takut kesiangan bangun buat tahajud"

Diana : (Aiiihhh laki-laki sholeehhh, cocok niihhh buat dijadiin suami) 
"Mas udah haji ya?"
Ahong : "Alhamdulillah sudah Mbak, kemarin terakhir sama keluarga besar, umroh juga alhamdulillah tiap tahun"

Diana : Waaahhh kalau saya jadi istrinya, bakal umroh tiap tahun juga 😍😍😍)
"Hmm... Mas keren  ya, banyak duit tapi low profile.
Btw... jadi pengen tau, hobi Mas apa sih?"
Ahong : "Hobi saya ya gini ini, suka ngarang cerita aja, kayak sekarang ini..." 😆😆😆

Diana : ooohhhh  KAMPREEETT...

😂😂😂😂😂😂.                       


SELAMAT MENIKMATI SARAPAN PAGI... 
Jangan Lupa SENYUM dan bahagia  terus YA ... 😄😃😁

Ipul

☕BIKIN KOPI

Ahong :
"Diana, nyimpen gule dimaneee...?
Abang mao bikin kopi"

Diana :
"Didapur Bang...
Di toples..., yang ada tulisannye GAREM"

Ahong :
"Jeileeeh, ade2 aje luu..
Toples gula, knape juga ditulisin garem...?"

Diana  :
"Biar kagak ketauan ame semut Bang... kaya Di HP abang..., IPEH di tulis IPUL biar aye kagak tau gitu..."